Monthly Archives: October 2012

#OPSEM28 Itu…

Minggu (28/11) kemarin, akhirnya saya dapat ikut  berpartisipasi dalam acara yang diadakan oleh Operasi Semut. Setelah sukses dengan #OpsemPerdana dan #OpsemGunung nya, kali ini Operasi Semut kembali dengan #Opsem28 nya.

#Opsem28 sendiri merupakan kegiatan dari launching program #BeraniMengubah nya Coca Cola Indonesia. Angka 28 diambil dari tanggal berlangsungnya kegiatan tersebut. Dan secara kebetulan, 28 Oktober diperingati sebagai Hari Sumpah Pemuda.

Berlokasi di Jalan Blora, Jakarta Pusat, 40 prajurit semut hadir untuk meramaikan acara tersebut. 40 prajurit ini nantinya akan bergabung dengan peserta lain untuk memungut sampah-sampah yang ada di kawasan Bundaran HI.

Tau sendirilah ya, kalau hari Minggu itu, di Bundaran HI tumpah-ruah orang-orang melakukan kegiatan semacam olah raga. Dan, sudah bisa dipastikan akan banyak ditemukan sampah-sampah di lokasi itu.

Dalam acara launching #BeraniMengubah Coca Cola ini, juga hadir pasukan-pasukan yang dibawa oleh team dari Smile For The Future.

#BeraniMengubah itu sendiri adalah program dari Coca Cola Indonesia yang membantu mewujudkan ide-ide pemuda Indonesia dalam melakukan perubahan yang lebih baik.

BERANI MENGUBAH …

PERUBAHAN BESAR BERAWAL DARI SATU PEMUDA !!

Nah, Operasi Semut (ide brilian yang tercetus dari seorang @umenumen) ini adalah salah satu pemenang dari program #BeraniMengubah nya Coca Cola Indonesia tahun 2011.

***

Tepat pukul 06:00 WIB, para prajurit semut yang sudah hadir melakukan daftar ulang. Sebelum acara pemungutan sampah secara massal nya berlangsung, dilakukanlah briefing yang dipimpin oleh si sang Raja Semut, @umenumen. Dan tidak lupa dibagikan tas yang berisi kantong plastik, sarung tangan plastik dan juga kaos berwarna merah.

Kaos Operasi Semut

Setelah semua pasukan berkumpul, baik dari prajurit Semutnya, maupun dari tim lainnya, akhirnya acara memungut sampahnya pun dimulai.

Pasukan Siap Beraksi !

Ngga malu Dit mungutin sampah di Bundaran HI? Kan, dilihatin banyak orang!

Malu? Hmmm.. Jujur, iya. Tapi, sedikit. Rasa malu itu hilang ketika saya melihat semangat yang ditunjukan oleh teman-teman lainnya. Peduli amat dengan apa yang orang ucapkan. Mereka ngga kenal saya, saya pun ngga kenal sama mereka. Kalau pun kenal, pasti saya tarik untuk membantu saya. Hahaha 😆

Tahu tidak, ketika saya memunguti sampah-sampah di Bundaran HI, keringatan yang ngucur dari tubuh saya seperti orang yang habis ikutan lari maraton, lho. Asik parah!

Memang sih, dari lokasi acara ke Bundaran HI tidak telampau jauh. Tapi, memunguti sampah yang ada disetiap sudut jalan itu benar-benar membuat tubuh bergerak.

Eaa .. Numpang Narsis!

Ternyata benar ya, sebagian kecil masyarakat Jakarta itu masih punya hati. Buktinya saja ketika saya memunguti sampah-sampah yang ada di Bundaran HI. Tidak sedikit dari mereka yang sedang asik duduk-duduk di situ ikut membantu saya memunguti sampah dan memasukannya ke dalam kantong plastik yang saya bawa. 🙂

***

Setelah 1 jam lamanya memunguti sampah di Bundaran HI –dan dirasa (cukup) bersih– prajurit semut dan personel lainnya balik lagi ke tempat semula.

Eittttsss… Acara belum selesai. Walaupun memunguti hati sampahnya telah selesai, acara seru lainnya masih menanti.

Hari itu, ada Project Pop dan Kojek Rep Betawi yang ikut memeriahkan acara. Mereka tampil di panggung #BeraniMengubah nya Coca Cola.

Sebelum menyaksikan aksi panggungnya Tika Panggabean CS, para prajurit menyaksikan penampilan dari Kojek Rep Betawi. Sekedar informasi, Kojek Rep Betawi ini juga salah satu pemenang dari program #BeraniMengubah nya Coca Cola.

Kojek Rep Betawi

Kalau saya tidak salah dengar, ide mereka adalah mengajari anak-anak jalanan untuk membuat lagu anak-anak dengan gaya nge-rap gitu.

Selesai mereka tampil, tiba-tiba saja kami semua dikejutkan oleh 3 orang penyanyi yang menyanyikan lagu Nasional Indonesia. Selepas mereka nyanyi, lagi-lagi kami dikejutkan oleh atraksi Perkusi dari sanggar yang saya lupa namanya. 😆

Atraksi Perkusi

Selesai kejutannya? Ish, belum! Kejutannya masih ada lagi.

Penampilan selanjutnya datang dari dancer-dancer muda. Dancer yang tidak saya ketahui berasal dari sanggar mana ini menampilkan beberapa gerakan.

Mereka yang terbagi dari beberapa kelompok, ada yang memperagakan gerakan seolah-olah mereka sedang terjebak macet di jalanan Ibu Kota. Di kelompok lain, ada yang memperagakan gerakan seolah-olah mereka adalah pembersih jalanan. Dan, dikelompok lain terselip masing-masing pemenang dari #BeraniMengubah nya Coca Cola tahun 2011 untuk membacakan isi dari teks Sumpah Pemuda. Tentu ada @umenumen di dalamnya.

Diakhir pertunjukan, ternyata ada flashmob nya jugaaaaa. Arrrrggghhhhhh… SERU! Walaupun banyak yang tidak bisa mengikuti gerakannya, tidak menyurutkan semangat untuk tetap goyang semampunya. 😆

AHA! Yang ditunggu akhirnya datang juga. Merekalah Project Pop. Grup konyol dari Bandung ini berhasil membuat semua yang hadir ikut bernyanyi bersama dan jejingkrakan.

Beberapa tembang hits mereka bawakan. Diantaranya Dangdut Is The Music Of My Country dan Metal VS Dugem.

Memang pada dasarnya mereka ini musisi konyol, ada saja ulah mereka. Tiba-tiba saja mereka mengajak yang hadir untuk ber-gangnamstyle.

Yang paling mengharukan adalah ketika Project Pop membawakan lagu kebangsaan Indonesia dan lagu mereka sendiri berjudul Indovers. Coba deh, kamu cari di youtube dan dengarkan. Liriknya ngena banget!

Paling seru sih, ketika mereka turun panggung dan masuk ditengah-tengah kerumunan orang. Itu seru abis. Apalagi lagu yang mereka bawakan adalah lagu yang berjudul “Ingatlah Hari Ini”. Saya beberapa kali disodorin mic oleh mereka, jadinya berasa karaoke. 😆

Project Pop Beraksi !

***

Secara keseluruhan acara yang digagas oleh Coca Cola hari itu sangat menyenangkan.  Salut juga untuk @umenumen yang telah melahirkan ide ini.

Sebelum pulang, kami semua menyempatkan diri untuk foto-foto. Horeeeeee! Apalah artinya sebuah kegiatan tanpa foto-foto :p

Raja Semut dan Prajurit Semut

Raja Semut dan Prajurit Semut

Semoga dengan adanya kegiatan ini, membuka mata masyarakat Indonesia untuk lebih perduli terhadap lingkungan. Sampah sekecil apapun ukurannya, kalau bisa dibuanglah ke tempatnya.

Baru di sekitar Bundaran HI saja, entah berapa berat sampah yang berhasil kami pungut Minggu kemarin. Yang pasti banyak!

Sebelum mengajak orang lain untuk sadar akan lingkungan, sadarkan saja diri kita terlebih dulu. Mulai beraksi, jangan hanya sekedar janji dan wacana.

Tidak butuh omongan, tapi butuh bukti.

Mau dong melihat negara ini seperti negara-negara maju dan bersih lainnya.

Makanya itu .. Yuk, peduli lingkungan.

***

Buat kamu yang ingin bergabung bersama Operasi Semut dan ikut dalam setiap event yang diadakannya, buruan follow @OperasiSemut atau like saja facebooknya  Operasisemut.

Ditunggu event berikutnya ya, Mut!

Advertisements

Menjajal Bus Perbatasan

Jumat lalu, ketika saya hendak pulang ke rumah dari blok M Plaza, tanpa sengaja saya melihat bus berwarna biru yang berukuran cukup besar ngetem di dekat taman Blok M (taman yang berada persis di samping terminal Blok M).

Dari kejauhan bus ini tampak seperti patas AC pada umumnya. Tapi, setelah dilihat lebih dekat, bus ini semacam bus TJ ( Trans Jakarta , -red) , yang memiliki pintu samping kanan dan kiri yang cukup tinggi, ditambah pula kursi-kursi yang saling berhadapan, persis seperti bus TJ yang sudah lama beredar.

Usut punya usut, ternyata bus ini “busway” nya warga Ciputat dan sekitarnya. Namanya adalah APTB (Angkutan Perbatasan Terintegrasi BusTransJakarta). Terminal untuk bus APTB ini berada di terminal Ciputat. Untuk rutenya sendiri, APTB melayani daerah Ciputat sampai Kota.

Bus APTB

Wah, sebagai warga Ciputat (berKTP-kan Jakarta), saya cukup senang akan hadirnya bus APTB ini. Kalau saya ingin ke daerah-daerah pusat macam Senayan, Semanggi, HI, dan Kota, tidak perlu lagi deh saya ke terminal Lebak Bulus.  Cukup ke terminal Ciputat, naik bus APTB ini, bayar 6.000 rupiah, duduk manis, sampai deh saya ke tempat-tempat itu.

Dari segi ongkos sih sebenarnya sama saja (bagi saya). Kalau saya ingin ke daerah yang saya sebutkan di atas, saya harus menaiki angutan kota dari pasar Ciputat ke terminal Lebak Bulus, dan dikenakan tarif 3.000 rupiah. Ditambah pula, ongkos untuk bis yang ingin saya naikin. Bisa-bisa total keseluruhan ongkos saya lebih dari 6.000 rupiah.

Sedangkan untuk daerah-daerah yang misalnya tidak terjangkau oleh bus APTB ini dan mengharuskan kita pindah busway, ya kita tinggal pindah saja. Tak perlu bayar lagi.

Untuk saat ini, bus APTB ini cukup layak untuk dinaikin. Masih bersih, wangi, tak ada sampah, aman, dan yang jelas adem. Mungkin karena baru kali, ya. Tau deh, kedepannya bagaimana. 😆

Oia, bus APTB ini masih sepi penumpang (sepertinya sih, banyak yang kurang ngeh akan keberadaan bus satu ini)

Bersih, kan?

Bus APTB ini tak ada jalur khusus. Tapi, karena bus APTB ini seperti layaknya bus Trans Jakarta, jadi ada peraturan yang mempersilahkan bus APTB ini memakai jalur bus Trans Jakarta.

Jalur bus APTB ini sendiri sebenarnya masih bebas. Bebas seperti bus kebanyakan. Minusnya, boleh menaikan dan menurunkan penumpang di sembarang tempat. Maksudnya di sembarang tempat, tidak harus di terminal busway gitu. Kalau pun kita mau turun (misalnya) di halte busway Pondok Indah, boleh saja.

Beli tiketnya saja, bisa di dalam, kok. Nanti juga kernetnya akan memintas ongkos dan menyerahkan tiketnya.

Jalan di luar dari jalur busway, juga tidak masalah. Apabila terkena macet dan ingin numpang jalan di halte busway, silahkan.

Memang di Ciputat ada jalur khusus? Tak ada ! Jalan sesempit itu mana mungkin lagi ditambah dengan jalur khusus. Mau semacet apalagi Ciputat ini. Makanya, bus APTB ini bebas.

Waktu saya menaikinya dari Blok M, ada pun daerah yang dilewati oleh bus APTB ini adalah Kebayoran Baru, Gandaria, dan Radio Dalam. Kalau kamu sering ke daerah situ, tidak ada kan, jalur khusus busway? Nah !

Hei, kamu, warga Ciputat. Ingin menjajal bus APTB ini? Saran saja. Naiknya jangan dari terminal Lebak Bulus, rugi. Karena ongkosnya 2x lipat dari angkutan kota yang biasa kamu naikin dari terminal Bulus.

Kalau mau, naiklah dari Pondok Indah. Ngga rugi, kok. Rugi kalau kamu ngebandinginya dengan Kopaja 102. 😀

Gigi Sensitif Itu Menyiksa

Narablog, boleh saya bertanya?

Ada tidak, diantara kamu, kamu, dan kamu, yang ketika melihat (hanya melihat, lho) makanan manis macam coklat, permen, gulali, atau makanan manis lainnya, gigi kalian langung “nyeeeeeessss….” ?

Ada?

Ga ada?

Wah, kalau enggak ada, berarti cuma saya sendirian dong, yang mengalami hal seperti itu? Hiks 😦 . Sekedar informasi, saya pribadi mengalami hal tidak mengenakkan seperti itu. Bayangkan saja, ketika saya melihat segala rupa makanan yang manis-manis, gigi saya sebelah kiri langsung bergejolak. Mau makan coklat, belum lagi coklatnya saya gigit, gigi saya langsung bereaksi tanda menolak. Parah!  Gigi saya ini sensitifnya melebihi kesensitifan perasaan seorang wanita ketika sedang PMS. Nyiksa. Sensitif seperti ini bukan baru 1-2 tahun saya alami, tapi sudah hampir 4 tahunan. Doh !

Nah, karena hal seperti inilah saya bersemangat sekali ketika milis hore mendapatkan undangan dari Sensodyne. Acara yang bertajuk “Sensodyne Blogger Meet Up” berlangsung pada hari Minggu, 7 Oktober 2012, bertempat di Portico Senayan City, Jakarta.

Ada pun narasumber yang hadir pada hari itu yaitu drg. Yudha Rismanto atau yang lebih akrab disapa drg. Yuda, dan juga ada drg muda yang ketika saya menyebut namanya, pasti cewek-cewek pada jejeritan histeriss. Ya, dia adalah drg. Ariandes Veddytaro atau yang lebih akrab disapa dengan panggilan dr. Andes. Andes ini walaupun usianya masih muda, tapi dia sudah menjabat sebagai GSK Dental Dentailing Manager, lho. Beuh. Keren!

Ki-Ka : Ernest Prakasa, drg. Yudha Rismanto, SpPerio, drg. Ariandes Veddytarro

Acara sensodyne blogger meet up sore itu membicarakan topik-topik yang sangat sensitif di bagian gigi dan sekitarnya. Sebelumnya, Andes mengajak seluruh peserta yang hadir, MC, sampai ke panitia, dan bahkan dia sendiri ikut menjalani tes yang disebut dengan Chill Test. Dari Chill Test inilah, nantinya bakal diketahui gigi kita sensitif atau tidak. Aku sih tidak mengikuti test ini. Lah, sehari-hari saja, tanpa harus menyentuh dan baru melihatnya, gigi saya sudah berekasi keras.

Caranya bagaimana, Dit?

Ikutin caranya, yaaa …

Sekarang, narablog ambil segelas air putih (ditambah sirup, boleh.. Enggak juga ga masalah. Tergantung selera) lalu tambahkan beberapa buah es batu. Es batunya tidak perlu yang besar-besar, cukup yang kecil saja. Sudah? Kalau sudah, masukkan air yang sudah dingin ke dalam mulut. Eitssss … Tunggu dulu, sabar, jangan langsung ditelan. Tapi, berkumurlah selama beberapa detik. Lalu, tahan. Biarkan air yang dingin itu menyebar ke seluruh sela-sela gigi.

Sudah? Lalu, apa yang kamu rasakan?

Biasa saja? Atau ada timbul rasa ngilu yang tajam?

Kalau kamu merasakan ngilu yang tajam, selamat, tandanya kamu masuk diantara 45% orang Indonesia lainnya, hahahaha. Tandanya, kamu dan aku sama. Tosh.

Kenapa saya bilang kamu masuk diantara 45% orang Indonesia lainnya? FYI saja, 45% orang Indonesia merasakan ngilu karena gigi sensitif saat mengonsumsi makanan/minuman dingin, panas, manis, ataupun asam (Ipsos Indonesia, 2011)

Duh, parah, ya?

*

Kamu pernah mendengar istilah Hipersensitivitas Dentin? Enggak tau?

Nah, Hipersensitivitas Dentin atau biasa disebut dengan gigi sensitif adalah sensasi yang dirasakan ketika saraf di dalam dentin gigi terekspos lingkungan. Mulai dari iritasi hingga rasa ngilu yang menusuk. Saya sering kali merasakan hal-hal seperti ini apabila dihadapkan langsung oleh udara dingin, tekanan udara tinggi, pengeringan, gula, asam, dan tekanan pada gigi. SUMPAH! Saya sering kali menggunakan masker untuk menutupi mulut saya, supaya kalau tiba-tiba udara dingin, anginnya tidak masuk ke dalam mulut saya, dan dengan iseng menyentuh gigi sensitif saya. Minuman manis pun sering banget saya tolak, karena saya takut terkena gigi sensitif saya itu. Terkadang pun ketika saya makan sehari-hari, saya berusaha untuk mengunyahnya di sebelah kanan, bukan di kiri yang memang letak dari si gigi sensitif itu.

Dokumen Panitia

Kok bisa sih seperti itu?

Pasti bisalah. Penyebab paling umumnya karena abrasi gigi. Abrasi gigi itu hilangnya lapisan gigi/kerusakan gigi secara mekanis. Biasanya sih, ketika kita menyikat gigi terlalu keras. Dan ternyata itu tidak boleh, lho. Mungkin kita sudah terdoktrin, bahwasanya sikat gigi keras sampai menghasilkan busa, gigi kita akan kuat dan bersih. Ugh,  itu mitos! Faktanya, justru gigi kita mengalami abrasi 😥

Kamu suka pempek? Kamu suka menenggak kuah cukanya walaupun pempeknya sudah habis? Ih, kalau saya suka banget. Ternyata, eh, ternyata, itu juga tidak boleh. Mengonsumsi makanan/minuman asam secara berlebih, juga bisa menyebabkan erosi pada gigi.

Tuh kan, gigi itu sensitifnya kebangetan, ya! Kalah deh, sama pacar atau istri yang sedang PMS. Hahaha … #ditampar.

Apakah gigi sensitif bisa dicegah, Dit? Oooo, jelas !

Sederhana, kok. Hindari gaya hidup yang dapat memicu timbulnya gigi sensitif, yaitu menyikat gigi dengan cara yang benar. Ga perlu keras-keras, santai saja. Yang lebih penting sih, jangan mengonsumsi makanan dan minuman yang ekstrim langsung secara bergantian.

Maksudnya, Dit?

Maksudnya gini. Sehabis kamu menyantap es krim, jangan langsung menyantap soto atau bakso yang sedang panas-panasnya. Dan lebih gilanya lagi, habis menyantap eskrim, menyantap bakso, lalu kamu menyantap pempek. Beuh, kasih jeda, dong. Itu tu yang bisa memicu gigi kamu sensitif. Dan, biasakan diri untuk rutin ke puskesmas atau rumah sakit untuk sekedar konsultasi dengan dokter gigi, check up rutin.

“… Andai saja saya membiasakan diri 6 bulan sekali rajin menemui dokter gigi di puskesmas/rumah sakit, pasti pengetahuan seputar gigi akan sering saya dapatin. Ini malasnya ga ketulungan. Alasannya klasik. Takut. Takut sama dokter gigi. Padahal dokter gigi sekarang itu muda-muda, cakep-cakep pula. Tapi, tetap saja emoh. Takut kalau misalnya dicek nih, diketahui kalau gigi saya itu bermasalah. Dan harus di apa-apain. Aduh, gusti. Keringat dingin langsung saya. Duduk di atas kursi dan disorot lampunya itu, membuat saya gemetaran…” #menyesal

Yang pasti sih, jangan lupa gunakan pasta gigi khusus gigi sensitif, yaaaa..

Ngomongin pasta gigi khusus gigi sensitif, pasta gigi apa sih, yang kamu gunakan?

Kalau saya pribadi sih, berhubung sering banget terkena serangan mendadak di bagian gigi, saya menggunakan pasta gigi sensodyne sebagai senjata. Jauh sebelum saya menghadiri acara Sensodyne Blogger Meet Up ini, saya sudah menggunakan Sensodyne. Tidak rutin sih, jarang-jarang, hehehe #BeraniJujur .

Dulu sih, variant untuk pasta gigi Sensodyne masih itu-itu saja. Sekarang, sudah banyak. Ada 7 variant. Yaitu : Rapid relief, Fresh Mint, Gentle Whitening, Gum Care, Cool Gel, Original Flavor, dan Total care. 

Kenapa memilih sensodyne, Dit? Tapi, kenapa pula jarang-jarang membelinya?

Jujur, cara kerja Sensodyne sangat cepat. Saya selalu aman apabila menggosok gigi menggunakan sensodyne, karena ternyata, sensodyne bekerja masuk ke dalam lapisan gigi. Menenangkan saraf, dan membantu mengurangi rasa ngilu karena gigi sensitif.

Masing-masing dari 7 variant ini memiliki fungsi yang berbeda-beda. Ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu dengan cepat, ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif dengan pemakaian dua kali sehari secara teratur, ada yang memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan kesegaran pada mulut, ada juga memberikan perlindungan dari rasa ngilu pada gigi sensitif sekaligus memberikan perawatan untuk mencegah gigi berlubang.

Jarang, dikarenakan harganya yang agak sedikit mahal. Jelas saya bilang mahal, dulu kan saya hidup sendiri, jauh dari orang tua, status mahasiswa pula. Banyak pengeluaran untuk hidup seorang anak kost. Jadinya, saya harus pintar-pintar menyiasati pengeluaran untuk bisa membeli pasta gigi ini.

Tapi, kini saya sadar, ada harga ada kualitas. Harga memang mahal. Tapi, dengan cara kerja seperti yang saya paparkan itu, wajar rasanya apabila harga yang dibandrol agak sedikit mahal.

Sensodyne sebagai pakar perawatan gigi yang sudah hadir selama 50 tahun,  tidak henti-hentinya berinovasi demi menjawab kebutuhan yang pastinya berbeda dari tiap penderita gigi sensitif. Selain dari 7 variant yang saya sebutkan di atas, ada lagi lho yang baru. Yaitu,  Sensodyne Repair & Protect.

Sensodyne Repair & Protect, mempunyai teknologi bernama NOVAMIN (pasta gigi sensitif yang dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk melindungi gigi sensitif), pasta gigi sensitif yang dapat membentuk kembali lapisan mineral gigi untuk melindungi gigi sensitif. Mengandung formula unik dengan kalsium terkonsentrasi yang terbukti secara klinis membantu membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami sehingga melindungi area gigi yang sensitif.

Pergunakan  Sensodyne Repair & Protect 2x sehari secara teratur sebagai pasta gigi sehari-hari, akan senantiasa membentuk kembali lapisan mineral gigi yang alami untuk memberikan perlindungan pada area gigi yang sensitif. Sekaligus, memberikan manfaat pasta gigi sehari-hari termasuk permbersihan dan perawatan menyeluruh untuk gigi dan mulut serta memberikan kesegaran.

Fakta tentang gigi sensitif

  •  52% orang tidak menyadari bahwa mereka memiliki gigi sensitif tanpa memeriksakannya ke dokter gigi (Ipsos Indonesia, 2011)
  • Kata drg. Yudha, orang-orang di pedesaan atau orang yang terbiasa minum air dalam suhu wajar, kemungkinan kecil giginya menjadi sensitif. Tetapi, orang yang tinggal di perkotaan biasanya lebih punya kepedulian tentang perawatan gigi.

Oia, ada satu lagi nih yang penting. Yang narablog harus ketahui. Sensodyne mempersembahkan satu program yang diberi nama “Sensodyne Expert Corner“. Program ini dirasakan sangat penting dilakukan karena semakin tingginya angka penderita gigi sensitif, namun tidak menyadarinya dan mispersepsi bahwa nyeri dan gangguan akibat gigi sensitif tidak menimbulkan dampak serius, juga menyebabkan keluhan yang cenderung diabaikan. *tepuk tangan untuk Sensodyne*

Sumber : dokumentasi workshop, file dari panitia, dan ingatan yang tersisa.

Misteri Buku Tahunan Sekolah

April, 2006.

3 hari lagi, seluruh kelas 3 SMA Budi Asih akan melaksanaan pemotretan untuk buku tahunan sekolah (BTS). Dari seluruh kelas 3, hanya IPA 2 yang masih bingung memikirkan tema BTS kelasnya.


“Woi IPA 2, tema kelas kita apaan, ni?” 
teriak Gugun, ketua kelas kami.

“Iya, ni. Cuma IPA 2 yang belum punya tema. IPA 1 perkampungan, IPS 1 jaman dulu, IPS 2 a la – a la Hollywood dan IPS 3 anak rumahan. Masa IPA 2 ngga pakai tema juga”. cetus Nadine geram.

Ngga biasanya nih, IPA 2 mandek akan tema-tema. Biasanya, IPA 2 terkenal akan ide-ide gilanya. Buktinya, PENSI tahun ini, tema IPA 2 yang di terima panitia OSIS SMA Budi Asih.

Hampir 1 jam anak-anak IPA 2 menentukan tema untuk buku tahunan sekolahnya. Semua ide yang tercetus, rata-rata semuanya basi. Ada yang bilang a la India, lah .. A la-a la peternakan, lah. Semuanya ngga ada yang setuju.

Sampai pada akhirnya …

“Yaudah yaudah, kalau memang semua ide yang ada dibilang basi, bagaimana kalau tema BTS kelas kita, HOROR!!” kata Rendy dengan PeDenya.

“Horor, Ren? Hmmm.. Boleh juga, tuh. Gue setuju!” sahut Gugun menyetujui.

“Wah boleh boleh boleh .. Ngikutttttt. Tapi, fotonya dimana?” teriak 1 kelas sambil mempertanyakan lokasi yang pas dimana. Secara, kalau disekolah, mah, biasa.

“Tanah Kusir .. Horornya dapat banget, tuh. Masalah izin, serahin ke gue”.Jawab Deni yakin.

“Oke, Den.. Lo yang ngurus, ya? Kita percayain semuanya ke elo. Bokap lo, kan, Lurah di Tanah Kusir”.

—-

Hari itu, pun, tiba. Kami semua sudah berkumpul di parkiran TPU Tanah Kusir tepat setelah adzan maghrib.

Semua sibuk berdandan. Anjir, malam itu belum lagi pemotretan dimulai, suasana menyeramkan sudah tampak. Gimana enggak, semuanya berdandan a la – a la setan.

Di saat semuanya asik berdandan, dari kejauhan gue melihat sosok Dinda berjalan menunduk ke arah kami.

“Woi, Din .. Gokil lo. Lo make up di rumah? Pucetnya dapat banget. Yang lain make up disini, lo make up dirumah” tanya gue ke Dinda.

Dinda hanya mengangguk dan tidak menjawab apa-apa.

“Din, ngga usah berlagak sok misterius gitu, deh. Eh, lo fotonya habis Deny, ya. Lo mau dimana fotonya? Kuburan dalam apa di pohon-pohon sini?” tanya gue lagi sambil terheran-heran melihat kelakuan Dinda.

Bukannya menjawab pertanyaan gue, Dinda hanya menunjuk ke sebuah kuburan yang disebelahnya ada sisa tanah kosong.

“Oh disitu.. Oke oke.. Yaudah, dandan lagi sono biar lebih menyeramkan..”


Tepat pukul 19.00, suara Gugun yang terkenal seperti toak, pun, terdengar seantero TPU. Pertanda pemotretan akan dimulai.

“IPAAAAA 2.. Buruan kesini.. Tunggu giliran, ya, jangan kemana-mana, biar gampang manggilnya” teriak Gugun ke anak-anak.

Lagi dan lagi, gue melihat Dinda hanya berdiri dan selalu menunduk dengan make up yang super pucat. Heran, ngga biasanya Dinda seperti ini, apalagi diam seribu bahasa kayak gitu. Orang super konyol dan biang ribut di kelas hanya diam dan menunduk.

Gw dan sebagian anak-anak sudah di foto, dan kami yang sudah selesai siap-siap membersihkan make up yang menempel diwajah kami. Setelah hampir 45 menit melakukan pemotretan, urutan sudah sampai di huruf “D”.

“Deny, habis ini giliran lo!! Siap-siap sono di tempat, biar fotografernya langsung ke sana..”. lagi lagi terdengar teriak Gugun sebagai pengingat.

“Dinda!! Lo siap-siapa juga, ya. Awas, injek kuburan pake permisi. Lo milih tempat foto kok jauh amat sih, Din..” teriak Gugun lagi.

Pada saat temen gue, Fadil, melakukan pemotretannya, gue kehilangan sosok Dinda yang sehabis pemotretan sudah tak terlihat batang hidungnya.

Baru juga pemotretan sampai di huruf “S” dan sebagian anak-anak masih menghapus dandanannya, tiba-tiba kami semua dikejutkan oleh suara teriakan Gugun.

“Anak-anak!! Semuanya kesini buruan. Anjingggg.. Shock gue!”

“Kenapa, Gun, kenapa?”

“Baca SMS ini dari Astri anak IPA 1”

Jleb, semuanya kaget ketika membaca SMS itu. Isinya ..


“Gun, lo sekarang dimana? Masih di Tanah Kusir? Dari tadi lo gue telpon ga diangkat-angkat. Buruan ke Fatmawati. Dinda udah ngga ada, Gun. Tadi waktu mau ke lokasi, motornya ditabrak truk dari arah berlawanan. Waktu dilarikan ke RS nyawanya ga tertolong..”

Semuanya kaget, semua saling bertatapan.

“Jadi, tadi yang foto itu siapa? Itu, kan, Dinda!” kata gue yang mendadak keringat dingin.

Semuanya keringat dingin, semuanya pucat. Ngga ada satu pun yang sanggup berbicara. Semuanya lemas. Pemotretan kali itu pun harus disudahi dan dilanjuti ke-esokan harinya.

Semuanya bergegas menuju RS untuk membuktikan isi SMS Astri. Rasa tak percaya masih hinggap di diri kami masing. Begitu sampai di parkiran, semua keluarga Dinda masuk menuju UGD. Dan semuanya tampak menangis.

Betapa kagetnya kami, ketika kami masuk ke UGD, kami melihat tubuh Dinda sudah kaku penuh darah. Baju yang digunakan sama persis sama Dinda yang kami temui tadi di TPU.

Keesokan harinya, setelah adzan Dzuhur, jenazah Dinda siap-siap di makamkan. Betapa kagetnya lagi kami, ketika kami mengetahui kuburan Dinda persis ditanah kosong yang Dinda tunjuk kemarin sore.

Setelah pemakaman, kami memutuskan untuk memindahkan lokasi pemetrotan BTS di lingkungan sekolah.

Akhirnya semua anak-anak selesai melakukan pemotretannya. Kami pun melihat hasilnya satu-per-satu. Betapa terkejutnya kami. Setelah kami melihat fotonya Deny, kami tak menemukan 1 pun fotonya Dinda. Setelah Deny, hanya ada foto tanah kosong yang seharusnya itu adalah foto Dinda.

END..

image

Ini foto BTS saya dan teman-teman ketika SMA kemarin. Hehehe.. Cerita diatas beneran atau tidak? Adaaaaa deh, rahasia :p

Kartu Pos Dari Paris, Perancis

Beberapa hari yang lalu datanglah sepucuk kartu pos ke rumah kakek saya.  Kartu pos bergambarkan Menara Eiffel yang tersohor itu kiriman dari Chika Nadya. Oooo, kalau kamu tidak familiar dengan nama itu, mungkin kamu akan manggut kalau saya menyebutnya @chikastuff.  Nah, ngeh kan, sekarang? Yah, kartu pos ini kiriman dari beliau yang sedang berlibur keliling Eropa selama 2 pekan.

Kartu pos yang prangkonya bergambar “Ratu Inggris” ini akan saya simpan baik-baik. Siapa tahu, saya berikutnya yang akan melancong ke sana. Siapa sih, yang ga mau melancong ke Paris?? Pasti pada mau, ‘kan? Begitu juga saya! Tapi… Ada tapinya, nih. Rencana saya, saya (Insya Allah kalau rezekinya ada dan umurnya juga masih diberi lebih sama Allah) akan menginjakkan kaki ke Paris setelah saya terlebih dulu menginjakkan kaki ke Tanah Suci Mekkah dan beberapa negara yang sangat saya idam-idamkan untuk bisa menginjakkan kaki ke sana. Yaitu, India dan Afrika. Hehehe 🙂

Nah, untuk isi pesannya sendiri, seperti ini:

Dear Mr. Typo

Untuk naik ke Menara Eiffel kudu antri 1 jam, trus bayar total €14 sampe atas banget.

-Chika-

Dear Kak Chika, terima kasih atas kartu pos cantik ini. Yah, coba “Mr Typo” nya jangan dipajang. Nurunin pasaran saya saja 😆 . Wah, ngantrinya kayak ngantri mau ke puncak Monas, ya. Tapi yang pasti dan sangat saya yakini, di Eiffel jauh lebih tertib dan lebih indah dari Monas, kan? Doakan saya juga bisa sampai ke puncak Eiffel, ya. Syukur-syukur ke sananya sama istri. *uhuh*. Biar kayak Samuel Rizal dan Shandy Aulia di film Eiffel I’m In Love gitu #khayalanbabu.

Oia, buat kamu yang ingin membaca cerita seru soal liburan ke Eropanya kak Chika, silahkan baca langsung di blognya cK stuff

Maafin Kakak Dik Sudah Berbohong Pada Kalian !

Di lingkungan tempat saya tinggal ini, perbandingan antara yang seumuran dan anak-anak (usia di bawah 12 tahun), paling banyak justru anak-anaknya. Saya mau main sama yang seumuran, cara bergaul mereka tak sejalan dengan saya. Alhasil, saya hampir ga pernah bergaul sama yang seumuran. Jangankan bergaul, kenal nama aja, enggak.

Anehnya, anak-anak kecil ini tahu nama saya. Dan, ga sungkan-sungkan mengajak saya main. Ada beberapa kejadian yang membuat mereka tak sungkan-sungkan mengajak saya untuk bermain, atau sekedar mengobrol.

Lama mereka kenal dan mengobrol sama saya, tak pernah sama sekali mereka menyinggung soal badan. Entah ada angin apa, tiba-tiba beberapa bulan yang lalu, mereka melontarkan pertanyaan seperti ini. “Kak, kok kaka tinggi banget, ya? Aku kalah tingginya sama kaka!”. Eh, kok, tiba-tiba mereka bertanya seperti ini. Saya yang kala itu menganggap pertanyaan mereka adalah candaan, saya pun menjawabnya sambil cengengesan. “Makanya, makan yang bener, rajin makan sayuran dan minum susu”. Lalu mereka bertanya lagi “Susu apa, kak? Aku minum susu danc**. Tapi, aku ga tinggi kayak kaka”. Dodolnya saya, saya jawab balik “Susu bende**, dong! Nanti kamu tinggi kayak tiang benderanya”. Dengan polosnya, mereka mengiyakan. Lalu berkata lagi “Oooo.. Gitu ya? oke, nanti aku suruh ibu beli susu bende**”

Saya fikir, obrolan tempo hari hanya akan dijadikan angin lalu sama mereka. Eh, ternyata sebagian dari mereka nanggepinnya serius. Keseriusan mereka saya ketahui dari ibu, yang secara kebetulan mendapatkan laporan dari para ibu anak-anak tersebut.

“Bang, tadi mamanya si anu cerita ke mama, kalau si anu tiba-tiba doyan makan sayur dan kekeuh minta dibelikan susu bende**. Katanya, itu saran dari kamu!”. Saya yang ketika itu lagi menyantap masakan ibu, tiba-tiba berhenti dan ketawa sejadi-jadinya. “Serius, Ma? Yaampun, abang jawab itu bercanda kaleeeee. Abang fikir mereka bercanda. Umur mereka sama abang kan, beda. Nanti juga kalau umur mereka bertambah, tinggi mereka akan bertambah juga!”. Lalu mama cerita lagi “Lagian kamu juga, sih.  Kamu aja tinggi bukan karena minum susu. Yah, memang sih, kamu doyan sayur dan minum susu. Tapi, tinggi kamu itu bertambah karena faktor keluarga dan karena efek badan kamu yang mengurus!”.

Aduh, sumpah. Saya mendengar cerita mama jadi ketawa geli sendiri. Anehnya, orang tua mereka ga memberi penjelasan yang lebih ilmiah. Jelasin kek, kalau dari segi umurnya aja sudah beda. Jelasin juga, sewaktu-waktu mereka juga akan mengalami pertumbuhan. Tapi, saya bersyukur. Bersyukur karena memang mereka punya niat untuk hidup sehat. Hidup sehat dengan cara makan yang benar, konsumsi sayuran, dan minum susu. Untuk usia-usia mereka, mereka butuh asupan gizi, bukan? 4 sehat 5 sempurna harus mereka dapati.

Terlepas dari mampu tidaknya orang tua membeli susu, anak-anak itu harus mendapatkan yang terbaik untuk tubuh mereka. Saya rasa mampu. Kalau memang orang tuanya peduli akan tumbuh kembang anak, pastinya segala cara akan mereka tempuh. Sebagai contoh, hentikan kebiasan merokok. Uang untuk membeli rokok, bisa alihkan untuk membeli susu anak, bukan? Toh, saya menyebut merk susunya yang harganya masih bisa dijangkau, kok.

Dik, maafkan kakak ya, sudah berbohong pada kalian. Tapi, kakak salut kalau kalian sedari kecil sudah terbiasa mengkonsumsi sayur. Sayur itu enak, kok. Semoga kelak, kalian bisa lebih tinggi dari kakak. Eh, tapi jangan, deng. Jangan tinggi-tinggi banget. Kasihan orang di sekitarmu, nanti dangak. #curhat

Pemecahan Rekor MURI Bersama Raisa Dan Indosat

Beberapa waktu lalu, tanpa sengaja saya melihat iklannya Raisa di beberapa stasiun televisi. Menurut saya, iklannya Raisa kali ini agak-agak Nasionalis. Ditambah pula, ada semacam ajakan dari Raisa untuk lebih menghargai bangsa ini. Usut punya usut, ternyata tema dari iklan itu sendiri adalah Soul Of Nation. Raisa mengajak semua masyarakat Indonesia –baik yang muda maupun yang tua– untuk Sing A Long lagu karyanya Kusbini, Bagimu Negeri.

Tujuan dari Soul Of Nation ini sendiri adalah mengajak generasi muda untuk membangun jiwa nasionalisme dan cinta tanah air Indonesia.

Sing A Long bareng Raisa ini terbilang unik. Caranya, para partisipan cukup merekam dirinya sendiri sambil bernyanyi lagu Bagimu Negeri, lalu di upload ke youtube melalui situs SoulOfTheNation.org  yang didukung sepenuhnya oleh Indosat. Cakep!

Buat para narablog yang senantiasa berkunjung ke laman sederhana milik saya ini, atau mungkin mengikuti saya di twitter (@Adiitoo) sebagain besar (mungkin) pada tahu kalau saya amat menggilai penyanyi Indonesia bersuara merdu, Raisa. Sejak awal kemunculan Raisa di tahun 2011 dengan single Serba Salah, saya sudah dibuat jatuh hati padanya.

Maka dari pada itu, waktu ada ajakan semacam ini, saya pun tidak tinggal diam. Saya pun ikut berpartisipasi dalam event ini.

Tidak  sampai disitu saja. Raisa bersama Indosat, dengan program Soul Of Nation nya ini berencana memecahkan rekor MURI di event tahunan, Java Soulnation 2012. Masih Sing A Long juga. Tapi, dengan jumlah yang sangat besar. Video-video yang sudah terkumpul akan diputar pada saat Raisa mengisi acara di Java Soulnation. Ditambah pula, penonton yang hadir akan diminta untuk turut serta, bernyanyi bersama-sama lagu Bagimu Negeri itu.

*

Minggu, 30 September 2012, saya hadir ke pagelaran musik tahunan yang diadakan di Istora Senayan, Jakarta. Bertiketkan pemberian dari seorang kaka blogger, saya dan beberapa teman blogger lainnya hadir ke event itu secara cuma-cuma. Ada pun teman-teman blogger yang hadir yaitu @GieWahyudi, @dgsetiyadi, @koestomo, @lindaleenk, dan @ErfanoNalakiano.

 Setelah semuanya berkumpul, tepat pukul 16.00 WIB, kami berenam bergegas masuk ke area Istora Senayan. Berhubung Raisa yang kala itu tampil di stage –nya Indosat sekitar pukul 18.00 WIB, jadilah kami berpencar-pencar untuk menyaksikan penampilan pengisi lainnya.

Satu persatu pengisi acara hari itu kami tonton aksinya. Mulai dari muka lama sekelas Écoutez, sampai muka baru seperti HiVi.

Jam menunjukan pukul 17.50 WIB. Saya yang kala itu bersama @lindaleenk bergegas ke panggung tempat Raisa akan tampil. Biar enak ngelihatnya, saya berusaha untuk berada di barisan depan.

Tak lama kemudian, muncullah sosok Raisa. Dengan menggunakan kaos berwarna putih, dilapisin semacam jas, dan juga mengenakan rok berwarna kuning, Raisa benar-benar cantik malam itu.

Terjebak Nostalgia, dengan aransemen baru, dipilih Raisa sebagai lagu pembuka. Njrit, suara Raisa itu benar-benar bagus. Terbuai ku dibuatnya.

Niatnya sih, pas Raisa tampil mau upload foto-fotonya ke twitter dan facebook gitu . Mumpung jaringannya kenceng. Gimana ngga kenceng. Raisa nyanyi di stagenya Indosat. Dan, selama acara berlangsung, Indosat memberikan akses internet gratis dengan jalur Super WiFi -nya. Mantap.

Berhubung saya memakai provider Indosat, saya ngga perlu tuh, repot-repot input username dan password nya. Sudah secara otomatis, aktif sendiri. Secara otomatis pula sudah bisa berinternetan dengan speed up to 2Mbps dan unlimited pula. Juara!

Tapi ya, mau bagaimana lagi. Suara dan penampilan Raisa malam itu benar-benar membuat mata enggan melirik ke arah lain. Termasuk ke hape sendiri.

Satu persatu lagu dibawakan oleh Raisa. Mau lagunya sendiri, lagunya Chistina Aguilera, sampai lagunya Jason Mraz semuanya mulus dibawakan Raisa. Sempurna!

Galau, sudah. Joget-joget, juga sudah. Saat yang ditunggu pun tiba juga.

Raisa dengan penuh semangat mengajak para penonton yang memenuhi area stage nya untuk sama-sama sejenak mengumandangkan lagu Bagimu Negri. Sekaligus, Raisa juga akan menayangkan video-video para partisipan yang berhasil di data oleh pihak Indosat.

Gila. Keren parah. Data yang terakhir diterima, tepat pukul 17.00 WIB, ada sekitar 2301  video dan 2869 pledge yang berhasil di data. Kayaknya sih, lebih. Apalagi kalau program itu masih berjalan sampai detik ini.

Merinding! Itulah yang saya rasakan pada saat semuanya sama-sama menyanyikan lagu Bagimu Negeri.

Selesai melantunkan lagu tersebut, rekor MURI, pun menyematkan penghargaan “Paduan Suara Dengan Rekaman Digital Peserta Terbanyak” kepada Raisa dan Indosat. Karena melihat jumlah peserta yang begitu banyak, MURI pun tak segan-segan memberikan penghargaan itu. Kwel!

Secara keseluruhan penampilan Raisa tidak mengecewakan. Apalagi nih, pada saat gadis cantik ini mengcover lagu Dewa 19. Aih, sedap, kece bener.

Malam itu saya benar-benar bahagia. Bahagia dapat menyaksikan penampilan Raisa, bahagia karena dapat tiket gratisan, bahagia karena ketemu teman-teman blogger yang sebelumnya belum pernah ketemuan.