Monthly Archives: March 2012

SILAHKAN DI KLIK

Saya tidak memosting apa pun disini . Silahkan berkunjung ke  blog pribadi saya yang 1 lagi

 

http://adiitoo.com

Advertisements

Vegetarian : Ini Aksiku! Untuk Menyambut Earth Hour 2012. Kamu?

Setiap memasukin bulan Maret, selalu saja ada “kegiatan rutin” yang bakal dilaksanakan setiap akhir bulannya. Kegiatan rutin tersebut adalah, memadamkan listrik selama 1 jam yang dimulai dari pukul 20.30 s/d 21.30 WIB. Atau, sebagian orang mengenal istilah kegiatan ini dengan nama Earth Hour. Kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap hari Sabtu – diakhir bulan Maret – merupakan kegiatan global yang dilakukan WWF untuk mencegah isu arus perubahan iklim dunia. Negara Australia adalah negara yang pertama kali melakukan kegiatan pemadaman listrik selama 1 jam dari pukul 19.30 s/d 20.30 di akhir bulan Maret 2007. Semua lapisan masyarakat, mulai dari rakyat biasa sampai kalangan pengusaha ikut serta dalam program ini. Sedangkan di Indonesia sendiri – kalau saya tidak salah – baru di tahun 2010 masyarakatnya turut andil dalam program ini.

Saya, adik beserta kedua orang tua pun tidak ketinggalan dalam acara rutin ini. Hitung-hitung ikut menyelamatkan bumilah. Tapi sepertinya, untuk pemadaman listrik selama 1 jam, tidak akan terjadi lagi tahun ini – mungkin untuk tahun-tahun berikutnya. Pasalnya, untuk tahun ini saya punya cara sendiri untuk menyelamatkan bumi. Yaitu, dengan ber- vegetarian.

Ide ini pertama kali tercetus dari artis seksi, sekaligus mantan VJ yang belakangan ini diketahui adalah seorang vegetarian, Nadya Hutagalung. Artis yang sekarang berdomisili di Singapura ini, mencanangkan program vegetarian melalui akun twitter nya awal bulan Februari kemarin. Awalnya, Nadya hanya menanyakan kepada followers nya, cara apa, sih, yang dipakai untuk menyelamatkan bumi ini? Jawaban yang muncul pun beragam. Mulai dari berkendara menggunakan sepeda, jalan kaki, sampai mengkonsumsi makanan sehat. Sampai pada akhirnya, Nadya memberikan tantangan kepada para followers nya, mau mencoba vegetarian, ga? Ternyata, respon yang diterima Nadya – yang saya tangkap dari retwet annya – cukup baik. Melihat respon yang luar biasa, tercetuslah ide “40 Hari Menjadi Vegetarian” untuk menyambut Earth Hour 2012 yang jatuh pada tanggal 31 Maret. Tidak ketinggalan, saya pun turut serta dalam program ini. Yeay !

Klik Gambar Untuk Mengetahui Sumbernya

Nadya menjelaskan, dengan tidak mengkonsumsi daging secara berlebihan, berarti secara tidak langsung kita turut serta menyelamatkan bumi ini. Apa yang dikatakan Nadya, ternyata sama dengan apa yang dikatakan Senator Australia, Andrew Bartleet. Andrew mengatakan, mematikan listrik selama 1 jam mempunyai nilai simbolik. Tetapi, untuk menyampaikan perubahan iklim jangka panjang dan efektif, maka diperlukan perubahan gaya hidup. “Tidak ada cara yang lebih mudah, lebih murah, dan tentu lebih cepat dalam mengurangi emisi rumah kaca selain dengan memangkas jumpalh produk daging dan yang kita konsumsi,” katanya di Queensland beberapa waktu silam. Apa hubungannya sapi dengan menyelamatkan bumi? Menurut laporan PBB, emisi karbon dari peternakan hewan lebih besar daripada gabungan gas rumah kaca dari seluruh jenis transporatsi. (sumber: GOOGLE)

Menjadi seorang vegetarian ternyata menyenangkan. Awal-awalnya memang sulit, tapi, memasuki hari ke-4 jadinya biasa aja. Beberapa teman bertanya, “gimana rasanya tidak mengkonsumsi daging, Dit?”. Saya hanya bisa menjawab, biasa aja. Hahaha. Pada dasarnya, saya bukanlah seseorang yang terlalu maniak dengan daging-daging-an. Saya lebih menyukai ikan ketimbang daging. Maklum, “anak laut”, tidak makan daging tidak masalah, akan menjadi masalah apabila tidak makan ikan. Sebagai mantan anak kosan dan pertantau, hanya makan tempe, tahu, telur , dan sayur-mayur pun tidak pernah menjadi masalah. Yang penting tidak kelaparan. Setuju?

Sayang, sebelum hari H dilaksanakannya Earth Hour, kegiatan ini harus berakhir. Ya, karena memang sudah 40 hari, bukannya karena ngga sanggup lagi. Oia, ternyata ini mempengaruhi berat badan, lho. Lumayan turun 2kg selama 40 hari. Ha ha ha. Jadi, boleh, dong, saya mengatakan #IniAksiku untuk Earth Hour 2012? So, bagaimana dengan kamu?


JUALAN SOTOJI

JUALAN SOTOJI

30 Hari Vegetarian is OVER

Pengen vego lagi. Tapi entaran aja deh!

Water Day 2012 : Sudah Hematkah Kita Memakai Air?

Saya #barutahu kalau ternyata peringatan Hari Air Dunia jatuh setiap tanggal 22 Maret. Berarti, hari Kamis ini kita memperingati World Water Day 2012. Menurut @nutrifood, untuk tahun 2012 ini tema yang diangkat adalah “Ketahanan Air dan Pangan”. Dimana kalau dilihat dari manfaatnya, air merupakan kunci dari keamanan pangan, jika kita kekurangan air, maka bisa menyebabkan kelaparan juga malnutrisi.

Klik Gambar Untuk Mengetahui Sumbernya

Memang benar, sih, saya sendiri orangnya maniak akan air. Kalau kita disarankan minum air 2-4 liter dalam sehari, kalau saya bisa lebih malah. Saya orangnya gampang haus. Sehari ngga makan, ngga apa-apa, deh. Asal jangan sehari ngga minum. Duh, bisa pingsan kali. Kecuali pas puasa, ya.

Ngomongin soal air, kira-kira sudah hematkah kita memakainya? Kalau saya, belum. Jujur. Sampai hari ini susah banget menghemat air. Salah satu contohnya, di kamar mandi saya ada shower dan ada ember yang cukup besar. Padahal, ayah sengaja memasang shower untuk anak-anaknya supaya bisa menghemat air. Eh, malah sama saya ditambahin 1 ember untuk meramaikan suasana kamar mandi.  Pasalnya, saya paling ngga bisa suasana dikamar mandi terlalu sepi tanpa ada suara air yang keluar dari kran, makanya saya taruh 1 ember di dalamnya. Biar kalau saya sedang buang air besar, ada suara air yang cukup deras menemani saya mencari insipirasi. Tak jarang air yang saya tampung luber.

Ngaruh ga, sih, sama zodiak yang saya punya yaitu Aquarius? He-he-he-he …

[KUATOO] SOTOJI : Soto Yang Baik Untuk Vegetarian

Sudah hampir 4 tahun saya menjalankan program “sadar diri”. Program ini ada ketika saya mulai capek dengan kondisi badan saya yang semakin hari semakin membengkak, celana serta baju mulai menyempit, dan nafas mulai ngos-ngosan. Alhamdulillah, hasil dari program sadar diri yang selama ini saya jalankan, adalah menyusutnya badan ini sebanyak ±35 kilogram, dan tinggi badan mendadak naik 10 cm ++.

Sampai hari ini pun saya masih menjalankan program ini. Malah, terhitung pertengahan Februari – dan direncanakan – sampai akhir Maret, saya sedang menjalankan program vegetarian. Program ini tercetus dari artis cantik, sekaligus mantan VJ yang sekarang menetap di Singapura, Nadya Hutagalung. Wanita cantik itu mengajak followers nya untuk menyambut Eart Hour yang jatuh pada akhir maret dengan ber-vegetarian. Katanya, salah satu wujud cinta bumi dengan tidak mengkonsumsi daging-dagingan secara rutin. Susah, sih, enggak. Soalnya, saya bukanlah orang yang pemilih dalam soal makan. Ngga makan ikan, daging, ayam, bebek, tidak jadi masalah buat saya. Toh, tempe, tahu, telur, dan sayur mayur saya sangat menyukainya.

Mendekati sebulan saya menjadi seorang vegetarian, mendadak masalah kecil muncul. Saya mau makan SOTO. Iya, SOTO. Mau soto Medan, Padang, Ngawi, tauto Pekalongan, sampai coto Makassar, apa saja, deh, yang penting soto. Damn! Tapi itu semua, kan, daging. Di satu sisi, soto adlah penganan khas Indonesia yang sangat saya sukai. Apalagi soto buatan ibu. Terpujilah orang Cina pertama yang menemukan resep caudo – soto dari Cina – ini. Di satu sisi lagi, saya kan lagi vegetarian, sayang rasanya kalau harus melanggarnya walaupun hanya 1 hari.

Tapi, saya teringat sama satu  soto yang sedang in dikalangan blogger, dan pertama kali saya tahu dari milis deBlogger, namanya SOTOJI, Soto Jamur Instan. Soto jamur ini hasil produksi dari PT. RASTRA SUKSES SEJAHTERA yang berasal dari kota Bogor, Jawa Barat. Jamur yang dipakai pun sehat untuk yang meng-konsumsinya, yaitu jamur tiram. Tau sendiri manfaat jamur satu ini banyak banget. Selain sebagai makanan, jamur tiram juga berfungsi menurunkan kolestrol, sebagai antibakterial, dan antitumor. Serta dapat menghasilkan enzim hidrolisi dan enzim oksidasi. Selain itu, jamur tiram juga berguna untuk membunuh nematoda.

Jangan takut tentang pengakuan. Produk soto instan ini sudah diakuin DEPKES RI dengan No. P-IRT 8043271011186 , dan sudah mendapatkan sertifikasi HALAL dari MUI. Apakah soto jamur ini memakai pengawet? Tidak, jawabnya! Menurut yang empunya produk , @rsugito , sotoji tidak memakai bahan pengawet buatan/kimia. Pengawet yang digunakan adalah bumbu dan modifikasi proses. Fiuhh.. Syukur, deh. Ngga kebayang gimana sehatnya soto jamur satu ini.

Soal penyajian pun ngga sesulit membuat soto pada umumnya. Nama juga instan, ngapain repot-repot. Bener, ‘kan? Nih, cara penyajian saya. Sebelumnya, saya beritahu dulu isinya ya.

1. Sohun  | 2. Minyak | 3. Bumbu | 4. Jamur Tiram | 5. Cabai

Baru, deh, begini cara masak SOTOJI a la chef Adiitoo :

1. Rebus Air Sampai Mendidih

2. Setelah Air Mendidih Masukan Sohun

3. Setelah Sohun Masukan Jamur Tiramnya

 

Menunggu sohun dan jamurnya masak, bumbu-bumbu yang ada jangan lupa dimasukan ke dalam mangkuk.

Masukan Minyak

Masukan Bumbu

Lalu Yang Terakhir Masukan Cabai

Ngga perlu menunggu lama, belum sampai 10 menit, sohun dan jamur sudah masak, dan siap disajikan bersama bumbu-bumbu. Biarkan mereka bercinta dan menghasilkan rasa yang luar biasa harum, dan membuat perut demo untuk segera menelannya.

This is it, soto jamur sehat a la chef Adiitoo

Soal rasa, sotoji ini lain daripada soto lainnya. Sohun dan jamurnya itu kenyal, bumbu-bumbunya pun membuat hidung ini berjoget saking harumnya. Dan, membuat perut ingin cepat-cepat menyantapnya. Masalah prosi, bener, lho, ini ngenyangin banget walaupun makan cuma 1 bungkus. Eh, tapi ngga tau juga, ya, saya kan lagi diet *kalem*.

Tapi, ada beberapa hal yang amat sangat disayangkan dari soto jamur instan ini. Bawang gorengnya, mana? Aissshhh. Saya hampir terkecoh ketika pertama kali membuka bungkusnya. Pertama yang saya cari adalah keberadaan jamurnya. Ngga taunya, jamur itu ada di  kemasan yang paling besar. Baru, deh, saya mencari keberadaan bawang gorengnya. Masa ngga ada, sih? Padahal, kan, bawang goreng itu tambahan yang wajib ada. Kayaknya ada yang kurang tanpa siwiran bawang goreng diatas sotonya.

Lalu, soal nama, harus benar-benar sampai ke masyarakat kalau itu SOTO JAMUR INSTAN, bukan MIE INSTAN RASA SOTO. Soalnya, ketika saya menawarkan ke saudara beserta teman-teman, mereka semua pada bingung “Mie instan rasa soto? Ah, itu kan banyak di pasaran” “BUKAN! Ini soto jamur instan”. Bahkan, kemarin sore ketika disuruh membuat bihun goreng sama ibu, dia memakai sotoji. Dia kira itu bihun biasa, tanpa di tengok lebih lanjut kalau itu soto.

Soal kemasan, saya , sih, tidak mempersoalkannya. Sejauh mata memandang, simple dan ga neko-neko. Semua sudah tertera disitu. Baik berat bersihnya, produksi dimana, saran penyajian, cap HALAL, beserta keputusan nomor Depkes. Tapi, menurut ayah saya yang sudah 4 hari ini ketagihan menyantap SOTOJI, kemasannya rada kucel. Warna yang dipilih mengesankan kalau bungkusnya kusam. Coba pilih warna yang lebih terang sedikit. Dan, kata ayah saya, empingnya mana?? Ha-ha-ha .. Banyak maunya.

So far, SOTOJI ini wajib kalian pesan, dan kalian rasakan sensasi kelezatannya. Cara mendapatkannya mudah, order via online di http://www.sotoji.com/ atau kalian bisa pesan di saya. Harga 1-annya = Rp. 3500,- 3 bungkus= Rp. 10.000 belum termasuk ongkos kirim, ya. Ha-ha-ha ..

Nyam Nyam Nyam

Slurrrppppp