Monthly Archives: February 2013

Divonis Mandul, Usia 45 Tahun Melahirkan

Di usianya yang tak lagi muda, pengusaha wanita yang satu ini masih saja terlihat anggun dan menawan. Tak ada rasa lelah yang ia tunjukkan pagi itu, di mana banyak orang sedang bertandang ke ‘ladang’ nya yang luas, dan ingin bertemu dengannya.

Karena sifatnya yang ramah dan terbuka, membuat saya tak segan untuk berbincang langsung dengannya, bertanya banyak tentang dirinya, apa yang sedang dilakukannya sekarang, dan apa sih rahasianya suksesnya.

“Kamu, makannya yang banyak. Semua pesertanya cewek, makannya sedikit. Cuma kamu sama dia (menunjuk Mas Tommy) yang menjadi peserta prianya. Jadinya, kalian berdua harus menghabiskan ini. Ini sehat, lho,” sapanya sewaktu saya mengatre untuk makan siang.

“Saya makannya sedikit kok bu, lagi diet,” jawab saya.

“No, no, no, kamu masih muda. Jangan diet-dietan. Rajin olahraga saja dan makannya dikontrol. Kecuali untuk hari ini, makanlah sepuasnya!” katanya lagi.

Pada akhirnya, dialah yang mengambilkan menu-menu apa saja yang harus saya santap. Dan, benar saja, piring saya siang itu penuh. Ketika saya santap, subhanallah, enak sekali makannya.

Selesai makan siang, saya coba melirik ke mejanya. Apakah dia sudah selesai makan apa belum. Kalau sudah, saya mau bertanya sesuatu kepadanya untuk urusan kerjaan.

Ternyata, beliau sudah selesai makan. Saya beritahu ke panitianya, kalau saya ingin mewawancarai pengusaha sukses satu itu. Si wanita itu akhirnya memanggil saya, dan ia meminta izin sebentar untuk memakai gincu. Hehehee 😀

Karena pada saat itu sedang marak-maraknya jamu berbahan kimia obat beredar luas di pasaran, dan (kabarnya) minat masyarakat Indonesia menurun untuk mengonsumsi jamu, maka pertanyaan pertama saya adalah apa tanggapannya tentang kabar yang sedang meresahkan masyarakat itu.

Untuk yang satu itu, kamu dapat membaca ulasannya di sini [baca: Martha Tilaar: Jamu Memiliki Energi Yin dan Yang] *sekalian promosi* #ditabok

Dari tanya jawab itu saja, ia menunjukkan kalau ia adalah sosok yang pintar dan jenius. Sangking pintarnya dia, saya sendiri sempat kewalahan dengan bahasa-bahasanya yang terlampau ilmiah, dan membuat saya menganga.

Di obrolan berikutnya, ada satu cerita yang membuat saya mengangak tak percaya.

Bagaimana bisa, seorang wanita yang divonis mandul oleh 4 profesor yang berasal dari Holland, Switzherland, Amerika, dan Belanda, di usianya ke-45 tahun ia justru melahirkan anak-anak yang sehat, dan kini telah tumbuh menjadi orang yang sukses, sama seperti dirinya.

“Saya sempat dikatakan mandul oleh 4 orang dokter yang berasal dari Holland, Switzherland, Amerika, dan Belanda,” ceritanya kepada saya.

Meski pun dirinya divonis seperti itu, yang saya salut darinya adalah, ia tak pernah berkecil hati dan pasrah begitu saja. Justru ia dan suami terus bermimpi untuk kelaknya dapat memiliki momongan.

Banyak cara yang ia lakukan, beberapa diantaranya melakukan pengobatan rutin dan tidak lupa untuk senantiasa meminum jamu.

Setelah 3,5 tahun melakukan semuanya itu, tiba-tiba saja ia tak lagi merasakan datang bulan. Karena itulah, akhirnya ia memutuskan untuk ke dokter.

Tapi, apa yang diterimanya? Dokter malah mengatakan kalau wanita yang menyebut dirinya ‘bakul jamu’ sudah memasuki pre menopause.

Setelah mendapatkan tidak mengenakkan itu, ia memutuskan untuk pulang dan bertemu dengan suaminya. Di sini nih, momen di mana saya dapat melihat ekspresi lucunya ketawa, ketika ia menceritakan kalau ia sudah ikhlas jika seandainya suaminya mau nikah lagi 😆

“Aku bilang ke suami, ‘Pa, aku pre menopause. Jadi, kalau kamu mau kawin lagi, silakan’. Gampang banget ngomongnya. Tapi hatiku teriris-iris”. curhatnya.

Bersyukurlah ia memiliki suami yang super pengertian dan sangat sayang kepadanya, apa pun yang terjadi pada dirinya.

Sang suami pun lalu menggandeng tangan Martha untuk menunjukkan sesuatu kepadanya dan mengatakan kalau ia sudah memiliki istri kedua dan bahkan jumlahnya sangat banyak.

“Aku sudah punya kok, istri kedua. Banyak lagi. Lalu, dia menuntun saya ke perpustakaannya dan menunjukkan buku-bukunya sebagai istri keduanya,” cerita Martha menirukan ucapan suaminya.

Pada akhirnya, manusia boleh berencana, tapi Tuhanlah yang menentukan.

Setelah sempat pasrah dan meminta suaminya untuk menikah lagi, ternyata Tuhan menitipkan janin ke dalam rahimnya.

Martha mengatakan kalau sebelum bayinya lahir, para profesor meminta kepada Martha menerima seperti apa pun bayi yang akan lahir dari rahimnya, harus diterima olehnya mengingat usianya yang sudah tak mungkin bisa hamil.

Martha mengatakan, “Profesornya bilang ke saya sebelum anak saya lahir ‘Martha, kalau nanti ini cacat, mongoloid syndrome, ini bukan tanggung jawab saya,’. Lalu aku bilang ‘Aku percaya pada-Mu Tuhan, kalau kau akan memberikan yang terbaik untukku’.”

Sekarang, Martha dapat tersenyum lebar. Ia memiliki 4 orang anak yang semuanya terlahir dan besar dalam keadaan sehat dan jauh dari kecacatan.

Setiap kali Martha melihat anak-anaknya yang sukses, Martha mengatakan, kalau ia merasa flashback ke ucapan-ucapan yang dikatakan para profesor kepadanya.

“Sudah 45 tahun, sudah oma-oma, melahirkan. Melahirkan anak-anak yang sehat pula,” kata Martha.

Inti dari apa yang diomongin olehnya adalah tak ada kata yang tak mungkin kalau kita sebagai umat manusia untuk selalu berusaha. Dan menyerahkan semua kepada-Nya.

Terlebih lagi buat yang sudah menikah. Momen-momen seperti inilah, (sepertinya) Tuhan menguji umat-Nya, sekuat apa kita bisa menerimanya, dan sekuat apa pula kita dan pasangan untuk senantiasa mempertahankan mahligai pernikahan.

Tuhan tak pernah tidur. Tuhan sudah menyiapkan yang terbaik untuk umat-Nya. Tinggal, apakah umat-Nya mampu bertahan dan menunggu yang akan diberikan Tuhan kepadanya.

Buat kakak-kakak yang sudah menikah dan belum dikarunia seorang anak, jangan pernah berhenti berusaha dan berdoa. Percayalah, ada masanya Tuhan akan memberikan apa yang kamu dan pasangan impi-impikan.

Mungkin saat ini, ada rencana indah yang sedang dipersiapkan Tuhan untukmu. Aminnn…

Berkunjung ke Kampung Djamoe Organik Martha Tilaar

Sabtu (2/2/2013) saya berkunjung ke Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) milik Martha Tilaar yang ada di daerah Cikarang Selatan, Bekasi.

Sebenarnya di undangan sendiri tertulis kalau acara ini diperuntukkan bagi para wanita. Berhubung acara ini masih ada kaitannya dengan kerjaan saya, saya meminta izin untuk ikut serta supaya bisa bertemu dengan si empunya tempat, Martha Tilaar, untuk bisa saya wawancarai.

Ternyata saya diizinkan untuk ikut dalam rombongan, alhasil pas hari H di dalam bis sayalah yang paling ganteng seorang diri di antara para rombongan wanita tersebut. 😆

Singkat cerita. Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam dengan menaikki bus ‘burung biru’, sampailah saya bersama rombongan di tempat tersebut.

Saya sendiri baru tahu kalau ternyata di daerah Cikarang sana ada tempat untuk bercocok tanam. Saya pikir di sana cuma ada pabrik doang, ternyata ada juga tempat sekeren ini.

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar luasnya sebesar 9Ha. Di sana ditanam tanaman obat-obatan yang nantinya akan diproduksi menjadi jamu, kosmetik, dan hal-hal menyehatkan lainnya.

Sampai di tempat tersebut, kami semua langsung disambut oleh para karyawan Kampung Djamoe Organik, dan langsung diperlihatkan tanaman yang sudah kering, sebelum akhirnya kami semua dibawa ke tempat yang lebih luas lagi.

Tanaman yang Sudah Kering

Setelah selesai perkenalan tahap awal, kami semua diajak untuk masuk ke dalam rumah Manado, dan kami semua diberikan minuman ucapan selamat datang berupa jamu.

Rumah Manado ini tempat persinggahan bagi seseorang yang ingin masuk dan menjelajah kampung secara menyeluruh. Di rumah Manado ini, bagi wanita yang memakai sepatu hak tinggi, bisa dilepas dan mengganti dengan memakai sandal jepit yang tersedia di tempat itu.

Oia, ngomongin soal jamu, ternyata jamu yang saya minum adalah jamu untuk para wanita. Saya baru tahu itu, pada saat mendengar rombongan lain yang ngomong, “Jamunya enak, ya.. Katanya jamu ini bisa bikin kulit mulus, lho!”. Nah, lho! 😀

Rumah Manado

Minuman Selamat Datang

Setelah masuk ke rumah Manado, dikasih minuman selamat datang, dan dibagikan kelompok, kami semua akhirnya di menjelajah Kampung Djamoe Organik (KaDO) tersebut.

Asli, tempatnya keren banget. Di tempat seluas itu, bukan hanya ada tanaman obat-obatan, tapi juga danau buatan yang berfungsi untuk menampung air, dan air itu nantinya akan digunakan untuk menyiram seluruh tanaman obat-obatan yang ada di kampung itu. Di samping danau itu, terbentang luas sawah yang ditanami padi-padi organik yang hijau banget.

Sawah Padi Organik

Danau Buatan

 

Tanaman obat-obatan di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar jumlahnya banyak banget. Lebih dari 100 tanaman kali, ya. Dan semua itu benar-benar enak dipandang mata.

Yang saya ingat, di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar ada tanaman gingseng Indonesia, pohon Jayanti atau Jati Cina, dan Jati Belanda.

Jati Cina dan Jati Belanda ini bermanfaat untuk kamu-kamu yang obesitas. Buat kamu yang ingin langsing, rajin-rajin aja minum jamu olahan yang terbuat dari Jati Belanda dan Jati Cina ini.

Selain itu ada tanaman daun prasmanan, daun kentutan, sekar sari tanjung, pandan wangi, pandan toang, kecibiling, dan lain-lain.

Daun kentutan biasanya digunakan untuk orang-orang yang tidak bisa kentut selama beberapa hari.

Sekar sari tanjung biasanya dipakai untuk membuat bedak para wanita. Pandan wangi biasanya dipakai untuk perawatan di SPA.

Kecibiling apabila dikeringkan dan diracik sebagai minuman biasa dipakai untuk mengobati batu ginjal.

Karena banyak tanaman dan bunga-bunga, kupu-kupu pun tak mau ketinggalan untuk senantiasa meramaikan kampung itu.

Kupu-kupu

 

Kami semua bukan hanya diajak untuk melihat tanaman obat-obatan saja, lho. Kami juga diajak untuk melihat proses bagaimana Jati Belanda diproduksi. Dan juga diperlihatkan jamu-jamu yang sudah dikeringkan dan sudah dimasukkan ke dalam lemari kaca.

Jenis-jenis jamu yang dikeringkan dan dimasukkan ke dalam lemari adalah:

  • Majakan
  • Temu Giring
  • Saga Manis
  • Rosela
  • Beluntang
  • Remujung
  • Temu Luwak
  • Salam

Proses 1

Proses 2

 

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

 

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

 

Puas. Itulah yang saya rasakan ketika melihat keseluruhan tanaman obat-obatan itu. Ilmu saya pun bertambah karena penjelasan yang sangat jelas yang diberikan oleh karyawan Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar.

Selesai melihat keseluruhan tanaman, kami rombongan diajak masuk ke dalam rumah bamboe untuk mengikuti sebuah acara dan diujung acara kami semua menyantap makanan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

Oia, bagi narablog yang ingin mengajak keluarga, terutama anak Anda, main ke tempat ini juga bisa, lho.

Soalnya di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar menyediakan sebuah program yang diberi nama Training and Learning Program.

Beberapa program pelatihan singkat juga disediakan bagi Anda seperti perlindungan alam, proses pembuatan kompos, teknik menanam dan perawatan tanaman organik sebelum dan sesudah hasil panen, cara membuat produk jamu atau herbal untuk perawatan kesehatan keluarga, dan juga pelatihan perawatan kesehatan dan kecantikan dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Alamat Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

Jl. Raya Cibarusah, EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi

Telepon: 021-70110076, 91828384

 

Misteri Dibalik Kerupuk Beracun

Beberapa hari ini beredar kabar kalau kerupuk putih, kerupuk pelangi, dan kerupuk-kerupuk lainnya yang biasa kita makan, mengandung bahan plastik sehingga kerupuk tersebut dapat terbakar.

Sampai pada akhirnya, tadi pagi semua reporter mendapat pesan teks dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menghadiri diskusi terkait dengan berita yang masih simpang siur tersebut.

Menurut BPOM, pada saat mendengar kabar ini beredar di masyarakat luas, pihaknya langsung melakukan investigasi dan mencari tahu apa benar atau tidak kabar tersebut.

Dan, Ketua BPOM, Dra. Lucky. S. Slamet mengatakan kalau semua itu tidak benar. Pihaknya sudah memeriksanya dan menguji, dan hasilnya memang tidak ada. Ini hanya isu yang membuat masyarakat resah saja.

Karena rasa penasaran tingkat dewa, akhirnya tadi iseng nyuruh OB untuk beli kerupuk putih, dan setelah berada di tangan saya, langsung saja saya bakar. Hasilnya, terbakar.

Kerupuk Terbakar

Banyak dugaan sih, sebenarnya. Apa benar kerupuk itu benar-benar mengandung plastik, atau minyak yang ditugaskan untuk menggoreng kerupuk-kerupuk tersebut dicampur dengan plastik. Wallahuwa’alam!

Yang jelas, bukannya segala makanan yang digoreng itu tidak baik, ya. Terlepas dari siapa yang menggorengnya. Ya, kalau mau yang sehat, goreng sendiri saja kerupuknya.

Tapi, masa iya, mau makan harus goreng kerupuk dulu. Ribet, ‘kan?

Jadi, bagaimana, masih mau makan kerupuk atau malah parno? 😀

Kalau saya sih, tetap memakannya. Kalau kondisi tubuh baik sih, aman-aman saja. 😆

Pria Modern Hindari Cara Kuno Mencukur Kumis

Di rumah itu ada 2 pria, saya dan papa. Tapi, dari kami berdua yang kelebihan hormon itu papa, sedangkan saya kekurangan hormon karena pernah obesitas.

Kelebihan dan kekurangan hormon ini terlihat jelas di muka kami berdua. Papa itu kalau soal tumbuh menumbuh kumis, dialah yang paling sering. Kalau saya, bisa dua bulan sekali.

Papa ini doyan nyukur, tapi nyukurnya selalu pakai cukuran yang harus memasukkan silet dulu itu. Demikian juga dengan saya, kalau ada tumbuh bulu, pasti sama kayak papa. Cuma saya ini orangnya parnoan, takut kalau harus terkena silet. Makanya, suka ada drama-drama kecil kalau pas cukur mencukur gitu 😀

Gila ya, sudah 2013 saja gaya mencukurnya masih kuno banget, enggak modern. Gimana mau menyandang lelaki modern kalau nyukurnya saja masih cara kuno? Hahaha 😆

Eits, tapi itu dulu lho. Sepertinya, sekarang dan sampai tahun-tahun yang akan datang, cara kuno seperti itu akan kami tinggalkan. Soalnya, kami berdua sudah ada ‘mainan baru’, Philips Aquatouch AT750.

Penampakan Aquatouch AT750

Asyiknya menggunakan Philips Aquatouch AT750 ini dapat digunakan oleh papa mau pun saya untuk mencukur dengan kondisi kering atau basah. Karena electric shaver ini anti-air, catet besar-besar, anti air, dapat digunakan di bawah shower.

Tuh, buat kamu yang mengaku dirinya modern man, cocok nih Philips Aquatouch AT750 kamu pakai. Terlebih lagi kalau kamu lagi galau. Kan, anak-anak modern sekarang kalau lagi galau bershower ria, dari pada kamu nyilet-nyilet pergelangan tangan, mending kamu cukuran. Sesekali galaunya jangan merusak diri bro, tapi memermak diri. Hahaha …

Yang lebih mengasyikkannya lagi, mainan baru ini menggunakan baterai yang dapat digunakan lebih dari 50 menit. Dan dapat bertahan sampai satu bulan sekali pengisian. Walau pun Philips Aquatouch AT750 ini memakai baterai, bukan berarti tidak bisa dibilas, lho. Bisa!

Philips Aquatouch AT750

Kalau mau membandingkannya dengan pisau cukur sekali pakai yang bisa digunakan, pisau yang ada di dalam Philips Aquatouch dapat mengasah dengan sendirinya. Jadi, tidak perlu diganti deh selama 3 tahun. Cihuyyyy!

Parno sama luka cukur? Allahhhh… Menggunakan alat cukur pria modern seperti ini tidak perlu khawatir akan luka cukur. Dijamin, tidak bakal terjadi. Engga percaya, tanya deh sama Nicholas Saputra.

Kalau kamu bertanya sama Nicho, pasti dia akan jawab, “Jelas dong, alat cukur ini tidak akan ada yang namanya luka cukur. Kan menggunakan system dual blade dan mempunyai ujung pelindung yang membulat dan menghasilkan tekanan yang rendah dan tidak pernah secara langsung menyentuh kulit. Jadi, tidak ada lagi yang namanya luka cukur,” *sambil megangin dagu*

Masih ragu untuk membeli dan menggunakan Philips Aquatouch AT750? Kalau ngakunya pria modern sih, pasti akan meninggalkan cara lama untuk cukur mencukur.

Atas : sebelum dicukur | Bawah : setelah dicukur dengan Philips Aquatouch AT750 

Papa saya saja baru sekali mencoba, ketagihan. soalnya, sudah tidak perlu repot untuk masukin silet ke alat cukur. Praktis.

Pria modern, segera move on!