Monthly Archives: September 2011

Dunia Kebalik, Jendral.

Friday, September 30, 2011

11:20 PM

Backsound : Melly Goeslow – Di Mana Malumu

Beberapa hari belakangan ini, berita di TV, kasus yang dibicarakan tak jauh dari polemik politik bangsa ini yang sedang panas-panasnya. Mulai dari tertangkapnya Nizam versi dewasa alias Nazarudin, Reshuffle beberapa Mentri, pemeriksaan di KPK beberapa orang yang namanya disebut oleh Nazarudin—sampai, kasus terbaru Ruhut Sitompol (*kalau ini, gue lihat beritanya di Cek N Ricek)

Gerah, enggak, sih? Maksudnya, gerah enggak melihat berita seperti itu? Kalau gue pribadi, gimana, ya—masih banyak urusan yang lebih penting yang harus gue selsaikan daripada masalah-masalah seperti ini. Geram, sih, pasti. Kapan, ya, Indonesia ini Pemerintahannya adem ayem. Ga ada polemik sama sekali. Apa karena Indonesia senang sekali sama yang berbau “DRAMA”? Makanya seperti ini? Entahlah !

Tiba-tiba, beberapa jam lalu, gue membaca kicauan seorang @banyubiru_ yang membuat gue menelan ludah. Kicauannya seperti ini:

Lg liat liputan rumah anggota DPR. Bingung, mewah2 amat, knp rakyat yg diwakilin malah rumah2nya mengenaskan?!

Bener juga. Mereka, yang duduk manis di Gedung MPR/DPR, kan, adalah seorang wakil rakyat. Kalau wakil, seharusnya, hidupnya tidak lebih enak dari rakyatnya, dong?

Apalagi, beberapa waktu silam, sempat heboh masalah pembangunan rumah mewah untuk anggota Dewan yang terhormat. Dan, faktanya, rumah mereka itu memang besar-besar. Justru rakyatnya rumahnya kecil-kecil.

Mewah yah

Wuidi Keren!

Gila. Keren, ya, rumahnya? Besar dan mewah. Padahal, kerja mereka belum 100% bisa dinikmati secara utuh oleh rakyat kebanyakan. Dan, yang lebih mengagetkannya lagi adalah.

Ruang Rapat Sepi

Iya, lho. Kemana mereka? Kemana!? Kok sepi. Seharusnya, kan, mereka kerja. Kasihan, kan, sama beberapa anggota dewan yang benar-benar mau kerja. Akibat seperti ini, kena ke semua. Padahal, tidak semua anggota dewan pemalas. Sekalinya rapat, malah tidur. Capek, kali, ya.

Enak bener

Mantap!

Mau tahu, 10 penyebab mengapa anggota dewan tertidur saat rapat ( Menurut KASKUS)

  1. Anggota DPR selalu menghargai nasehat orangtua. Kata orang tua tidur siang itu penting dan sehat, supaya terhindar dari penyakit berbahaya dan awet muda.
  2. Tidur tidak tidur, mereka dibayar. Jadi, lebih baik tidur
  3. Pasti akan gantuk mendengar pembicaraan berbelit, tidak berisi, penuh daya khayal, munafik, berliku, kaku, tak ada tujuan pasti arahnya.
  4. Kalau ingin menjatuhkan musuh besarnya seperti seperti Sri Mulyani anggota DPR pasti bersemangat dan pantang menyerah. Dijamin 7 hari 7 malam melek terus karena demi memperjuangkan kepentingan dirinya dan partainya,
  5. Tidak semua anggota DPR tidur. Mereka hanya tidur bila bicara soal rakyat. Tapi bila sudah bicara tentang duit, gaji, tunjangan, posisi jabatan, proyek, matanya melek smua hingga dinihari.
  6. Mereka tidak tidur. Mereka sedang merenung dan bermimpi bagaimana agar rakyatnya dan dirinya tambah kaya, setidaknya balik modal, karena gajinya banyak disetor ke kas partai, bayar cicilan vila dan mobil mewah, dan konstituen! Pada saat yang sama gerak mereka tak bebas lagi setelah ada KPK.
  7. Karena yang dibahas dalam sidang tidak menyangkut kepentingan diri sendiri dan partainya. Seandainya menyangkut individu dan partai, pasti diskusi dan interupsi tak pernah putus.
  8. Ruang sidang sangat nyaman tempatnya dingin harum dan kursinya nyaman sekali. Makanya kalo sudah duduk lupa berdiri.
  9. Mereka memikirkan nasib bangsa ini tanpa henti. Jadi kalo pas sidang mereka tidur kelelahan, biar masyarakat bisa melihat betapa capek mengurus bangsa ini.
  10. DPR selalu menjujung tinggi hukum dan undang-undang dalam setiap mengemukakan pendapat. Dalam aturan tata tertib persidangan, hanya dilarang mengganggu jalannya sidang. Sehingga, tidur saat sidang tidak melanggar aturan dan undang-undang.

Haha.. Jadi ini alasan mereka tidur, pada saat rapat? Ya ya ya. Kalau gue, sih, mending tidur daripada ketahuan buka situs XXX

Iya loh. KEGEP!

Dunia kebalik, Jendral. Mereka yang kerjanya seperti itu, justru punya penghasilan yang sangat besar. Jauh sekali dari para rakyatnya. Malah, banyak rakyatnya yang hidupnya sangat menyedihkan.

Kebalik, bukan. Seharusnya bapak ini yang istirahat

Walaupun mereka sudah banting tulang dan tulang di banting—tetap saja kehidupan mereka jauh dibawah para anggota dewan tersebut.

Miris

Tambah Miris

Semoga, di PEMILU mendatang—Republik Indonesia bisa berubah menjadi jauh lebih baik daripada sekarang. Amin.

SUMBER : KASKUS. GOOGLE. Dan Lain-lain

Ciuman Pertama

Ciuman.

Kenapa, setiap pertanyaan itu melayang kepadaku, aku tak bisa men-jawab-nya? Apakah aku, satu-satu nya manusia di dunia ini, yang belum pernah merasakan bagaimana rasanya ciuman? Semoga tidak. Aku rasa, banyak diluaran sana, sepasang muda-mudi yang meng-ikat-kan diri mereka pada suatu ikatan yang bernama pacaran, belum pernah merasakan yang namanya ciuman. Ya, karena mereka tidak pernah berciuman.

Kalau ada yang bertanya, apa tidak bosan selama ber-pacaran hanya berpegangan tangan dan melakukan rangkulan penuh kehangatan? Aku rasa, tidak. Toh, di jaman boysband seperti sekarang ini, masih ada orang yang menganggap TABUH yang namanya CIUM-an. Bahkan dari mereka, ada yang ber-anggapan, bakal hamil kalau melakukan itu. Terdengar aneh, sih. Lantas, bagaimana dengan sebuah film yang didalamnya terdapat adegan ber-cium-an antara si pemeran wanita dan pemeran pria? Apa si pemeran wanitanya, hamil? Tidak, kan?! Bahkan, ada 1 film, dimana adegan seperti itu dilakukan oleh SESAMA PEMERAN PRIA. Apa mereka akan hami? Enggak juga, kan?

“Yah, itukan mereka, bukan kamu”. Ucap seorang teman yang berada disampingku.

“maksudmu?” jawabku polos

“kamu sendiri, pernah tidak ciuman? Kapan pertama kali kamu ber-ciuman?” Tanya dia lagi dengan penuh semangat.

“aku? Hmmmm.. Pernah ga, ya? Arrrgghhh.. Aku lupa!” jawabku datar.

“Lupa? Lupa apa tidak pernah? Enggak usah malu gitu, deh, jujur aja” Tanya nya sambil menggodaku.

“Sial! Aku beneran lupa. Pertama kali pacaran saja, sama anak seorang ustadz. Yang tentu saja, hal demikian tidak pernah terjadi. Menjalin hubungan yang ke-dua-kali, sama seorang wanita yang kalau mau kencan harus di teras rumahnya. Tidak ditempat lain. Lagi-lagi, mana mungkin kami bisa ber-ciuman”

“Jadi, kau tidak pernah merasakan empuknya bibir seorang wanita?”

“Pernah, sih, itupun ibuku.. Sewaktu aku kecil dulu. Dia wanita, bukan?” kata ku.

“Ah, kalau itu, semua pria pun pernah merasakannya”

“Lantas? Kamu mau yang bagaimana?” Tanya ku emosi.

“Ya.. Pokoknya.. Mempertemukan bibir kasarmu dengan bibir empuk wanita pujaanmu”

“Tunggu.. Sepertinya aku pernah melakukan itu”. Jawab ku yakin

“Kapan? Dan, siapa wanita yang ketiban sial itu?” dasar songong.

“Sial! Sekarang aku ingat. Aku pernah mencium seorang wanita. Dan, ku rasa itu ciuman pertama ku”

“Oh, ya, coba ceritakan”

“Sekarang aku ingat, bagaimana rasanya bisa mencium bibir seorang wanita yang ku suka. Waktu itu, aku bersama teman-teman sekelas mengadakan perjalanan ke suatu daerah yang di-mana daerah tersebut mempunyai pantai yang cukup indah. Dan dalam waktu seketika, kami sudah berada di tepi pantai. Maklum saja, kami yang selama ini tinggal di kota, hamper tidak pernah melihat yang namanya pantai—jadi, begitu melihat pantai, ingin rasanya kami nyebur dan bermain air”

“Lalu?” jawab teman ku penasaran.

“Lalu. Tak berapa lama, kami mendengar seorang wanita menjerit meminta tolong. Ternyata, itu suara wanita yang ku suka dari semester awal, Bulan, namanya. Tanpa sadar, ternyata Bulan sudah berada di tengah-tengah dan kakinya Bulan keram. Seketika itu juga, penjaga pantai berusaha ke tengah untuk menyelamatkan Bulan dan membawa ia ke pinggir pantai. Seperti kebanyakan orang, Bulan butuh pertolongan pertama. Setelah memompa bagian perutnya, ku coba membantu melalui nafas buata. Tanpa fikir panjang, akupun melakukan itu. Dan, Alhamdulillah Bulan siuman”

“Lanjutin, ya?” Tanya ku iseng

“Iya, buruan!” jawabnya kesal.

“Kau tahu, apa yang terjadi pada malam harinya setelah kejadian itu? Bulan tiba-tiba menghampiri ku yang sedang duduk seorang diri di taman. Bulan yang malam itu tampak cantik menggunakan kemeja dan celana jeans, membawakan ku sepiring nasi goring untuk ku santap. Bak adegan di film-film, kami berdua saling bertatapan dan perlahan-lahan bibir kami berdua bertemu. Itu bukan ciuman biasa, itu ciuman yang sangat special, bagiku. Aku berusaha untuk tidak berbuat lebih dari itu. Aku sengaja tidak menarik bibirku terlebih dulu, ku biarkan bibir ini bermain dengan bibir empuk seorang Bulan. LALU..”

“lalu apa? Kalian kepergok oleh seorang dosen?” tanyanya

“BUKAN!”

“Lantas apa, dong? Bulan membuka kancingnya dan melakukan lebih dari itu? Tapi mana mungkin Bulan seperti itu. Kau akan ketakutan setengah mati kalau itu sampai terjadi”

“Tidaklah. Aku tau norma-norma agama. Walaupun sebenarnya, ciuman itu melanggar norma-norma agama”

“Iya, lalu apa???” Tanya nya lagi dengan penuh ke-kesalan

“Lalu.. Aku seperti diguyur hujan besar. Tiba-tiba saja air itu tumpah di mukaku”

“Ah, kok bisa?”

“Iya, ternyata ibuku menyiram aku dengan air se-ember, karena aku susah dibangunkan. Hahahaha” kali ini aku puas.

“Sial. Jadi ciuman kau sama Bulan itu hanya mimpi? Sialan kau. Aku fikir, kau benar-benar melakukan itu. Hampir saja, aku mau malu. Karena aku sendiri pun belum pernah melakukannya”. Katanya jujur.

“Buahahaha.. Yaialah, mana mungkin juga Bulan mau melakukan itu. Bulan suka sama aku aja, aku sudah syukur, kawan. Hei, dia DIVA di kampus kita. Pastilah dia pemilih. Banyak anak basket yang mengantre ingin menjadi ekornya. Pasti Bulan akan memilih mereka, ketimbang aku” kataku.

“Lagian, ya, CIUMAN ITU akan kuberikan untuk istri ku kelak. CIUMAN PERTAMA itu akan ada pada saat aku dan istriku melakukan malam pertama. Bukan sembarangan” kataku sok menceramahi

—-

Tulisan ini dibuat untuk mengasah kemampuan saya dalam menulis. Dan, ikut serta dalam permainan @hurufkecil #15HariMenulisDiBlog. Inilah karya saya. Kurang lebihnya—ya, inilah tulisan saya 🙂

 

 

 

hei kakak , salam kenal yah . hehe

Hei adik (semoga umurnya dibawah saya, yah, biar ga malu sayanya). Salam kenal juga, super, zupper atau superzupper. Hehe 🙂

15 Hari Menulis Di Blog

Taraaaaa..

Para penghuni tumblr yang budiman, ikutan nulis cerita, yuk. Kalau selama ini kita hanya me-reblog postingan orang lain—bagaimana kalau mulai besok dan 14 hari ke depannya, kita ikutan permainan “15 Hari Menulis Di Blog”.

Nah, tadi pagi di dunia perkicauan, pemilik account (@hurufkecil) tiba-tiba mempunya ide yang menurut saya briliant , ini. Berawal dari temannya yang sudah lama tidak nge-blog , akhirnya, si pemilik yang mengaku tomat ini mempunyai niatan seperti ini.

Cara mainnya, mudah. Setiap harinya, akan ada tema yang berbeda. Bebas mencurahkan isi kepala dengan gayanya masing-masing. Mau pakai bahasa formal, informal, gaul, seronok, pokoknya BEBAS. Yang penting, orisinil, tidak hasil dari Ctrl+C+V.

Tema #15HariMenulisDiBlog hari pertama adalah: CIUMAN PERTAMA

Tunggu apalagi, ber-kreasilah, kawan. Biarkan jari-jarimu menari di atas keyboard dan menghasilkan sebuah tulisan yang menarik. Kalau kata Satria (http://satriamaulana.tumblr.com/), MARKINUL = Mari Kita Nulis.

Bagaimana cara bermainnya?

  1. Kamu harus punya blog. Ya iyalah. Tidak penting merek blognya, pokoknya ikut bermain dan posting. Terserah di wordpress, blogspot, tumblr, dan lain-lain. Semua boleh ikut.
  2. Setiap hari akan ada tema yang dilemparkan di timeline. Temanya ringan dan menghibur, supaya semangat bermainnya tetap terasa.
  3. Menulislah di blog masing-masing, terserah bentuknya puisi, cerpen, curhat, resep, atau apapun. Bermainlah menurut gayamu sendiri.
  4. Setiap hari, mention ke @hurufkecil dan @elnaa_ link tulisan kamu biar bisa dibagi ke timeline dan blog kamu dikunjungi orang.
  5. Ini permainan gratis. Halah!

SUMBER

Ayo, ajak teman-temanmu yang lain. Kalau banyak yang ikutan, bakalan seru ini dashboard nya. Bakal ada “Robby Satria, Kuntawiaji dan Satria Maulana” yang baru. Inget, ya, orisinil. Mau jelek ata bagus, yang penting karya sendiri. Jangan takut. It’s fun !

Selamat ber-kreasi teman !