Monthly Archives: December 2011

Advertisements

Lisanalia’s World: JAKARTA KERAS, MAN! PARAH!

Lisanalia’s World: JAKARTA KERAS, MAN! PARAH!

Kemana #kamistis saya?

Teman-teman, apa tadi ada yang sempet melihat postingan #kamistis 3 saya?

Mendadak hilang dari tumblr!!

Kamistis #3 : Cewek Penumpang Taksi

Dendi gelisah, sepanjang rapat yang dia lihat hanyalah jam yang ada di tangan kirinya. Jam menunjukan pukul 20.00 WIB, rapat yang dimulai setelah maghrib itu tak menampakan hasil akhirnya.

“Ren, rapat ini selesai jam berapa? Gila, gw sampai rumah jam berapa ini?” tanya Dendi ke Reny yang duduk disebelahnya.

“Paling juga bentar lagi, Den. Sabar napa”

“Bukannya gitu, Ren. Elo-elo pada, sih, enak. Pada ngekost. Lah gw. Bis gw kalau diatas jam /9 sudah ngga beroperasi. Gw trauma nih. Lo tau kan apa yang sedang menimpa gw?”. kata Dendi dengan nada kesal.

Waktu rapat pun kelar, Dendi yang dari tadi gelisah, hanya bisa bergerutu.

“Sial.. Mana ada lagi bis jam segini”. ucapnya dalam hati.

Jarak kampus dan rumah Dendi cukup jauh. Bis yang biasa dia naikin pun hanya beroperasi sampai jam /9, lebih dari itu, biasanya Dendi nebeng Rama yang jarak rumah mereka tidak begitu jauh. Tapi untuk hari itu, Rama tidak bisa menghadiri rapat dikarenakan sedang menunggu sang ibu yang sedang terbaring sakit.

Dendi pun memutuskan untuk jalan ke gerbang kampus dan menunggu taksi. Hampir 30 menit Dendi menunggu taksi, daritadi taksi yang lewat di depan Dendy bisa dibilang cukup banyak. Tapi semua taksi itu tak memperdulikan lambaian Dendi.

Setelah berapa lama menunggu, akhirnya taksi terakhir berhasil diberhentikan Dendi. Tapi, taksi itu berhenti beberapa meter dari tempat Dendi berdiri.

“Malam pak, ke Bintaro ya” ucap Dendi kepada supir taksi

“Malam mas. Bintaro mas?”. Tanya supir taksi itu dengan mimik wajah tak percaya.

“Iya Bintaro. Bapak tau jalan, kan?”

“Iya, mas tau..”

Dendi yang duduk dibelakang merasa risih dengan tatapan mata supir taksi yang melihatnya dari kaca kecil yang ada di bagian tengah depan. Melihat Dandi ketakutan, pak supir pun akhirnya buka suara.

“Maaf, mas. Mas risih ya saya liatin..”

“Iya, Pak. Bapak ngga ingin berniat jahat ke saya kan?” tanya Dandi agak sedikit ketakutan.

“Tenang, mas. Saya tidak berniat jahat kok. Saya cuma memastikan, mas ini benar-benar penumpang saya”

“Loh, emang kenapa Pak? Ada yang aneh?”

Pada akhirnya si supir pun menceritakan semua kejadian yang dia alami. Makanya itu, dia mengintip Dandi dari kaca kecil itu takut-takut Dendi bukanlah manusia.

“Jadi gini, mas. Sebulan yang lalu ada penumpang saya yang naik dari tempat mas berdiri. Cewek, cantik, tapi gitu mas.. Mukanya kayak orang sakit. Saya tanya, si cewek cuma bisa menunduk dan menangis. Dalam keadaan menangis, dia memberitahu jalan pulang ke arah rumahnya. Karena saya takut ada apa-apa, kaca semua saya buka. Biar ga salah paham. Pas ditengah-tengah kemacetan, banyak motor yang berada disamping taksi saya berkata bahwa taksi saya bau amis busuk. Saya fikir mungkin ada bangkai binatang tepat dibawah taksi saya. Soalnya saya ngga mencium bau apa-apa. Lalu, pas saya bayar TOL, pegawai TOL nya mengeluh hal yang sama. Saya diamkan saja. Saya ga mikir macem-macem. Sesudah sampai di gerbang perumahan cewek itu, cewek itu turun dan memberikan saya ongkos. Pas saya mencoba mengembalikan kembalian uangnya, si cewek berujar.. Buat bapak saja. Itu imbalan karena sewaktu-waktu bapak akan menolong saya lagi. Ngga lama kemudian saya pulang kerumah dan beristirahat. Keesokan harinya, pas saya lewat depan kampus mas tadi, ada keramaian dan tiba-tiba seorang polisi memberhentikan taksi saya”

“Lalu?” tanya Dendi penasaran.

“Lalu, si polisi memberitahukan bahwa ada mayat cewek ditemukan dan tanpa identitas. Karena penasaran, saya mencoba melihatnya dan betapa kagetnya saya. Mayat cewek itu adalah cewek yang menaiki taksi saya tadi malam. Saya kaget bukan main. Saya mencoba memberitahu polisi alamat rumah cewek ini. Polisi mengira saya gila. Tapi setelah saya antarkan ke perumahan tadi malam dan bertanya ke satpam mengenai seorang cewek yang kuliah di daerah Depok, si satpam itu mengantarkan kami ke rumah orang tuanya dan mengajak orang tua tersebut ke RSCM. Betapa kagetnya mereka bahwa yang mereka lihat adalah mayat anak cewek mereka.”

Lebih lanjut Dendi berujar “jadi itu ya pak maksud cewek itu mengasih lebih ongkosnya?”

“Iya, mas”

Beberapa bulan kemudian, di dapatin bahwa cewek ini adalah korban pemerkosaan yang dibuang di depan gerbang kampus itu

——-

Inilah Kamistis saya malam hari ini. Kamistis ini terselenggara berkat keisengan Satria, Nayasa, Ibel, Saya, Asti, Fitri, Badzlina dan Ikhma mengepost gambar pocong ke dalam sebuah grup percakapan 🙂

Mas, Gerakan Pinjam Meminjam Buku nya masih bisa dilakukan ngga? Mengingat CC nya ke Mas Aji, dan lendabook nya Mas Aji lagi istirahat. Terima kasih :)

masih 🙂

Resolusi Juara 2012: Duet Bersama Internet

Resolusi Juara 2012: Duet Bersama Internet