Monthly Archives: January 2013

Sepaket Manisnya Hidup untuk Semua

Beberapa hari yang lalu, entah mimpi apa saya malam harinya, tiba-tiba saja saya dapat kiriman paket manis gitu dari @TropicanaSlim.

Tahu sendiri dong, @TropicanaSlim kan produknya sehat-sehat semua. Pas banget untuk saya yang secara kebetulan lagi jaga badan. Hehehe 😆

Ketika paket tersebut dibuka, ternyata isinya cukup banyak. Isi dari paket manis  @TropicanaSlim beragam. Ada dua bungkus mie roasted duck, Tropicana Slim Milk Tea, dan Tropicana Slim Cafe Latte. Dan sudah dipastikan semuanya itu lowfat! Horeeee *lari-lari-centil-keliling-Sency*

Paket Manis Dari @TropicanaSlim

Karena saat itu saya rindu mengonsumsi mie instan, akhirnya saya coba merebus sebungkus Mie Roasted Duck Tropicana Slim dicampur dengan sayuran dan tidak ketinggalan, sebutir telur.

Mie roasted duck Tropicana Slim ini kalau dilihat dari bungkusnya, kok kayaknya tipis banget. Dan sepertinya tidak cukup kalau hanya merebus satu bungkus saja.

Eh, enggak tahunya, pas mie tersebut direbus dan matang, mienya itu jadi kayak spageti gitu. Hihihi ..

Mie Roasted Duck @TropicanaSlim

Ternyata pas saya coba, beuh … Enyak, enyak, enyak.

Mienya ngembang, kenyal, kuahnya gurih, enggak terlampau asin,  dan yang pasti sih, low fat!

Kuah Mie Roasted Duck @TropicanaSlim

Jarang-jarang ada produk mie yang mengklaim sehat tapi masih enak untuk dikonsumsi. Yah, menurut saya baru Mie roasted duck Tropicana Slim ini yang mampu seperti itu.

40% Mie roasted duck Tropicana Slim Lebih Rendah Kalori, karena mie dibuat dengan cara dioven sehingga tidak ada lemak yang menempel di mie. Hasilnya, kalori Tropicana Slim Low Fat Noodles jauh lebih rendah.

Kalau saya boleh memberi nilai dari 1-10, saya memberi nilai 8 untuk mie sehat dan nikmat ini.

Lanjut ke Cafe Latte Tropicana Slim. Karena isinya ada 10 sachet, akhirnya saya bagi-bagikan ke kakek dan papa saya.

Meja Isinya Cafe Latte @TropicanaSlim

Enggak tahu, ya.. Mungkin karena saya sudah lama tidak mengonsumsi minuman-minuman seperti ini, jadi masih terasa aneh di lidah saya.

Saya sendiri kurang menyukainya, tapi kakek dan papa saya sangat menyukainya.

Cafe Latte @TropicanaSlim

Hmmmm.. Nilai untuk Cafe Latte Tropicana Slim ini sendiri saya beri nilai 7 dari 10. 😀

Nah, yang terakhir ini favorit saya, Milk Tea Tropicana Slim.

Saya ketagihan akan minuman satu ini. Manisnya cukup, enggak seperti Cafe Latte Tropicana Slim nya yang ketika sampai di tenggorokkan, rasanya jadi beda dan bikin eneg. Kalau Milk Tea Tropicana Slim ini, enggak.

Milk Tea @TropicanaSlim

Jadi, tiap sore itu saya sering menyeduh Milk Tea Tropicana Slim ketika asik mengetik dan memantau berita di kantor.

Saya beri nilai 8,5 dari 10. Benar-benar mendekati kesempurnaan.

Intinya, semua produk-produk @TropicanaSlim ini sangat cocok untuk kamu yang sedang menjaga berat badan dan Tropicana Slim, manisnya hidup untuk semua.

Advertisements

Pecel Pincuk Ibu Ida

Setiap hari Minggu pagi kalau malas yang ada di dalam diri ini tidak muncul, saya memutuskan untuk bersepeda. Dulu banget, setiap habis bersepeda dan sebelum pulang ke rumah, saya selalu sarapan bubur yang ada di depan Rumah Sakit International Bintaro. Hampir tiap bersepeda, sarapannya bubur melulu. Ya, mau bagaimana lagi, tak ada pilihan lain.

Tapi, semenjak berdirinya Pasar Modern Bintaro di sektor 7, saya tidak perlu khawatir untuk mencari makanan yang berbeda. Di sini itu banyak banget pilihan makanannya, saya sendiri sampai bingung. 😆

Dari pada bingung, mending saya cobain satu per satu.

Salah satu makanan yang menjadi favorit saya dan keluarga di Pasar Modern Bintaro ini adalah pecel pincuk Ibu Ida.

Tampak Depan Warung Pecel Pincuk Ibu Ida.

Warung pecel pincuk Ibu Ida ini tidak pernah sepi, selalu ramai. Apalagi kalau Minggu pagi, beuh, rame banget. Kalau suasana ramai dan perut sudah tidak dapat diajak kompromi, makan di luar warungnya pun tak jadi masalah.

Ngomongin soal pecel, sejauh ini pecel pincuk di warung pecel pincuk Ibu Ida diklaim sebagai pecel terenak yang ada di wilayah Tangerang Selatan dan sekitarnya.

Pecel Pincuk

Sayurannya itu segar-segar, porsinya nendang banget, kuah pecelnya tidak terlalu asin, peyeknya tidak terlampau keras, dan makanan pedampingnya pun enak-enak. Apalagi tempo mendoannya, beuh, mantap. Tidak terlalu berminyak!

Tempe Mendoan

Sebenarnya warung pecel pincuk Ibu Ida ini tidak hanya menjual pecel pincuk saja, tapi ada juga urap, lodoh, rujak cingur, dan rawon setan.

Soal harga pun tidak perlu khawatir, cukup murah. Seporsi pecel pincuk+peyek dibandrol dengan harga Rp 8rb saja. Makanan pedampingnya berkisar antara Rp 2rb s/d Rp 5rb. Cukup murah, bukan?

So, kalau sekiranya kalian sedang main di daerah Bintaro pada pagi hari, cobain deh, pecel pincuk di Warung pecel pincuk Ibu Ida ini. Enggak bakal rugi. Terlebih lagi kalau kamu penikmat sayuran macam saya, pasti suka banget 🙂

Warung pecel pincuk Ibu Ida ini buka dari pukul 06.00 WIB s/d pukul 16.00 WIB.

Pekan Kondom Nasional 2012 : Bantu Pemerintah Gapai MDGs 6

Pekan Kondom Nasional 2012 (sumber: klik gambar)

Pekan Kondom Nasional kembali diadakan untuk yang ke-enam kalinya. Untuk memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh tiap tanggal 1 Desember, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerja sama dengan DKT Indonesia mengadakan acara ini. Selama satu minggu sejak tanggal 1 Desember 2012, banyak acara digelar yang sudah dilaksanakan.

Diantaranya konser Goyang Sutra di lapangan Kopasus Cijantung, edukasi tentang HIV/AIDS di 12 kota besar di Indonesia, penyediaan kondom dan lubrikan di klinik yang di Bali yang melayani kaum gay dan waria.

Seingat saya, Pekan Kondom Nasional sendiri sempat diprotes karena dianggap telah ikut melegalkan seks bebas.

Ya, ya, ya, memang yang protes tidak dapat disalahkan, tapi seandainya mereka tahu apa maksud positif dari diadakannya Pekan Kondom Nasional ini apakah mereka masih protes? Entahlah.

Baiklah, mari lupakan soal protes itu. Yang terpenting, Pekan Kondom Nasional tak berhenti dan terus berjalan sampai hari ini.

Kalau saya ditanya apakah saya mendukung acara ini? Jelas, saya mendukungnya!

Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk pada taraf epidemi terkonsentrasi yang artinya Indonesia merupakan negara yang mempunyai tingkat prevalensi lebih dari 5 persen dalam populasi risiko tinggi seperti para penjaja seks, pengguna narkoba suntik dan hubungan seksual yang terjadi pada sesama jenis, pria pada pria.

sumber gambar: analisapublik

Perkembangan HIV-AIDS di Indonesia sejak kasus pertama yang mencuat pada tahun 1987 hingga akhir September 2012 terus berkembang di 33 provinsi pada 341 kabupaten/kota dari 504 kabupaten/kota.

Tapi, tahukah bahwa yang rentan terkena HIV ini adalah wanita? Rentannya wanita terhadap HIV ini lebih banyak disebabkan ketimpangan gender yang berakibat pada ketidakmampuan seorang wanita untuk mengontrol prilaku seksual yang disalurkan dari suami atau pasangannya yang doyan ‘jajan’.

Dan yang lebih membahayakannya lagi, justru wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tanggalah yang lebih riskan terkena HIV-AIDS ketimbang wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjaja seks.

“81,8 persen penularan seksual karena perilaku seksual yang berisiko dan penggunaan kondomnya yang terlalu kecil,” ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nafsiah Mboi dalam satu kesempatan.

Ibu Hamil Rentan HIV-AIDS (sumber gambar: sehatnews)

Di Indonesia sendiri, dari tahun ke tahun penggunaan kondomnya menurun yang membuat penyebaran HIV-AIDS semakin meningkat.

Kalau sudah seperti ini, bagaimana target MDG bidang kesehatan nomor 6 dapat tercapai?

Oia, MDG 6 berfungsi untuk mengendalikan dan mulai menurunkan jumlah infeksi baru HIV. Padahal, MDG’s (Millenium Development Goals) 6 ini menjadi target pemerintah yang membutuhkan perhatian khusus.

Miris, bukan?

Kabarnya, pemerintah sendiri harus mampu menurunkan angka penderita HIV-AID untuk dapat mencapai target MDG 6 pada tahun 2015. Tapi, sejalan dengan terus meningkatnya kasus HIV di Indonesia membuat pemerintah harus bekerja keras.

Jangan salah, lho. Pemerintah juga enggak diam saja kok soal ini. Menurut Nafsiah Mboi, pada tahun 2014 pemerintah mulai memberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang akan menjamin seluruh masyarakat di Indonesia mendapatkan pengobatan. Untuk masyarakat Indonesia yang kurang mampu, akan mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.

Kalau bisa sih, jangan mentang-mentang dikasih pengobatan cuma-cuma, masyarakatnya sendiri malah masa bodo. Jangan!

Pemerintah tidak bisa melarang Anda untuk tidak melakukan hubungan seks. Sama halnya seperti pemerintah tidak bisa melarang Anda untuk merokok. Tapi, jangan nanti kalau Anda sakit dan biaya rumah sakit mahal malah Anda menyalahkan pemerintah dan memintanya untuk membayar.

“Rokok itu hampir sama dengan HIV. Kita tidak bisa melarang orang untuk merokok, tapi kalau nanti jatuh sakit, kita yang disuruh bayar. Orang yang HIV juga begitu, dia enak-enakkan melakukan seks berisiko, tapi kalau nanti kena HIV, kita yang nanggung pengobatannya. Di mana letak keadaliannya?,” kata Nafsiah Mboi beberapa waktu lalu.

HIV – AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara melemahkan pertahanan tubuh terhadap penyakit.

HIV merupakan suatu subgroup retrovirus yang dikenal sebagai lentivirus atau ‘slow’ virus. Perjalanan infeksi ini ditandai oleh rentang waktu yang panjang sejak awal infeksi hingga muncul gejala yang berat.

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV.

Penularannya dapat terjadi ketika Anda melakukan kontak seksual yang tidak terlindungi dengan ODHA tanpa kondom, kontak dengan darah yang terinfeksi atau penularan dari ibu dengan HIV ke bayi (selama dan setelah lahir)

HIV sendiri sebenarnya dapat dicegah dengan cara setia kepada pasangan, melakukan hubungan seks yang aman dengan memakai kondom, dan tidak melakukan hubungan seks berisiko serta menjauhi narkoba yang menggunakan jarum sunik bersama. Yang paling penting, menawarkan tes IMS dan HIV kepada ibu hamil serta pemberian HRV melalaui program pencegahan dari ibu ke anak.

Tapi, sekali lagi. Ini semua kembali kepada Anda. Anda memiliki hak untuk melakukan apa yang Anda suka. Tapi, lebih baik jangan deh. Terlebih untuk Anda yang sudah memiliki istri dan anak. Kalau memang merasa bosan dengan istri dan ingin mencoba ‘jajan’, pikirin anak deh. Anda tega dengan anak Anda? Ya, kalau bisa sih, takut sama Tuhan. 😀

Kasus HIV ini sendiri dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di tahun 2005 dilaporkan ada sebanyak 859 kasus. Sampai pada bulan September 2012 tercatat ada 15.372 kasus. 😦

Jumlah kasus HIV terbanyak terdapat di DKI Jakarta (21.755 kasus), Jawa Timur (11.994 kasus), Papua (9.447 kasus), Jawa Barat (6.640 kasus) dan Sumatera Utara (5.935 kasus)

Hiks, saya sedih. Tanah kelahiran saya, Sumatera Utara, masuk daftar daerah di Indonesia dengan kasus HIV tertinggi 😦

Proposi kumulatif kasus AIDS tertinggi adalah pada kelompok usia 20 s/d 29 tahun (42,3 %) diikuti oleh kelompok usia 30 s/d 39 tahun (33,1%) dan kelompok usia 40 s/d 49 tahun (11,4%), usia 15 s/d 19 tahun (4%) dan usia 50 s/d 59 tahun (3,3%)

Berarti, remaja usia 15 tahun sudah dapat terkena HIV-AIDS? Prihatin sekaligus miris! Itukan usia-usianya adik saya. Duh, semoga adik saya dan saya sendiri terhindar dari hal-hal seperti ini. *amit-amit Naudzubillah mindzalik*

sumber gambar: republika

KONDOM

Ngomongin soal kondom? Apa sih yang menjadi alasan Anda enggan menggunakannya? Mahal? Saya rasa tidak. Bukannya sekarang ini kondom sudah tersedia dalam banyak rasa, ya?

Kondom (sumber gambar: Bilik ML)

Fungsi kondom kan padahal sudah jelas, penghalang masuknya sperma dan penyakit menular seksual. Tapi, kenapa pada enggan memakainya?

Dan, saya baru tahu kalau kondom tidak hanya diperuntukkan bagi kaum pria, kaum wanita juga ada kondomnya sendiri yang dipasangkan di dalam vagina.

Kondom wanita terdiri dari dua jenis, yaitu FC1 yang bahan bakunya adalah poliuretan dan yang kedua adalah FC2 nitril, yaitu sejenis karet sintesis yang bebas dari lateks. Jenis keduanya ini ditujukkan untuk orang-orang yang memiliki alergi-lateks.

Di dalam kondom wanita terdapat dua cincin di bagian ujungnya. Cincin yang pertama memiliki bentuk yang tertutup selubung dan terdapat di bagian dalam vaginanya. Sedangkan cincin yang satunya terletak di ujung vagina dan tidak terselubung. Cincin kedua ini terletak di luar vagina ketika kondom akan dipasangkan.

Jika dirasa kurang kesat, dapat diberi pelumas vagina yang dibalurkan pada bagian dalam kondom wanita. Contoh pelumas vagina : KY Jelly. sumber

Setahu saya, kondom yang paling populer di Indonesia itu kondom Fiesta. Harga kondom fiesta pun relatif murah. Sepengelihatan saya di toko serba ada yang ada di depan kantor saya, harga kondom fiesta itu berkisar Rp. 7ooo s/d 8000 .

sumber gambar: google

Jadi, tunggu apalagi. Kalau ingin terhindar dari dari HIV-AIDS semua itu dimulai dari dalam diri Anda. Itu semua hak Anda. Anda boleh melakukan apapun yang Anda sukai. Tapi, kalau bisa dicegah, kenapa tidak dilakukan?

Oia, postingan ini saya ikut lombakan yang diadakan di sini

Sumber :

1. Beberapa diambil dari materi yang saya terima ketika liputan. Dan,

2. http://sumut.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=196&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897

Nostalgia Nasi Lemak Kopitiam Oey

Terhitung tahun 2003 saya memutuskan untuk hijrah ke Jakarta yang sebelumnya selama 3 tahun saya habiskan di Tanjung Balai Karimun, Kepulauan Riau, Riau, untuk bersekolah.

Selama tinggal di pulau yang penduduknya tidak banyak itu, ada beberapa hal yang sangat saya kangenin ketika saya sudah tidak berada di pulau itu.

Salah satu faktor yang membuat saya kangen akan pulau itu adalah makanannya. Dan, salah satu makanannya itu adalah nasi lemak.

Nasi lemak ini sebenarnya sama seperti nasi uduk. Hanya saja, ketika saya mencoba nasi uduk di Jakarta, kok rasanya ada yang beda sama nasi lemak di Riau.

Perbedaan itu mungkin terasa di ikan bilisnya kali, ya. Tapi, tapi, tapi, ada perbedaan mencolok kok, antara nasi lemak Riau sama nasi uduk Jakarta, terutama di rasa nasinya.

Karena saya rindu akan nasi uduk khas Riau, berburulah saya di beberapa tempat makan di Jakarta yang menawarkan nasi lemak sebagai menu handalan. Tapi, tak ada satu pun yang pas di lidah saya. Semuanya terasa sama saja.

Akhirnya, saya pun merasakan ada satu nasi lemak yang rasanya sangat mirip sama nasi lemak yang sering saya makan di Riau. Yaitu, nasi lemak di Kopitiam Oey!

Serius. Nasi lemak ini benar-benar mirip dari segi rasa sama nasi lemak Riau. Bukan hanya saya saja yang mengatakan demikian, tapi kedua orangtua, adik, dan beberapa teman saya di Riau yang sedang berada di Jakarta dan saya ajak makan di situ, semua mengatakan sangat mirip.

Bedanya, kalau yang versi kopitiam oey, ada tambahan ayam dan ikan teri, bukan ikan bilis. Sambalnya pun beda.

Kalau yang di Kopitiam Oey! sambalnya sedikit dan terkesan pelit. Dan, sepertinya sambalnya itu dibelender, bukan diuleg.

Yah, intinya nasi lemaknya sama seperti nasi lemak di Riau, deh.

Soal harga, relatif murahlah. Sekitar Rp 25.000 ,-

Kumpulan Kartu Pos di Tahun 2012

Sebenarnya postingan ini ada di minggu-minggu akhir bulan Desember 2012. Tapi, karena satu alasan, jadinya postingan ini baru dipost sekarang. Basi? Hei, ini blog, bukan konten berita yang harus diupdate tiap hari  ember! 😆

Ini cerita soal saya yang memiliki hobi baru di tahun 2012. Hobi ngumpulin kartu pos dari teman-teman yang bertandang ke negeri orang. Terhitung ada 12 lembar kartu pos yang terkumpul di tahun 2012.

Saya ceritain satu per satu di sini, ya 🙂

1. Kartu pos dari Eropa.

Terhitung ada 5 kartu pos yang berasal dari Eropa. Kartu pos dari Brussel (Belgia) dan Gent kiriman dari temen tumblr saya, @TAZYeahs. Terhitung sejak tahun 2011, Tazy menempuh pendidikan S2 di Gent sana. Oia, Tazy juga pernah bercerita soal bagaimana caranya ia bisa mendapatkan beasiswa di salah satu Unviersitas yang ada di Gent, di adiitoo.com, lho. Cek saja di sini.

Selain dari Brussel dan Gent, ada juga kiriman dari Wolfsburg, Deutschland. Nah, yang ini datangnya dari @lutfiiiii, temen tumblr saya juga. Sama seperti Tazy, Lutfi ini juga sedang menempuh pendidikan S2 di Eropa. Hebat, ya 🙂

Nah, yang terakhir kartu pos dari Paris dan Amsterdam, yang dikirim oleh @chikastuff. Baca soal perjalanan Kak Chika di Eropa, bikin saya pengen. Cek dan baca sendiri di blognya. Pasti pengen. 🙂

Kartu pos dari Eropa

 

2. Kartu pos dari Jepang

Terhitung ada 4 lembar kartu pos dari Jepang. Sebenarnya ada 6 lembar. 2 lembar entah ke mana. Dan saya pun tak tahu itu kiriman dari siapa. 😦

Soalnya, kartu pos ini beralamatkan rumah bukde saya di mana alamat itu sesuai dengan alamat yang tertera di KTP saya. Karena bukde saya lupa menaruhnya, hilanglah 2 lembar kartu pos itu. Maafkan saya 😦

Kartu pos dari Jepang ini pertama kalinya saya dapat dari @ivanprakasaIvan saat ini sedang menempuh pendidikan S2 di Jepang sana. Ivan hebat deh. Di Jepang, Ivan juga didaulat menjadi Chiba Ambassador. Apa itu Chiba Ambassador? Mau tahu aja atau mau tahu banget? Kalau begitu, silahkan saja cek dan baca di blognya Ivan. Atau, follow Ivan dan tanya langsung sama dia. 🙂

Kartu pos kedua dikirim sama salah seorang teman di milis hore yang sedang bertugas ke Jepang beberapa waktu lalu, @dianaryantiDalam kartu posnya, Kak Dian menceritakan suasana Jepang yang saat itu sedang dingin-dinginnya. Dan, Kak Dian juga menceritakan soal masyarakat Jepang yang ramah-ramah. Oh, damn! Kapan aku bisa ke sana? 😦

Lalu, lalu, kartu pos dari Jepang yang berikutnya dikirim sama bloger yang (katanya) passionnya dia itu jalan-jalan. Bagi dia, duit yang didapat selama hidup enggak akan di bawa mati. Jadi, mending dipakai untuk memenuhi passionnya dia jalan-jalan. Dia adalah @alidabdulBloger asal Jombang ini juga suka sama yang berbau India. Membaca blognya harus bisa menahan air liur. Mupeng gila!

Nah, yang terakhir datang dari Kak @cyapila. Pertama kali ketemu sama kak Cya waktu kopdar di bulan puasa lalu. Sekarang, Kak Cya dan saya kantornya tetanggaan. Hehehe.. Oia Kak, terima kasih atas ucapan di kartu posnya, ya 🙂

Kartu pos dari Jepang

 

3. Kartu pos dari Colorado

Kartu pos ini dikirim oleh sahabat saya di SMP dulu, @indahhermansyahSaya sih enggak kaget, waktu Indah bilang dia mendapat beasiswa untuk menyelesaikan S2 di Colorado, Amerika.

Dari SMP dulu, Indah ini sudah mampu membuat satu sekolah sirik sama dia. Bayangin saja, dari kelas 1 sampai kelas 3, Indah selalu dinobatkan menjadi siswi berprestasi dan selalu menjadi juara umum di sekolah. Walaupun tergolong siswi pintar, Indah enggak malu lho untuk berteman sama saya dan beberapa teman lainnya 😆

Kartu pos dari Colorado

 

4. Kartu pos dari Dubai

Kartu pos ini dikirim oleh sahabat saya dan Indah juga waktu di SMP, @adewiraariyantiAde mengirimkan kartu pos ini waktu ia dikirim untuk bertugas di Dubai, Timur Tengah.

Ade sama Indah ini 11-12. Sama-sama siswi berprestasi. Pokoknya, setiap pembagian raport dan pengumuman juara umum, kalau bukan Indah yang disebut namanya, ya, Ade ini.

Alhamdulillah, sampai hari, saya, Indah, dan Ade, masih terus berkomunikasi. Tak jarang kami pun masih suka reuni kecil-kecilan kalau Ade dan Indah ke Jakarta. 🙂

Kartu pos dari Dubai

 

5. Kartu pos dari Malaysia

Aha, yang terakhir ini kartu pos kiriman dari teman bloger yang berasal dari Malaysia, @Jardness

Jard ini juga suka melalak ke beberapa negara. Cek dan baca deh, di blognya dia. Waktu pertama kali kopdar sama Jard, dia ditemani sama @helgaindraJard waktu itu mau ke Yogyakarta. Sebelum ke sana, Jard sengaja ke Jakarta dan melalak ke beberapa daerah yang ada di Jakarta.

Kopdar sama mereka berdua ini seru. Padahal cuma duduk di kantornya Helga. Tapi, banyak cerita yang mengalir dari kami bertiga. Hei, kawan, kapan kita kopdar lagi?

Jard juga kabarnya baru dari India, lho. Sendiri pula. Jard inilah, bikin aku sirik ! :p

Kartu pos dari Malaysia

 

Begitulah cerita saya dan hobi saya di tahun 2012. Semoga di tahun 2013 ini saya mendapatkan kartu pos dari teman-teman lainnya. Ayo, kalau ada yang jalan-jalan ke negera mana gitu, boleh lho kirimkan saya kartu posnya.

Insya Allah, kalau Tuhan mengizinkan, saya yang gantian mengirimkan kartu pos dari negara yang kunjungi. Tapi, belum tahu deh negara mana. Masih ngumpulin duitnya. Hehehe..

Terima kasih teman-teman atas kartu posnya. Tenang. Di kamar saya, ada satu tempat yang saya khususkan untuk menempelkan kartu pos ini. 🙂

Selamat Tahun Baru 2013

Selamat tahun baru 2013 ya, kawan!

Ah, saya mau sedikit bercerita saja soal apa yang terjadi pada saya di tahun 2012.

Di tahun 2012 itu banyak suka dan duka yang datang kepada saya. Sukanya itu banyak banget. Dukanya juga banyak sih, sebenarnya. Seimbanglah.

Untuk sukanya sendiri, di tahun 2012 ini adalah tahun pertama saya menginjakkan kaki di Yogyakarta. Iya, Yogyakarta. Kenapa? Norak, ya? Bodo amat, deh! Yang penting saya senang.

Saya ke Yogyakarta dengan status pengangguran dan berniat mencari pekerjaan di kota yang dikenal dengan penduduknya yang ramah itu. Aneh? Menurut saya, enggak. Dapat kerjanya? Enggak juga!

Saya ke sana dalam rangka mengikuti tes di salah satu perusahaan ternama yang saya incar semenjak kuliah dulu. Tapi, setelah mengikuti beberapa tesnya, ternyata Tuhan masih belum mengizinkan saya untuk bekerja di perusahaan itu.

Yoweslah, kalau kata Tuhan belum, berarti memang belum. Saya pun pulang ke Jakarta dengan membawa tangan hampa.

Selepas dari Yogya, saya dipanggil untuk interview di sebuah perusahaan. Sebenarnya keterima, hanya saja, saya yang menolaknya. #sengak

Saya ingat betul ketika saya menolak pekerjaan itu bertepatan dengan hari ulang tahun saya yang ke-24. Sempat sedih sih, cuma saya yakin kalau ada pekerjaan yang lebih baik sedang menunggu saya. #yakintingkatnasional

Sebulan setelah itu saya menganggur, tapi terus mengirim CV, surat lamaran, interview, dan tes-tes. Cuma, nihil.

Setelah menganggur, dapatlah saya panggilan di perusahaan yang bosnya itu selebblog. Hahaha 😆

Tapi, saya beneran enggak tahu kalau bos saya itu seleb dunia maya. Hanya saja pas diinterview sama dia, saya seperti melihatnya di mana gitu. Cuma saya lupa namanya dan ketemu di acara apa.

Seminggu setelah saya kerja di situ, barulah saya tahu kalau ternyata bos saya itu adalah blogger-yang-terkenal-itu-dan-sempat-menjadi-ketua-di-suatu-acara. 😀

Beberapa bulan saya kerja di situ, saya memutuskan untuk keluar dengan alasan yang hanya-Tuhan-dan-saya-yang-mengetahuinya. Setelah keluar dari situ, masuklah saya di sebuah perusahaan yang (lagi-lagi) atasan saya adalah seleb dunia maya.

Kali ini bos saya sukanya ngasih kulTwit tiap Jumat malam. Dan kulTwitnya itu biasanya direspon oleh para wanita.

Ternyata kerja sama orang yang kita kenal, ada enaknya ada tidak enaknya. Hehehe. Kali ini yang saya alami, tidak enaknya.

Sebulan kerja di situ, saya memutuskan untuk resign. Iya, resign.

Hampir 4 bulan saya menganggur. Sampai akhirnya saya memutuskan untuk ikutan CPNS. Lagi-lagi Tuhan belum mengizinkan saya untuk menjadi seseorang yang mengabdi pada negara.

Sabtu sore saya melihat pengumuman apakah saya lolos CPNS di Medan atau tidak. Ternyata tidak.

Tuhan itu memang punya jalannya sendiri, ya. Selepas saya tahu saya mengalami penolakan, salah satu kantor yang saya incar sejak lama ternyata membuka lowongan. Tanpa pikir panjang, saya kirim CV dan lamaran ke email yang dimaksud.

Sabtu saya kirim, Senin saya diinterview. Eh, Kamisnya saya diterima kerja. Horeeeeee. *yang ini akan saya ceritain lain waktu*

Selain pekerjaan, ada hal-hal menyenangkan lainnya mampir kepada saya di tahun 2012. Yaitu, saya bergabung di 2 komunitas berbeda dan kedua-duanya keren, menurut saya.

Di bulan Februari saya kopdar bersama teman-teman Depok Blogger.  Beberapa bulan setelah saya gabung bersama kawan-kawan Blogger di Depok, saya kopdar bersama mimid momod Kopdar Jakarta. Depok tempat saya kuliah, Jakarta tempat saya menghabiskan waktu-waktu saya. Hehehe 😀

Karena bergabung di dua komunitas keren ini, saya mengalami banyak hal-hal seru yang pastinya apabila saya tidak bergabung di komunitas itu saya tidak akan mendapatkan hal-hal seru itu.

Pokoknya, tahun 2012 banyak doa saya yang dikabulin dan tidak dikabulin sama Allah SWT.

Tapi, saya yakin bahwa Allah senantiasa memberikan yang terbaik untuk umat-Nya.

Lalu, apa yang saya harapkan di tahun 2013 ini? Banyak! Salah satunya adalah saya ingin dapat mempertahankan apa yang sudah saya dapat jangan sampai apa yang sudah saya raih pergi begitu saja karena kecerobohan diri saya sendiri.

Happy New Year 2013