Pekan Kondom Nasional 2012 : Bantu Pemerintah Gapai MDGs 6

Pekan Kondom Nasional 2012 (sumber: klik gambar)

Pekan Kondom Nasional kembali diadakan untuk yang ke-enam kalinya. Untuk memperingati hari AIDS sedunia yang jatuh tiap tanggal 1 Desember, Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) bekerja sama dengan DKT Indonesia mengadakan acara ini. Selama satu minggu sejak tanggal 1 Desember 2012, banyak acara digelar yang sudah dilaksanakan.

Diantaranya konser Goyang Sutra di lapangan Kopasus Cijantung, edukasi tentang HIV/AIDS di 12 kota besar di Indonesia, penyediaan kondom dan lubrikan di klinik yang di Bali yang melayani kaum gay dan waria.

Seingat saya, Pekan Kondom Nasional sendiri sempat diprotes karena dianggap telah ikut melegalkan seks bebas.

Ya, ya, ya, memang yang protes tidak dapat disalahkan, tapi seandainya mereka tahu apa maksud positif dari diadakannya Pekan Kondom Nasional ini apakah mereka masih protes? Entahlah.

Baiklah, mari lupakan soal protes itu. Yang terpenting, Pekan Kondom Nasional tak berhenti dan terus berjalan sampai hari ini.

Kalau saya ditanya apakah saya mendukung acara ini? Jelas, saya mendukungnya!

Pasalnya, Indonesia menjadi salah satu negara yang termasuk pada taraf epidemi terkonsentrasi yang artinya Indonesia merupakan negara yang mempunyai tingkat prevalensi lebih dari 5 persen dalam populasi risiko tinggi seperti para penjaja seks, pengguna narkoba suntik dan hubungan seksual yang terjadi pada sesama jenis, pria pada pria.

sumber gambar: analisapublik

Perkembangan HIV-AIDS di Indonesia sejak kasus pertama yang mencuat pada tahun 1987 hingga akhir September 2012 terus berkembang di 33 provinsi pada 341 kabupaten/kota dari 504 kabupaten/kota.

Tapi, tahukah bahwa yang rentan terkena HIV ini adalah wanita? Rentannya wanita terhadap HIV ini lebih banyak disebabkan ketimpangan gender yang berakibat pada ketidakmampuan seorang wanita untuk mengontrol prilaku seksual yang disalurkan dari suami atau pasangannya yang doyan ‘jajan’.

Dan yang lebih membahayakannya lagi, justru wanita yang berprofesi sebagai ibu rumah tanggalah yang lebih riskan terkena HIV-AIDS ketimbang wanita yang sehari-harinya berprofesi sebagai penjaja seks.

“81,8 persen penularan seksual karena perilaku seksual yang berisiko dan penggunaan kondomnya yang terlalu kecil,” ujar Menteri Kesehatan Republik Indonesia, Nafsiah Mboi dalam satu kesempatan.

Ibu Hamil Rentan HIV-AIDS (sumber gambar: sehatnews)

Di Indonesia sendiri, dari tahun ke tahun penggunaan kondomnya menurun yang membuat penyebaran HIV-AIDS semakin meningkat.

Kalau sudah seperti ini, bagaimana target MDG bidang kesehatan nomor 6 dapat tercapai?

Oia, MDG 6 berfungsi untuk mengendalikan dan mulai menurunkan jumlah infeksi baru HIV. Padahal, MDG’s (Millenium Development Goals) 6 ini menjadi target pemerintah yang membutuhkan perhatian khusus.

Miris, bukan?

Kabarnya, pemerintah sendiri harus mampu menurunkan angka penderita HIV-AID untuk dapat mencapai target MDG 6 pada tahun 2015. Tapi, sejalan dengan terus meningkatnya kasus HIV di Indonesia membuat pemerintah harus bekerja keras.

Jangan salah, lho. Pemerintah juga enggak diam saja kok soal ini. Menurut Nafsiah Mboi, pada tahun 2014 pemerintah mulai memberlakukan Sistem Jaminan Sosial Nasional yang akan menjamin seluruh masyarakat di Indonesia mendapatkan pengobatan. Untuk masyarakat Indonesia yang kurang mampu, akan mendapatkan pengobatan secara cuma-cuma.

Kalau bisa sih, jangan mentang-mentang dikasih pengobatan cuma-cuma, masyarakatnya sendiri malah masa bodo. Jangan!

Pemerintah tidak bisa melarang Anda untuk tidak melakukan hubungan seks. Sama halnya seperti pemerintah tidak bisa melarang Anda untuk merokok. Tapi, jangan nanti kalau Anda sakit dan biaya rumah sakit mahal malah Anda menyalahkan pemerintah dan memintanya untuk membayar.

“Rokok itu hampir sama dengan HIV. Kita tidak bisa melarang orang untuk merokok, tapi kalau nanti jatuh sakit, kita yang disuruh bayar. Orang yang HIV juga begitu, dia enak-enakkan melakukan seks berisiko, tapi kalau nanti kena HIV, kita yang nanggung pengobatannya. Di mana letak keadaliannya?,” kata Nafsiah Mboi beberapa waktu lalu.

HIV – AIDS

Human Immunodeficiency Virus (HIV) adalah virus yang menyebabkan AIDS. Virus ini menyerang sistem kekebalan tubuh manusia dengan cara melemahkan pertahanan tubuh terhadap penyakit.

HIV merupakan suatu subgroup retrovirus yang dikenal sebagai lentivirus atau ‘slow’ virus. Perjalanan infeksi ini ditandai oleh rentang waktu yang panjang sejak awal infeksi hingga muncul gejala yang berat.

HIV adalah virus yang menyebabkan AIDS.

AIDS (Acquired Immune Deficiency Syndrome) adalah suatu kumpulan gejala berkurangnya kemampuan pertahanan diri yang disebabkan oleh penurunan kekebalan tubuh yang disebabkan oleh virus HIV.

Penularannya dapat terjadi ketika Anda melakukan kontak seksual yang tidak terlindungi dengan ODHA tanpa kondom, kontak dengan darah yang terinfeksi atau penularan dari ibu dengan HIV ke bayi (selama dan setelah lahir)

HIV sendiri sebenarnya dapat dicegah dengan cara setia kepada pasangan, melakukan hubungan seks yang aman dengan memakai kondom, dan tidak melakukan hubungan seks berisiko serta menjauhi narkoba yang menggunakan jarum sunik bersama. Yang paling penting, menawarkan tes IMS dan HIV kepada ibu hamil serta pemberian HRV melalaui program pencegahan dari ibu ke anak.

Tapi, sekali lagi. Ini semua kembali kepada Anda. Anda memiliki hak untuk melakukan apa yang Anda suka. Tapi, lebih baik jangan deh. Terlebih untuk Anda yang sudah memiliki istri dan anak. Kalau memang merasa bosan dengan istri dan ingin mencoba ‘jajan’, pikirin anak deh. Anda tega dengan anak Anda? Ya, kalau bisa sih, takut sama Tuhan. 😀

Kasus HIV ini sendiri dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan. Di tahun 2005 dilaporkan ada sebanyak 859 kasus. Sampai pada bulan September 2012 tercatat ada 15.372 kasus. 😦

Jumlah kasus HIV terbanyak terdapat di DKI Jakarta (21.755 kasus), Jawa Timur (11.994 kasus), Papua (9.447 kasus), Jawa Barat (6.640 kasus) dan Sumatera Utara (5.935 kasus)

Hiks, saya sedih. Tanah kelahiran saya, Sumatera Utara, masuk daftar daerah di Indonesia dengan kasus HIV tertinggi 😦

Proposi kumulatif kasus AIDS tertinggi adalah pada kelompok usia 20 s/d 29 tahun (42,3 %) diikuti oleh kelompok usia 30 s/d 39 tahun (33,1%) dan kelompok usia 40 s/d 49 tahun (11,4%), usia 15 s/d 19 tahun (4%) dan usia 50 s/d 59 tahun (3,3%)

Berarti, remaja usia 15 tahun sudah dapat terkena HIV-AIDS? Prihatin sekaligus miris! Itukan usia-usianya adik saya. Duh, semoga adik saya dan saya sendiri terhindar dari hal-hal seperti ini. *amit-amit Naudzubillah mindzalik*

sumber gambar: republika

KONDOM

Ngomongin soal kondom? Apa sih yang menjadi alasan Anda enggan menggunakannya? Mahal? Saya rasa tidak. Bukannya sekarang ini kondom sudah tersedia dalam banyak rasa, ya?

Kondom (sumber gambar: Bilik ML)

Fungsi kondom kan padahal sudah jelas, penghalang masuknya sperma dan penyakit menular seksual. Tapi, kenapa pada enggan memakainya?

Dan, saya baru tahu kalau kondom tidak hanya diperuntukkan bagi kaum pria, kaum wanita juga ada kondomnya sendiri yang dipasangkan di dalam vagina.

Kondom wanita terdiri dari dua jenis, yaitu FC1 yang bahan bakunya adalah poliuretan dan yang kedua adalah FC2 nitril, yaitu sejenis karet sintesis yang bebas dari lateks. Jenis keduanya ini ditujukkan untuk orang-orang yang memiliki alergi-lateks.

Di dalam kondom wanita terdapat dua cincin di bagian ujungnya. Cincin yang pertama memiliki bentuk yang tertutup selubung dan terdapat di bagian dalam vaginanya. Sedangkan cincin yang satunya terletak di ujung vagina dan tidak terselubung. Cincin kedua ini terletak di luar vagina ketika kondom akan dipasangkan.

Jika dirasa kurang kesat, dapat diberi pelumas vagina yang dibalurkan pada bagian dalam kondom wanita. Contoh pelumas vagina : KY Jelly. sumber

Setahu saya, kondom yang paling populer di Indonesia itu kondom Fiesta. Harga kondom fiesta pun relatif murah. Sepengelihatan saya di toko serba ada yang ada di depan kantor saya, harga kondom fiesta itu berkisar Rp. 7ooo s/d 8000 .

sumber gambar: google

Jadi, tunggu apalagi. Kalau ingin terhindar dari dari HIV-AIDS semua itu dimulai dari dalam diri Anda. Itu semua hak Anda. Anda boleh melakukan apapun yang Anda sukai. Tapi, kalau bisa dicegah, kenapa tidak dilakukan?

Oia, postingan ini saya ikut lombakan yang diadakan di sini

Sumber :

1. Beberapa diambil dari materi yang saya terima ketika liputan. Dan,

2. http://sumut.bkkbn.go.id/Lists/Artikel/DispForm.aspx?ID=196&ContentTypeId=0x01003DCABABC04B7084595DA364423DE7897

Advertisements

Tagged: , , , , ,

20 thoughts on “Pekan Kondom Nasional 2012 : Bantu Pemerintah Gapai MDGs 6

  1. Nella January 13, 2013 at 6:24 pm Reply

    Tulisan Adit menambah wawasan saya :). Ternyata harga kondom murah ya cuma Rp.7.000, baru tau heheh :D.

    • Adiitoo January 14, 2013 at 4:20 am Reply

      itu satu biji ya, bukan satu paket. 😆

  2. Dani January 14, 2013 at 8:08 am Reply

    Kondom emang murah kok Dit. hehehe.
    sayangnya kalo beli kondom masih suka dilihatin. padahal kan urusan masing-masing ya. tapi untuk cegah AIDS sih emang pengendalian diri paling efektif..

    • Adiitoo January 16, 2013 at 3:48 am Reply

      nah, itu dia mas. Kemarin saja iseng beli kondom di kantin depan, tapi dilihatin dari atas sampai bawah 😦

  3. Billy Koesoemadinata January 14, 2013 at 9:53 am Reply

    jadi, adit ikutan yang buat blogger apa jurnalisme ya di lombanya? *malah OOT*

    btw, publikasi/memasyarakatkan penggunaan kondom itu memang bagaikan pisau bermata dua. satu sisi membantu sadar kesehatan, sisi lain seakan-akan melegalkan seks bebas.

    • Adiitoo January 16, 2013 at 3:51 am Reply

      hehehehe ..

      enaknya ikutan yang mana, Kak? #ditapuk

      Itu dia, Menteri Kesehatan sendiri juga bingung kok. Disangka orang-orang dia ikut melegalkan seks bebas.

      Padahal beliau sendiri sebisa mungkin mencegah penyebaran HIV-AIDS di Indonesia

  4. applausr January 14, 2013 at 3:57 pm Reply

    semoga menang ya Dhit.. tulisannya keren juga..
    Kondom di indonesia memang butuh sosialisasi seperti ini..

    • Adiitoo January 16, 2013 at 3:52 am Reply

      terima kasih, Mas. Doakan aku ya 🙂

  5. Satria January 16, 2013 at 12:35 am Reply

    Sangat informatif dan inspiratif Dit. Cerita tentang kondom memang akan selalu memancing pro-kontra yang ramai saat ternyata banyak dari kita masih menutup mata terhadap tingginya angka penularan HIV. Perilaku seks bebas meningkat dan tak berpengaman pula, masalahnya dobel. Pilihan yang kerap digaungkan ada 2: perbaiki moral bangsa (entah mulai dari mana) dan kampanyekan terus penggunaan kondom.

    • Adiitoo January 16, 2013 at 3:53 am Reply

      Perbaikan moral sih, kembali ke pribadi masing-masing orang ya.

      Yang penting kan sekarang ini, Pemerintah sendiri, khususnya Menteri Kesehatan Republik Indonesia ada sesuatu yang memang pantas untuk dikerjakan olehnya dan kita harus mendukung itu

  6. Djonas January 16, 2013 at 5:45 am Reply

    Adiiiiiitoooo. Bisa nih, berangkat ke Afrika dengan artikel ini. Bagus, informatif. Kalo jadi berangkat titip kondom Afrika ya. Cz kondom Indonesia enggak muat.

    • Adiitoo January 16, 2013 at 5:49 am Reply

      Thank you, Djo!

      Doakan daku, ya. Kalau menang, iya daku belikan

  7. Desika Pemita January 18, 2013 at 10:00 am Reply

    Tulisan Adit cukup oke kok untuk dibaca. Ada beberapa bagian yang memang memberikan informasi cukup berguna bagi orang awam seperti saya.

    Apalagi klo ditambah cerita tentang ngerinya menderita HIV/AIDs pasti orang akan mencoba menghindari sejak dini.

    • Adiitoo January 19, 2013 at 3:21 am Reply

      soal ngeri atau tidaknya, itu persepsi orang masing-masing kali, ya.

      Kalau memang dirasa ngeri, ayo, mulai sadar untuk hidup normal. 🙂

  8. Davidkasep January 18, 2013 at 11:11 am Reply

    Kondom emang sih katanya bisa cegah penularan HIV. Tapi kalo ga salah, sebuah penelitian nyebutin bahwa virus HIV itu jauh lebih kecil daripada serat yang ada di kondom. So, yang paling aman tetep aja ‘No Free SEX’ kecuali terpaksa.. hahaha 😆

    Satu lagi, banyak orang yang melakukan Free sex itu memilih kulit ketemu kulit biar bikin sensasinya rada gimana gitu dibanding kehalangin sama kondom. kalo Adit sendiri gimana ? hehe 😆

    • Adiitoo January 19, 2013 at 3:23 am Reply

      Gw? apanya? Free sex nya? kalau aku free yang lain, boleh, kaka?

      *geplak David*

      😆

  9. Herry Fitrian January 20, 2013 at 5:33 am Reply

    aku dukung program ini, kalo urusan dosa mah kita kembalikan ke personnya masing2 toh mereka juga nggak ganggu kehidupan kita

    • Adiitoo January 20, 2013 at 9:34 am Reply

      setuju deh, sama kamu 🙂

  10. niee January 22, 2013 at 2:31 pm Reply

    kalau bu menkes emang dari dulu fokusnya ke HIV AIDS yak, jadinya pas jadi menkes makin fokus deh kesana.

    dan emang masyarakat itu kebanyakan malu dan gak mau mengakui/melakukan tes apakah dia terkena HIV/gak. Padahal kalau tahu sejak awal kan bisa dicegah untuk penularan kepada orang lain atau kalau wanita muda kepada anaknya kalau emang mau mempunyai anak.

    • Adiitoo January 24, 2013 at 7:33 am Reply

      Memang iya, sih. Tapi bagus juga, bukan?

      Setuju banget Nie, rasa malu di diri masyarakat Indonesia masih tinggi. Kemungkinan kalau itu menimpaku pun aku akan malu 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: