Monthly Archives: June 2012

Advertisements

[KUATOO] Nostalgia Kuliner Di Medan

Sholat di Mesjid Raya, sudah tercapai. Singgah ke Istana Maimoon, juga sudah. Walau pun masih agak kecewa sama keduanya, tapi, yasudahlah.. Mending wisata kuliner, isi perut, sambil nostalgia jajanan dulu.

Beberapa kerabat menyarankan saya untuk mampir ke Merdeka Walk, ketika mengetahui kalau saya akan berkunjung ke Medan. Lantas saya berfikir, pasti mereka “orang baru”, deh.. Yang secara kebetulan pas mereka ke Medan, Merdeka Walk sudah ada. Coba mereka ke Medan nya pas Merdeka Walk masih berupa tanah lapang, apa mereka bakal menyarankan saya ke sana? Pasti tidak.

Saya meninggalkan Medan tahun 1997, kala itu masih kelas 4 SD. Dari saya TK sampai sebesar itu, setiap diajak kedua orang tua untuk jalan-jalan, saya memilih untuk ke daerah Ahmad Yani. Lebih tepatnya Jl. Ahmad Yani atau sekarang lebih dikenal dengan sebutan KESAWAN.

Pasalnya, disana itu ada es krim, sate padang, dan sate kerang yang enak banget. Tempat itu bukan ruko, hanya warung tenda biasa. Tempatnya, pun sempit. Yang menjadi “petunjuk” keberadaan mereka adalah toko sepatu BATA.

Kalau dulu patokannya adalah toko sepatu BATA, kalau sekarang ada tambahan patokan baru. Yaitu, rumah Tjong A Fie – keturunan Tiong Hoa yang rumahnya itu luas banget. Punya kamar sebanyak 33 ruangan (kata Fadel, tour guide saya).

Es Krim & Sate Padang Bata

Sewaktu saya kecil, saya menyebutnya adalah Es Krim Bata. Dan, saya #barutahu kalau ternyata nama warung es krim itu A PO. Karena, A PO adalah nama pemiliknya. Makanya, Fadel sempat bingung ketika saya ajak ke es krim bata ini. He he he.. Maaf ya, Del.

Tenda Es Krim A PO

Warungnya memang sempit, tapi, pengunjungnya ga pernah sepi. Apalagi, Medan sekarang padatnya bukan main, plus, cuacanya itu, lho.. Panas banget. Makanya, orang pasti banyak mencari cemilan yang dingin-dingin segar gimanaaaa geto.

2 Pekerjanya (Ga Sempat Nanya Mereka Itu Siapanya A PO)

Warung boleh sederhan, tapi rasa es krim ini tak pernah sederhana. Rasa es krim ini mewah. Semewah harga yang ditawarkan. Segelas es krim ini dibandrol dengan harga Rp. 10.000. Saya memang lagi jaga badan, untuk kali ini tak ada yang namanya badan dijaga-jaga. Saya siap, kalau memang harus naik beberapa kilo. Sayang aja, sudah sampai disini, tidak menikmati es krim sodanya.

Es Krim Soda

Es Krim 3 Rasa

Nah, untuk makannya, saya pilih si tetangga es krim A PO ini, sate padang. Apa, Dit? Jauh-jauh ke Medan lo makannya sate padang? begitulah kata teman saya ketika saya menceritakan wisata kuliner saya di Medan. Memang sih, sate padang di Jakarta juga bejibun. Tapi, lagi lagi saya mengatakan, saya ingin nostalgia masa kecil. Wajar dong, memilih ini. Lagian, sate padang ini abangnya ga pelit macam di Jakarta, lho. Di Jakarta dagingnya hanya buat nambah jigong, sangking tipisnya. Di sana, bener-bener kenyang. Ga pelit rasa.

Sate Padang

Mie Soup Medan

Keesokan harinya selepas silaturahmi dan ziarah ke makam nenek, saya beserta orang tua dan adik, memutuskan untuk singgah ke salah satu warung Mie Soup Medan, yang letaknya tak jauh dari rumah kami dulu.

Warung Mie Soup

Waktu SD, selepas les, saya selalu singgah ke warung ini. Soalnya, mie soupnya enak. Ga terlalu bermicin dan terlalu asin. Apalagi, sate kerang, dan tahu isinya baksonya enak banget.

Pelengkap

Mie Soup Ayam + sate Kerang Kering

Pancake Durian

Sebenarnya, pancake durian ini bukan termasuk makanan nostalgia. Pasalnya, ketika saya kecil, durian belum dikreasikan sedemikian rupa. Makanya, mencoba pancake durian di Merdeka Walk saya masukin list terbawah.

He he he …

Lagian ya, pancake durian Medan sering banget saya makan. Kerap kali dapat oleh-oleh pancake durian dari saudara atau dari orang tua yang habis berkunjung ke Medan.

Pas saya iseng ke Merdeka Walk yang tempatnya tepat berada di depan hotel tempat saya bermalam, saya ke sana dan menanyakan apa yang enak disana. Banyak yg bilang Dim Sum. Whats, dim sum? Baiklah, walaupun sering makan, ngga ada salahnya untuk mencoba.

Dim Sum + Pancake Durian

Lontong Medan

Untuk kuliner terakhir ini, saya makannya pas sarapan di hotel. Ga berniat nyari-nyari selama di Medan. Soalnya, setiap lebaran Idul Fitri maupun Idul Adha, bahkan sampai acara santai, ibu selalu menyajikan lontong Medan. Ditambah pula, ibu pun berdagang lontong Medan serta lupis.

Lontong Medan

Untuk rasa, nothing special. Soalnya, kalau makanan kampung masuk hotel rasanya pasti sudah tidak sama. Banyak ditambah rasa pastinya.

FYI, berat badan saya naik 3 kilogram selama 4 hari di Medan. Beda, ketika saya berada di Yogyakarta selama 9 hari. Ha ha ha =))

Menyedihkan itu ketika mengetahui blog pribadi ga bisa dibuka. 😦

– Adiitoo –

Medan Trip #2 : Istana Megah Itu …

Sudah sampai di Medan, sudah sholat di Mesjid Raya…tapi, belum menginjakkan kaki ke Istana Maimoon? Duh, sia-sia banget tuh, jalan-jalannya.

Makanya itu, daripada jalan-jalan saya yang saya sendiri tidak pernah tahu kapan akan kembali ke sana lagi, saya pun tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk singgah ke Kerajaan Melayu Deli itu.

Selepas melaksanakan sholat Jumat di Mesjid Raya, saya bersama Phadel, langsung bergegas ke Istana yang terletak di Jl. Bring Katamso — yang secara letak tak jauh dari Mesjid Raya.

Istana yang memiliki luas 2.772 M² ini dari luar terlihat begitu megah. Hanya saja, siang itu kemegahan Istana yang sudah berdiri selama 2 abad ini terlihat kusam.

Benar saja, ketika saya mendekati Istana Maimoon dan berusaha mencari pintu masuknya, yang saya dapati banyak tembok yang cat-catnya mulai mengelupas. Tidak hanya itu, rerumputan di halaman Istana, pun sudah meninggi.

ISTANA MAIMOON

Sepertinya, bukan timing yang pas untuk saya menjelajahi Istana Kesultanan Deli ini. Pasalnya, ketika saya mencoba untuk masuk ke dalam Istana, sedang melakukan banyak perbaikan. Di setiap sudut Istana, banyak pekerja yang memaku, mengecat, dan melakukan kegiatan perbaikan lainnya.

Salah Satu Pekerja

Tidak hanya itu, ketika saya masuk ke dalam Istana dan diharuskan membayar uang masuk sebesar Rp. 5.000 , ada 1 ruangan yang malah dipakai oleh sekelompok orang untuk mengadakan arisan. Damn. Saya kaget bukan main. Istana yang seharusnya dijadikan objek wisata, malah dijadikan tempat untuk arisan.

Satu Sudut Istana Yang Juga Sedang dalam Tahap Perbaikan

Karena saya sendiri bingung apa yang ingin saya lakukan siang itu, saya pun memilih untuk keluar dan bergegas menuju mobil yang siap mengantarkan saya untuk berwisata kuliner. Sebelum masuk ke dalam mobil, saya sempatkan sebentar untuk bercengkrama bersama anak-anak yang asik bermain di halaman Istana.

Areng Banget!

Ireng !

Lucu melihat ulah mereka yang asik bermain becek. Saya panggil mereka, dan saya ajak saja untuk berfoto. Mau tau apa reaksi mereka?

“Bang, bagi uanglah. Kan udah foto bareng. Tak gratis foto sama kami. 5rb saja pun jadi”.

Gubrakkk! Dasar bocah tengil, kecil-kecil sudah “menjual diri sendiri”. Ha ha ha .. Saya sodorkan saja uang 10rb ke mereka sambil berkata

“Jangan dipakai untuk beli rokok, ya”. Jawaban yang saya terima cukup membuat saya terharu. “Tidak, bang.. Uang ini kami masukin celengan untuk uang beli buku”.

— SINGKAT CERITA —

Hari Minggu (hari ke 3), selepas menghadiri acara pernikahan keponakan ayah, kami sekeluarga menyempatkan diri untuk ke Istana Maimoon. Soalnya, pas hari pertama saya ke Istana, tidak dibarengin kedua orang tua serta adik saya.

SINGGAHSANA RAJA

Untuk hari ke-2 ini cukup membaiklah ketimbang sebelumnya.

Untuk hari ke-2 ini, kami dapat menyaksikan pertunjukan Live Music yang memainkan lagu-lagu khas Melayu. Oia, salah satu pemain musiknya, kalau dilihat dari samping mirip Iko Uwais, lho. #penting.

Pemain Musik

Warna kuning yang menghiasai Istana itu memberi kesan mewah.

Oia, ternyata pengunjung juga bisa menyewa busana khas Melayu Deli. Yaitu, Teluk Belanga dan Baju Kurung. Harga sewanya ga mahal, kok.. hanya Rp. 20.000/busana. Dengan busana ini, kita bisa bergaya layaknya Raja serta Ratu Kerajaan. Berfoto disetiap sudut Istana yang didirikan oleh Sultan Deli, Makmun Al Rasyid Perkasa Alamsyah ini, pun tampak beda.

Tinggi Banget Ya, Gw !?!

Keren, ‘kan?

Saya sendiri merasakan sensasi tersendiri ketika memakai busana itu. Percaya atau tidak, ketika saya memakai baju itu, tingkat kegantengan saya naik 60% dari biasanya. *dikeplak*.

Ungu Itu Membuat Gw Berisi

Jujur, saya kangen memakai busana teluk belanga seperti ini. Padahal dulu, saya sering dibuatkan baju seperti ini setiap kali Hari Raya Aidil Fitri.

Konser Maha Karya Ahmad Dhani

Rabu, 13 Juni 2012, Ahmad Dhani menggelar konsernya yang bertajuk “Maha Karya Ahmad Dhani” di Jakarta Hall Convention Centre.

Saya memang bukan BalaDewa sejati, hanya saja, lagu-lagunya si botak itu sudah tidak asing lagi di telinga saya. Apa lagi, lagu-lagu Dewa 19 yang vokalisnya masih dipegang Ari Lasso, sudah saya dengarkan ketika saya masih duduk di bangku SMP. Makanya itu, ketika mendengar Ahmad Dhani mau mengadakan konser, saya usahakan untuk menontonnya.

Memang dasar anaknya ngga mau rugi, sebisa mungkin, gimana caranya, nonton konser ngga boleh keluar uang sedikit pun. Ha ha ha .. Makanya, sebisa mungkin saya mencari quiz-quiz yang diadakan di Twitter.

Memang jodoh tak ‘kan lari kemana, ya.. Gayung pun bersambut, beberapa hari sebelum acara dimulai, @JakartaVenue mengadakan quiz yang berhadiah tiket Festival konser Ahmad Dhani ini. Tanpa fikir panjang, saya ikutan aja.

Singkat cerita, ternyata saya menang. Horeeeeee .. Lagi, lagi, dan lagi menang tiket konser di Twitter. Semakin cinta sama Twitter.

Pas hari H, saya bersama 3 pemenang lainnya, janjian untuk masuk ke venue bersama-sama. Karena kabarnya acara dimulai pukul 20.00 WIB, kami pun janjian di JCC pukul 18.00. Maklum saja, pemenangnya “babu” semua. Ha ha ha. Setelah saya, @IndahJelita @RizaSoraya @kk_anoy bertemu si empunya quiz, kami ber-empat pun masuk ke dalam JCC.

Tapi, apa yang terjadi. Pintu venue utamanya belum dibuka. Dan, para penonton, pun mulai bersorak-sorak. Terutama para BalaDewa yang berada dibagian Tribune, bisingnya minta ampun. Ngga sabaran banget mau nonton konsernya.

Antrian Depan

Antrian Belakang

Tapi, ya, namanya juga orang Indonesia.. Sekeren apa pun EO nya, tetap saja jam yang digunakan adalah jam karet. Molor 1 jam, booooo. Seharusnya mulai jam 8 malam, jadi mulainya jam 9 malam.

Setelah menunggu lumayan lama (yang mengakibatkan saya kecapean diikutsertakan kelaparan dan kehausan) acaranya, pun dimulai.

Sebagai pembuka konser (cukup) megah itu, Ahmad Dhani memilih Agnes Monica untuk membawakan lagu  yang — seharusnya — berjudul Pangeran Cinta. Giloooooo… Agnes itu, ya.. Kerennya kebangetan. Seksinya minta ampun, mukanya minta dicubit, dan bibirnya minta dicium. Upssss! Ngga salah memang, kalau Ahmad Dhani memilih Agnes sebagai pembuka. Walaupun dibagian reff ada kesalahan, tapi semua itu tertutup dengan aksi panggung Agnes yang membuat saya ngences.

Agnes Monica Ft The Law

Agnes Monica kewl!

Setelah mata dimanja dengan keseksian suara Agnes yang aduhai itu, penonton pun dimanja kembali dengan ke-aduhai-an body suara Mulan Jameela. Janda (kabarnya sih, ya.. Tapi menurut saya sih, enggak) ini membawakan tembang karya si plontos, Mahluk Tuhan Paling Seksi. Sesuai judulnya, seksi, Mulan pun malam itu tak kalah seksi dari Agnes.

M. J

M. J

Yihaaaaaa.. Dewa 19 has comeback. Ari Lasso pun naik ke atas panggung bersama Ahmad Dhani dan Andra Ramadhan. Pas sesi ini, nih, para BalaDewa tak henti-hentinya bertepuk tangan, dan pastinya nyanyi bersama. Sebagai hadiah pertama untuk para BalaDewa, Dewa 19 memilih Restoe Boemie sebagai lagu pembuka. Dan, karena lagu ini pula, Dhani menitikkan air matanya.

Ari Lasso

Ahmad Dhani, Andra Ramadhan, Ari Lasso

Pwecahhh!

Setelah lagu pertama itu, Dhani pun memanggil anak bungsunya untuk bermain piano mengiringi aksi Ari Lasso dengan judul “Cinta ‘Kan Membawamu Kembali”. Bukan Dhani namanya kalau dia tidak membuat orang lain ketawa dengan ulahnya. Malam itu, anaknya Dul yang menjadi korban “kejahilan” si Dhani.

“Dul, kalau dipanggil naik ke atas panggung, jangan langsung duduk.. Kasih salam dulu ke penonton. Ulang sana..” kata Dhani ke anaknya. “Maklum, baru mau jadi artis. Hahaha..” kata Dhani ke penonton. Dasar!

Setelah puas dengan penampilan Ari Lasso yang membawakan 8 lagu pada malam itu, pengisi selanjutnya , pun bergantian membawakan lagu milik Ahmad Dhani. Mulai dari Maha Dewi dengan “Dokter Cinta” dan “Begitu Salah Begitu Benar” yang berduet dengan Titi DJ, Titi DJ dengan tembang “Tak Akan Ada Cinta Yang Lain”, Afgan “Andai Dia Tahu”, Vina Panduwinata “Lagu Cinta” dan “Mistikus Cinta”.

Maha Dewi Ft Titi DJ

AFGAN SADIS

Vina Panduwinata TUMPAH!

Untuk penikmat acara realityshow Indonesian Idol, pasti pada tahu kalau Dhani akan mengikut sertakan 4 besar untuk bernyanyi di konsernya. Regina yang awalnya di “sorakin” sama para penonton, pada akhirnya mendapatkan tepuk tangan yang cukup meriah karena berhasil membawakan lagu “Cinta Mati” berduet dengan Judika. Kalau kata saya, sih.. Tepuk tangan itu untuk Judika, bukan Regina. *sinis*

Judika & Regina

Setelah Regina, kini giliran Sean yang menyumbangkan suaranya. Untuk Sean, komentarnya cuma 1 “Sean, kenapa memakai gaun itu.. Umurmu masih 16, nak. Kamu kelihatan tua jadinya”. Kalau untuk suara, suara Sean memang bagus. Dia pantas menang. Sean malam itu membawakan lagu berjudul “Keabadian”.

Sean

Anak-anaknya Dhani gimana, Dit? Ikut nyanyi, ngga? Ya pasti ikutlah. Dhani gitu, lho. Mana mau rugi. Apa lagi, nih, sepanjang pertunjukkan para penonton (wanita) tak henti-hentinya memanggil nama saya Al.

AL

Anak-anaknya yang berkolaborasi bersama para sepupunya malam itu membawakan lagu “Black Dog”. Asli lho, suara keponakan Dhani gahar cuy.

Lucky Laki

Sayang seribu sayang, saya tidak dapat menikmati konser Maha Karya Ahmad Dhani ini sampai tuntas. Karena ada “panggilan darurat” saya memutuskan untuk pulang. Ngga rugi kok, karena saya sudah menyaksikan yang keren-kerennya. Tersisa hanya TRIAD, Dion, Yoda, dan Once. Saya sebenarnya menunggu penampilan Once. Ternyata, Once ditaruh sama Dhani dibagian penutup.

Overall saya sangat menikmati konser ini. Mungkin kekurangannya hanya di soal waktu, dan suara permainan musik dari orchestra yang malam itu tidak terdengar sama sekali. Sisanya, saya senang sekali.

Mau Nanya, Dong !

Hai, guys!Boleh nanya-nanya sedikit, ga? Saya tahu, banyak penghuni Tumblr yang suka membaca buku.

Buat teman-teman yang ada di Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Bali, Palembang, Medan, Balikpapan, Makassar, dan Ambon.. Sekiranya, ada workshop yang mendatangi seorang penulis untuk mengisiworkshopkira-kira yang kalian inginkan siapa saja.

Dari sekian nama-nama beken di bawah ini, kira-kira siapa yang kalian inginkan untuk mengisi workshop itu. (PILIH 3 NAMA, YA)

Dewi Lestari (sastra modern)
Andrea Hirata (sastra modern)
Raditya Dika (humor)
Ollie (metropop)
Ika Natassa (metropop)
Sapardi Djokodarmono (puisi , guru besar sastra UI)
Seno Gumira (best short stories writer versi kompas)
Alberthiene Endah
Asmanadia
Ahmad Fuadi (penulis bestseller negeri 5 menara)
Habiburrahman El Shirazy (penulis bestseller ayat-ayat cinta)
Fira Basuki
Clara Ng
Gol A Gong
Windy Ariestanty
Arief (Poconggg)

CARA JAWABNYA :

NAMA KOTAMU – 3 NAMA ITU. Terima kasih.

Paling benci sama orang yang berkomentar “dari pada beli tiket konser yang super mahal, mending uangnya buat amal”. Yah, untuk urusan amal itu kan hanya Tuhan dan gw kali yang tahu.

Adiitoo


Lagian ya, gw kan ga beli tiket, dapat dari Twitter. Hahaha :))