Monthly Archives: June 2012

Advertisements

Kenikmatan Di Awal – Penyiksaan Di Akhir

Beberapa bulan terakhir ini, pencernaan saya sedang tidak OKE. Yang mengakibatkan saya susah BAB. Kalau pun bisa, itu karena saya paksakan. Akibatnya, pantat saya pun sering sakit.

Setiap kali periksa ke dokter, entah kenapa saya tidak langsung percaya, punya trauma tersendiri terhadap jawaban dokter. Bulan Februari, saya mencoba ke dokter untuk memeriksakan diri. Jawaban yang saya terima, bahwasanya saya bermasalah dengan usus. Hanya, bermasalah dengan usus tanpa keterangan lebih lanjut. [Read More]

Kenikmatan Di Awal – Penyiksaan Di Akhir

Beberapa bulan terakhir ini, pencernaan saya sedang tidak OKE. Yang mengakibatkan saya susah BAB. Kalau pun bisa, itu karena saya paksakan. Akibatnya, pantat saya pun sering sakit. Setiap kali periksa ke dokter, entah kenapa saya tidak langsung percaya, punya trauma tersendiri terhadap jawaban dokter.

Bulan Februari, saya mencoba ke dokter untuk memeriksakan diri. Jawaban yang saya terima, bahwasanya saya bermasalah dengan usus. Hanya, bermasalah dengan usus tanpa keterangan lebih lanjut. Saya pun hanya menjawab “Ooo, gitu ya, dok? Hanya itu?”. Selang 3 bulan kemudian, ibu mengajak saya ke sensei yang ada di kawasan Mangga Dua. Tubuh saya pun kembali diperiksa dengan alat semacam palu yang disambungkan ke alat modern pendeteksi penyakit. Jawaban yang saya dapat “Saya lihat disini, bagian pencernaan kamu diagramnya berwarna merah, itu tandanya kamu susah BAB, ya?”. Dalam hati saya “Nah, kok bisa tahu, ya .. Saya kan belum cerita apa-apa”. “Eh, iya, sei.. Saya memang susah BAB”. Lagi-lagi jawaban dari sensei itu bikin saya menganga “Kamu dulu pemakan yang instan-instan dan berpengawet, ya? Plus, sering minum soda, ‘kan?”. Glek. Nusuk. Tebakan sensei itu tepat. Sang sensei pun memberikan saya madu cerna yang harus saya konsumsi sebelum saya makan.

Tidak sampai disitu.

Hari Kamis saya mengantarkan kakek untuk ditotok di kawasan Pondok Gede. Ketika melihat kakek ditotok, kok saya jadi pengen ditotok juga. Kebetulan pula, badan saya sedang pegel-pegelnya. Karena selama kerja saya harus menggendok tas yang cukup berat. Akibatnya sekujur tubuh saya pegelnya luar binasa.

Menit-menit awal saya sangat menikmati totokan itu. Tapi, begitu totokan itu masuk ke titik-titik inti, saya pun menjerit karena kesakitan. Di bagian pinggang, seperti ada benjolan. Lagi-lagi, jawaban yang saya terima membuat saya percaya ngga percaya.

“Ya ampun, dek .. Situ nimbun pengawet di dalam tubuh?” kata Mas Abdul, tukang totoknya. “Maksud Mas Abdul?” jawab saya penasaran. “Kamu itu doyan makan yang instan dan minuman bersoda, ya?”. Nah, kan … Jawaban itu lagi yang saya dengar. Akhirnya, saya pun menceritakan ke Mas Abdul. Saya ceritakan saja, kalau dulu, sebelum saya menjalankan program sadar diri, saya adalah fans garis keras dari mie instan dan minuman bersoda. Kalau sudah mengonsumsi “mereka” mulut ini ngga mau berhenti.

– GOOGLE –

“Tapi itu dulu kok, Mas Abdul. Terakhir saya mengkonsumsi itu semua penghujung 2008. Sudah hampir 3 tahun saya tidak mengkonsumsi itu lagi” kata saya coba menjelaskan. “Lagian ya Mas Abdul, berat badan saya saja sudah turun 40 kilograman”. “Memang berat kamu dulu berapa, dek?” tanya Mas Abdul sambil menekan pinggang saya. “Terakhir saya timbang di 2008 sekitar 125 kilogram, Mas. Sekarang sih, nimbang dibulan Mei kemarin sudah 75 kilo gram” senyum sambil menahan sakit.

“Nah, ini nih, hasil yang kamu dapatin dari hobi kamu mengkonsumsi ‘mereka-mereka’ itu. Kamu susah BAB, karena didekat pencernaan kamu, pengawet-pengawet itu ngumpul semua. Jadi, kamu harus tahan, ya. Mau sehat, ‘kan?”. “Mau, mas!” jawab saya semangat.

Selesai melakukan totok tubuh bagian belakang, saya disarankan melakukan detoksisasi dengan mengkonsumsi beberapa butir pil herbal. “Tapi, dek.. Sebelum kamu minum obat itu, sampe rumah kamu juga moncor itu” kata Mas Abdul dengan muka serius.

Dan, ternyata benar. Selama perjalan pulang, hasil totok itu mulai menunjukan hasilnya. Sesampainya di rumah, tak henti-hentinya saya BAB. Ada kali 10 kali saya mondar mandir ke WC. Sampai saya memosting ini, pun saya masih mondar-mandir ke WC.

Buat teman-teman yang masih hobi mengkonsumsi “mereka”, pesan saya cuma 1. Berhentilah. Sesekali boleh, deh. Sekarang sih memang nikmat banget, efeknya akan kalian rasakan belakangan. Bukan nyumpahin, lho ! 🙂

Dan, mohon maaf apabila ada yang tidak mengenakkan dari postingan ini. Maksud saya hanya ingin berbagi. Tidak lebih 🙂

muhammadakhyar:

ketika kata kata dicampur campur, inilah hasilnya, hehehe 🙂

Gw pribadi ga terlalu kaget sama bahasa campur seperti itu. Ketika dulu gw tinggal di Riau, banyak teman yang asli Malaysia atau pun singapura yang (terkadang) obrolan mereka berbahasa campuran seperti itu. Lihat saja lawakan-lawakan Malaysia. Kalau yang paham akan bahasanya, mereka pasti nangkep dimana lucunya. Kalau ga paham, ya susah 🙂

Muhammad Akhyar: Tumblr

Muhammad Akhyar: Tumblr

SUARA LAINNYA – NEW PETERPAN BAND

Sebagai penikmat lagu-lagu Peterpan, saya cukup excited waktu mengetahui Ariel dan kawan-kawan akan merilis album baru dengan nama baru tentunya. Terakhir kali mereka memakai nama Peterpan waktu album Sebuah Nama Sebuah Cerita dirilis tahun 2008.

Album yang berisikan 24++ lagu itu kabarnya sukses di pasaran. Menurut saya, itu merupakan prestasi tersendiri buat Peterpan. Bagaimana tidak, album itu hanya berisikan lagu-lagu lama mereka dengan tambahan 2 buah lagu baru dan 1 lagu lama yang mereka daur ulang (Walau Habis Terang, Kisah Cintaku, dan Tak Ada Yang Abadi)

Kabarnya, di tahun 2009 mereka akan merilis album serta nama baru. Tapi, yang terjadi adalah tak ada album baru dan sudah tentu tak ada pula nama baru. Yang lebih mengejutkan, di tahun 2010, sang vokalis tersandung sedikit masalah. Video “Jakarta – Bogor” antara Ariel dan beberapa pesohor negeri ini bocor ke permukaan. Alhasil, Ariel pun harus rela menjalani hari-harinya dibalik jeruji besi.

Semenjak Ariel mengahabiskan hari-harinya di penjara, secara otomatis nama Peterpan, pun ikut redup. Di setiap konser musik, tak ada lagi nama Peterpan di dalamnya. Tapi, setahun setelah Ariel di bui, personel yang tersisa mulai memutar otak gimana caranya mereka kembali eksis di belantika musik Indonesia *idih.. Bahasa gue, enggak banget!*

Mulai deh, akun Twitter dengan nama @newpeterpanband hadir ke permukaan. Menyapa setiap Sahabat Peterpan. Dan, memberitahukan bahwasanya Uki, Lukman, Reza dan David (personel baru) akan mengadakan road show ke beberapa kota. Posisi Ariel, untuk sementara waktu, selama road show “diganti” oleh beberapa vokalis/solois.

Tidak hanya sampai disitu, akun itu pun memberitahukan bahwasanya, Ariel cs akan merilis album barunya !

Gosip yang beredar, Momo Geisha lah yang akan mengisi suara di album baru mereka. Di tambah pula, Momo sering kali menyambangi Ariel di penjara.

Memang benar, Momo mengisi suara di album baru mereka. Tapi, itu hanya 1 lagu. Tidak semua.

Lho!? Sisanya? Sisanya, tak ada suara vokalis di dalamnya.

Yah, itulah yang ada di album baru New Peterpan Band / New Peterpan / Ariel cs, atau apalah nama baru mereka. Album yang bertajuk “SUARA LAINNYA” ini hanya berisi lagu-lagu lama mereka yang diubah menjadi bentuk instrumental.

Saya memang awam soal musik. Kalau saya boleh ber-sotoy ria, saya menilai orchestra yang terdapat di semua lagu-lagu mereka sangat megah, mewah, padat, serta indah. Kuping ini pun benar-benar dimanja oleh alunan orchestra itu. Tentram hati ini ketika mendengar 11 lagu yang terdapat di album ini.

Syukurlah, mereka membuat album ini dalam bentuk instrument. Saya menilai, mereka membiarkan si penikmatnya yang ikut bernyanyi. Membiarkan juga si penikmatnya bernostalgia akan lagu-lagu lama mereka. Karena, itulah yang terjadi kepada saya. Tak henti-hentinya saya menyanyikan lagu-lagu mereka.

Ada pun judul-judul lagu itu :

  1. Di Atas Normal
  2. Cobalah Mengerti (feat Momo Geisha)
  3. Kota Mati
  4. Sahabat (ft Karinding Attack)
  5. Walau Habis Terang
  6. Di Belakangku
  7. Melawan Dunia
  8. Langit Tak Mendengar
  9. Taman Langit
  10. Bintang Di Surga
  11. Dara (satu-satunya lagu yang diisi oleh Ariel)

Semua lagu yang ada di album ini saya sangat menyukai. Tapi, ada 1 lagu yang menjadi favorit saya, yaitu Sahabat. Edan. Edan. Edan. Edan. Karinding Atack edan ! Merinding saya ketika mendengar instrument dari lagu ini. Arrrrgggghhhh .. Benar-benar kolaborasi yang indah dan elegan. Nuansa etniknya sangat terasa. Pas, dan tidak berlebihan. Tidak ketinggalan, aksi personel lainnya memainkan drum elektrik dan line bass. Apik tenanlah pokoknya.

Lihat saja video klip di bawah ini :