Monthly Archives: March 2013

Angkringan Blok M Square : Harga Bintang Lima, Rasa Kaki Lima

Sekitar 3 Minggu lalu, saya ditemani Indra Yust, Thia Soediro, dan Wahyu, menyaksikan film Indonesia yang diadaptasi dari buku best seller karya Dee Lestari di bioskop Blok M Square.

Film dimulai sekitar pukul /7 WIB dan berakhir sekitar pukul 8.15WIB. Selesai nonton, kami bertiga memutuskan untuk mengisi perut yang sudah kelaparan ini. Tiba-tiba saja, Mas Indra merekomendasikan untuk makan dan bergibah ria di angkringan Blok M Square.

Blok M Square

Ternyata eh ternyata, dan ini saya sendiri #barutahu, di Blok M Square kalau malam hari banyak pedagang makanan yang menjajakan masakan-masakan kampung. Dan ya, tempat ini sendiri berkonsep angkringan.

Yang ada di otak saya, angkringan itu berarti harganya murah. Soal rasa, saya sadar diri. Karena sudah terprogram di otak saya ‘murah’, saya pun memesan beberapa item.

Menu di Angkringan Blok M Square

Selesai makan dan ber-hahaha-hihihi-huhuhu bareng Indra, Thia, dan Wahyu, saya memutuskan untuk bayar dan bergegas pulang. Ketika saya menanyakan berapa harga yang harus saya bayarkan atas menu yang saya makan, betapa kagetnya saya kalau ternyata menu yang saya pilih dihargai Rp 28 ribu. *shock*

Karena sedikit kaget dan tak percaya, saya kembali meminta si ibu untuk menghitung kembali apa saja yang saya makan, plus sebotol air mineral. Dan ya, hasilnya masih tetap sama.

Njrit. Tiba-tiba saja saya menyesal menerima ajakan Mas Indra untuk makan di angkringan. Ternyata, angkringan Blok M Square: Harga Bintang Lima, Rasa Kaki Lima.

Seingat saya, waktu saya menjajal angkringan yang ada di Yogyakarta, saya tak sampai merogeh kocek sebesar itu. Menu yang saya pilih di Jogja pun, termasuk banyak banget.

Ini menu yang saya pilih malam itu..

Taraaaa..

Menurut teman-teman semua, bagaimana? Dengan menu yang saya pilih ini, kira-kira pantaskah dihargai Rp 28 ribu ?

Tapi kan Dit, bayar gedungnya mahal.

Okei, kalau soal sewa gedung mahal, saya rasa masih tidak manusiawi memberikan harga seperti itu.

Ini menurut saya, ya …

Advertisements

Indosat Super WiFi Blog Competition

Hai, narablog, apa kabar? Cukup lama ya, saya tidak menulis di blog ini.  Dan sudah cukup lama pula saya tidak blogwalking. Bukannya sok sibuk, memang saya yang masih anak baru di kantor ini sibuknya luar binasa! :p

Yah, sudahlah, tak perlu panjang lebar lagi.

Jadi begini, kabarnya Indosat sedang mengadakan lomba blog dengan tema ‘Indosat Super WiFi Blog Competition’. Hadiahnya pun cukup bikin liur ini berceceran. Mulai dari Macbook Pro, Galaxy Note II, dan Galaxy Tab 10.1, disiapkan untuk kamu yang mengikuti kompetisi blog ini.

Bagaimana cara mengikuti kompetisi ini? Gampang!

  1. Daftarkan blog pribadimu di Indosat Super WiFi Blog Competition
  2. Buat blog post dengan tema ‘Pengalamanku Menggunakan Indosat Super WiFi’
  3. Mau posting di mana saja, boleh. Asalkan blog pribadi yang sudah aktif selama 3 bulan lamanya, dan sudah memiliki minimal 5 postingan.
  4. Boleh dishare di Twitter dan mention ke @IndosatMania
  5. Periode lomba 26 Maret 2013 s/d 30 April 2013

Lokasi Indosat Super WiFi-nya ada di mana saja, Dit? Banyak, kaka!

Di Jakarta ada di beberapa daerah, 7 di antaranya ada di bawah ini:

  • Univ Indonusa Esa Unggul
  • McDonald’s Puri Indah
  • Pecel Lele Lela Slipi
  • Ruko Glodok 5 Spot Area
  • Hotel Twin Plaza.
  • Halte Busway Stasiun Kota
  • Halte Busway Mangga Besar, dan lain-lain

Eits, kompetisi ini berlaku untuk kamu yang ada di seluruh pelosok Indonesia. Jangan khawatir soal Indosat Super WiFi-nya. Soalnya, Indosat sudah menyediakan di seluruh tempat yang ada di Indonesia. Buruan, cek lokasi Indosat Super WiFi-nya di sini.

Tunggu apa lagi? Buruan, ambil gadgetmu untuk merasakan sensasi yang luar biasa dari Indosat Super WiFi, dan ikuti kompetisi ini.

Kalau kamu yang menjadi pemenang, traktir daku, ya 🙂

 

 

 

Lezatnya Soto Betawi dan Sate Kambing Tiga Saudara

Sebagai pecinta soto, kurang afdol rasanya apabila ada warung soto baru dibuka tidak disinggahi.

Kemarin malam, sewaktu saya turun dari angkot dan hendak masuk ke dalam gang rumah, tiba-tiba saja hidung ini mengendus bau yang sangat sedap. Aroma tersebut benar-benar meminta saya untuk tidak melangkah masuk lebih dalam lagi ke dalam gang, melainkan meminta saya untuk memutarkan badan saya kembali ke luar gang dan berbelok ke kiri menuju TKP aroma itu berasal.

Rupa-rupanya, di depan gang rumah saya itu ada satu warung  Soto Betawi dan sate kambing bertenda yang baru buka. Ya, baru sekitar sebulananlah. Ternyata, si warung bertenda ini menepati warung Mie Aceh yang kini sudah tak ditempati lagi.

Begitu sampai di depan tenda, sempat mau pulang saja, soalnya ramai banget. Namun, saya penasaran. Ramainya itu karena baru buka, atau memang karena rasanya enak. Yaudah, saya urungkan untuk pulang, dan tetap bertahan di warung tenda tersebut.

Yang jual soto ini 3 bersaudara, sesuai dengan namanya ‘Soto Betawi Tiga Saudara’. Isian soto Betawinya ini dapat kita pilih sendiri, soalnya daging, usus, kaki, babat, dan segala isiannya ditaruh di dalam baskom putih, dan kita pilih mana yang kita mau. Nentuin harga seporsi soto Betawinya berapa, ya dari isiannya itu. Kita pilih yang apa, dan berapa banyak.

Masing-masing item harganya beda. Seperti ini, ni ..

Baskom Putih Berisikan Isian Soto Betawi

Nah, kalau kita sudah memilih apa yang kita mau, nanti kita kasih ke abangnya, biar diracik, dan dengan segera dapat kita santap.

Cara ngeraciknya pun kita dapat menyaksikannya langsung. Setelah daging dipotong, tidak langsung diberi kuah. Tapi, disiram sama kuahnya sedikit, lalu kuahnya dikeluarkan lagi. Biar bumbu dari kuahnya itu meresap ke dagingnya.

Satu menit kemudian, baru deh daging-daging itu diberi ‘teman’ seperti tomat dan lain-lainnya.

Seporsi Soto Betawi

Kuah

Isian Soto Betawi

Soto Betawi Tiga Saudara ini kuahnya tidak 100% berisikan santan, namun ditambahkan dengan susu. Gurih banget. Bukan hanya itu, rasanya pun pas di lidah saya. Padahal waktu saya memesan ini tidak ditambahkan micin dan bumbu-bumbu lainnya.

Kalau di tempat lain, entah mengapa rasanya hambar ketika saya tidak ingin ditambahkan micin. Kalau di sini, enggak.

Begitu juga dengan dagingnya, walau pun potongannya tebal, tapi empuknya bukan main.

 

Harga :

  • Kaki : Rp 8K/potong
  • Otak : Rp 6K/bungkus daun pisang
  • Daging, babat, dan yang kecil-kecil : Rp 3K/buah

Seporsi Soto Betawi yang saya beli, dihargai Rp 12K

SATE KAMBING

Dalam kesempatan itu, saya tidak hanya memesan seporsi Soto Betawi-nya saja. Tapi, saya juga tidak lupa memesan seporsi sate kambingnya.

Tidak perlu menunggu lama, tidak sampai 10 menit, saya sudah bisa menyantap seporsi sate kambing di Warung Tiga Saudara tersebut.

Seporsi Sate Kambing

Tebal

 

Ketika saya melihat potongan dagingnya, saya pikir bakal alot. Ternyata empuk juga. Anjir. Enak banget.

Dagingnya empuk, racikan bumbunya sedap, tomat, bawang, dan cabai hijaunya pun tampak segar.

Seporsi sate kambing dihargai Rp 20K. Dan seporsi nasi putih dihargai Rp 3K.

Total kerusakan secara keseluruhan adalah Rp 35K.

Selesai makan, tidak ada rasa menyesal sama sekali karena sudah mengeluarkan uang (yang cukup besar) itu. Karena memang, semuanya enak dan tidak mengecewakan.

Kalau teman-teman main ke rumah saya, Insya Allah saya akan ajak ke sini. Tapi, bayar sendiri ya :p

Kalau kamu ada rekomendasi soto dan sate kambing yang enak, beritahu saya ya. Saya ingin menyicipi berbagai macam soto yang ada di Indonesia. Minimal, di Jakarta dulu. 😆