Monthly Archives: September 2013

Karaoke Massal di Konser Yovie ‘Irreplaceable’ and His Friends Takkan Terganti

Sudah lama saya tahu bahwa musisi favorit yang seluruh karyanya saya suka, Yovie Widianto akan menggelar konser. Setelah tahun lalu sukses dengan konser 25 tahun Kahitna, tahun ini konser dengan tajuk Irreplaceable #TakkanTerganti digelar untuk memeringati 30 tahun doi berkarya.

Tahu kabar ini, langsunglah saya ajak teman gebetan dari media sebelah untuk nonton konser Yovie ini. Saya berharap, temannya itu mau ikut nonton bareng. Jadi kan, punya kesempatan untuk sing a long bareng gitu. Untuk konser musisi yang saya idolakan, saya berusaha untuk membeli tiketnya, enggak kepikiran untuk ikutan quiz di Twitter. Berhubung saya menunggu kepastian dari tetangga sebelah, niatan untuk beli tiket diundur. Sampai pada akhirnya, dia bilang nggak bisa, dan sayanya fokus ke kerjaan dan liputan, sampai pada akhirnya mau beli tiket, tiketnya sudah ludes. Amsyong! Masa ketiban sial beruntun gitu. Ish..

Saya carilah tiket ini ke sana ke mari. Ngubungin setiap nomor yang mampir ke mensyen Twitter saya, memberitahu ada yang jual tiketnya. Tapi mendadak stres, yang dijual tiket VIP dan VVIP semua. Idola sih, idola. Tapi, kalau harus beli tiket yang harganya jutaan, mikir dulu kali, booowwww. Saya niatnya mau beli yang festival atau Tribune 1B. Sekalinya ada yang jual, mahal gila.

Singkat cerita, itu tuh, @PlasaMSN ngadain quiz berhadiah tiket konser ini. Ibarat menjilat kembali ludah yang sudah saya buang, saya akhirnya ikutan quiz itu. Hasil akhirnya, saya menang lagi. Horay! Dapatnya, tiket Tribune 1B. Yeay!

Konser dimulai kalau dilihat dari undangan sih, jam 8 malam. Tapi ya, Indonesia mana ada yang ontime sih? Ujung-ujungnya juga ngaret. Benerrr. Konser ini baru dimulai sekitar jam 8.30 malam.

Begitu tirai putih diturunkan, terlihatlah si om-om kece ini duduk manis di belakang pianonya mengiringi anak didiknya 5 Romeo membawakan lagu pembuka. Dan, ya, saya baru ngeuh ada vokal grup cowok bernama 5 Romeo. He he he …

Pembuka oleh 5 Romeo (via: Suara Merdeka)

Setelah itu, si om ini menceritakan masa lalunya yang hampir tidak diberikan izin bermusik oleh kedua orangtuanya, memiliki rekan kerja yang sama, dan manajer serta tukang kabel yang sama selama 30 tahun. Dari ceritanya itu, dapat ditarik kesimpulan, bahwa konsisten dan setia memang dua hal yang dipertahankan olehnya selama ia berkarir. Dan itu patut ditiru. Camkan itu!

Basa basi usai, tibalah waktunya galau dan karaoke berjamaah. Setelah 5 Romeo, giliran brondong di Kahitna, Mario Ginanjar, membawakan lagu ‘Terlalu Cinta’ milik Rossa. Dari awal lagu, suara-suara penonton untuk nyanyi bareng sudah mulai terdengar. Kelihatannya, 4.500 mulut penonton yang hadir di JCC enggak kuat lama-lama untuk diam. Maunya itu nyanyi. Eh, benar. Begitu Mario sodorin mic ke penonton pas bagian reff, karaoke massal sesungguhnya dimulai. Terdengarlah ‘Tuhan, maafkan diri ini.. Yang tak pernah bisa, menjauh dari angan tentangnya. Namun, apalah daya ini. Bila ternyata, sesungguhnya, aku terlalu cinta dia’.

Mario Ginanjar (via: She News)

Lagu selanjutnya, adalah lagu Kahitna berjudul ‘Katakan Saja’ yang dibawakan Marcel dan Mario. Ya, seperti biasa, suara ribuan penonton kembali terdengar, dan tak dapat terbendung.

Dalam konser yang berlangsung selama 3 jam, Yovie memang menggeber semua lagu-lagu andalannya. Semua lagu yang memiliki cerita dan kenangannya tersendiri. Dan hampir di semua lagu, tidak ada penonton yang tidak ikut bernyanyi, termasuk saya. Bahkan Yovie ngomong, ‘Saya pengiringnya, kalian penyanyinya. Penyanyi sesungguhnya, cuma backing vocal,’ 😆

Selain Mario dan Marcel, Rio Febrian pun ambil bagian dalam konser itu. Ia menyumbangkan suara, dengan membawakan lagu berjudul ‘Bukan Untukku’. Setelah Rio, ada trio RAN yang membawakan tembang ‘Tentang Diriku’ dan ‘Andai Dia Tahu’. Lalu, muncullah satu-satunya band, Alexa yang membawakan ‘Suratku’ milik Heidy Yunus.

Bosan dengan penyanyi cowok melulu, akhirnya si om kece itu mengeluarkan si mungil Andien melantunkan tembang yang pernah dipopulerkan Rossa dan Marcell, ‘Hati Tak Ingin Tak Terpisah’. Yang mulanya posisi Andien ada di bagian atas, di lagu selanjutnya ia turun ke bawah untuk berduet dengan penyanyi idola saya, Raisa. Yeay! Raisa muncul jugaaaa. Keduanya membawakan ‘Dia Milikku’. Di lagu ini, kedua biduwanita itu cerita memperebutkan Yovie gitu, deh. Sayang, Raisa kurang genit dan kurang nakal dari Andien pas adegan memperebutkan Yovie. Raisa memang gadis soleha!

Raisa dan Andien (via: Metro TV)

Zaman FTV di SCTV masih 1 judul punya 5 episode, sering banget lagu ‘Kekasih Sejati’ milik Yovie dinyanyikan Monita dipakai. Di konser itu, lagu tersebut dibawakan Raisa. Dan Raisa sedikit tersipu malu, dengan muka memerah, tapi keunyuan bertambah maksimal, waktu ditanya sama Yovie ‘Apakah kamu punya kekasih sejati?’. Aih, matik. Apalagi, pas Raisa membawakan ‘Mantan Terindah’. Aduh, Raisa cantiknya kok kebangetan. Kasihan cewek-cewek lain. Suaranya juga lho.. Aduh!

Yang dinanti akhirnya muncul, Kahitna. Grup band idola saya ini membawakan lagu milik Yovie and Nuno yang berjudul ‘Bunga Jiwaku’. Ya, satu per satu akhirnya muncullah. Dikta, 5 Romeo, sampai Sharon ‘Corrs’ dan Rick Price, satu per satu bergantian sumbang suara.

Uniknya, pas bagian Sharon dan Rick Price. Ketahuan banget jomplang perbedaan usianya. Pas Sharon membawakan So Young, Yes We Can (feat Andien), dan Radio, rata-rata angkatan 90-an yang karaokean bareng. Angkatan 2000-an, diem saja. Itu terjadi di Tribune 1 B. Anak-anak SMA dan saya tahu pas mau masuk antre bareng mereka, merekanya diam saja gitu. Apalagi, waktu Rick Price nyanyi bareng Kahitna dengan Heaven Knows. Ha ha ha..

Sharon dan Andien (via: Tempo.co.id)

Rick Price feat Kahitna (via: Viva.co.id)

 

Secara keseluruhan, saya sangat terhibur dengan apa yang disajikan malam itu. Tidak hanya nyanyi saja, penonton pun dihibur sama banyolan para pengisi acaranya. Di satu segmen, Marcel, Rio Febrian, Hedy Yunus, dan Mario berhasil mengocok perut penonton dengan candaan mereka. Aslik, enggak garing. Candaannya sih, lebih kepada bongkar masa lalu si om saja, yang memiliki kenangan hidup dengan lagu yang diciptakannya. Suasana konser jadi terasa akrab saja gitu.

Nah, ada juga satu segmen di mana kejeniusan seorang Yovie dalam bermusik dipertaruhkan. Ia ditantang untuk menciptakan lagu dalam waktu 5 menit. Rio dan Mario meminta kepada penonton untuk memberikan tiga nada dasar, dan tiga kata untuk dibuatkan lagu oleh Yovie. Akhirnya, terpilih 3 nada dasar ‘Do, Si, dan La’. Salah satu penyumbang nada itu, kalau enggak salah hot mama Indonesia, Masayu Anastasia yang naik ke atas panggung. Lalu, tiga kata terpilih adalah ‘Sakit’, ‘Melayang’, dan ‘Janda’ sumbangan dari duo Titi, Titi Rajobintang, dan Titi DJ. Lalu, Yovie memilih Rio Febrian dan Marcel untuk menyanyikan lagu baru itu.

Setelah berdiskusi singkat di belakang panggung, dan terlihat jelas oleh penonton apa yang dikerjakan ketiganya, jadilah sebuah lagu sederhana dengan lirik nan indah, yang intinya itu Yovie banget, deh. Lagunya jadi begini “Melayangku denganmu, oh sakitnya, mungkin aku dulu tak sebaik saat ini. Kini engkau sendiri, mereka bilang kau janda, namun hatiku ini temanimu,”

Tapi, tapi, ada beberapa poin minus konser Yovie dari saya. Pertama, menurut saya, Andien kurang pas membawakan lagu pertamanya itu. Kenapa, itu terlalu ngepop buat Andien, dan saat itu, terdengar di saya terlalu kejar-kejaran. Kedua, Alexa membawakan ‘Suratku’ dengan lebih up beat sangat disayangkan banyak pihak (penonton -red). Asli, hancur banget. Kesan romantisnya itu enggak dapat sama sekali. Padahal, banyak penonton yang mau nyanyi bareng lagu ini. Kekecawaan ini saya dapati di bangu Tribune 1B. Banyak yang ngeluh, pas tahu Alexa membawakan lagu itu.

Dan yang terakhir, sound di beberapa lagu kurang maksimal. Bahkan ada yang berdenguk selama beberapa detik, dan itu mengganggu.

Meski begitu, saya tetap senang dan bahagia dapat menyaksikan konser 30 tahun perjalan bermusik Yovie Widianto. Namanya juga manusia, ya. Lagian, kesalahnnya enggak banyak kok. Pokoknya, selamat berkarya terus buat Yovie dan teman-teman. Ditunggu karya-karya abadi selanjutnya. Kalau ngundang Yovie dan Kahitna untuk nyanyi di acara pernikahan berapa, ya, kira-kira? 😆

Oia, terimakasih juga @PlasaMSN. Terimakasih, telah mewujudkan mimpi sederhana saya ini. Guys, buruan follow @PlasaMSN. Banyak quiz yang hadiahnya seru-seru.

Kelas Inspirasi Tangerang Selatan 2013 `Bangun Mimpi Anak Indonesia`

Dunia mengajar bukanlah sesuatu yang baru buat saya. Ketika masih kuliah dulu, saya juga sempat menjadi asissten dosen laboratorium di kampus tempat saya menuntut ilmu selama 4,5 tahun lamanya. Setelah vakum dari dunia mengajar, tiba-tiba saja saya mendapat kesempatan untuk kembali mengajar selama 1 hari penuh. Bedanya, yang kali ini akan diajar oleh saya adalah anak-anak SD! Gugup, pasti. Bingung, apalagi. Puyeng, enggak usah ditanya, deh. 

Kesempatan menjadi guru di sekolah dasar ini, saya dapatkan setelah terpilih menjadi salah satu relawan  untuk Kelas Inspirasi Tangerang Selatan 2013 ‘Bangun Mimpi Anak Indonesia’ .

Di tanggal 16 Agustus 2013,  saat saya tengah sibuk mencari bendera merah putih yang akan dikibarkan ke esokan harinya, telepon pintar saya berbunyi menandakan ada surat elektronik yang masuk. Awalnya, undangan itu hanya dibaca sekilas oleh saya, karena di deretan bawah ada surel yang masuk dari anak-anak Kojak, pun saya masih fokus mengurusi tetek bengek untuk menyambut Hari Ulang Tahun Republik Indonesia ke-68.

Selesai membereskan semuanya, sholat isya, dan membersihkan tempat tidur, dalam keadaan santai saya coba membaca kembali surel yang masuk itu. Dengan subjek : [UNDANGAN] Kelas Inspirasi Tangerang, saya berusaha untuk membacanya secara perlahan, dan mengerti akan isi surel tersebut.

Berikut isi surel yang datang kepada saya :

Dear Para Inspirator,

Kami kirimkan undangan ini kepada Anda sebagai ajakan untuk bersama-sama turun tangan dan menjadi sumber inspirasi bagi adik-adik sebangsa.

Adik-adik kita masih bersekolah di SD-SD sederhana di tengah lipatan kesibukan kota. Di hari Inspirasi, 11 September 2013, mereka akan mendengarkan Anda, yang sudah menjadi profesional menceritakan pengalamannya. Hari itu bisa jadi sebuah hari yang tak terlupakan oleh siswa-siswa SD. Sebuah hari yang -mungkin- tak terlupakan untuk semua.

Indonesia Mengajar mengundang Anda, untuk ambil cuti satu hari. Kami yakin, Anda tidak mengorbankan hari cuti Anda, sebaliknya Anda -seperti jutaan guru di sebentangan negeri- akan merasakan sebuah kehormatan untuk menginspirasi wajah masa depan republik ini. Pada mereka, pada anak-anak yg sekarang masih di bangku SD, kita akan titipkan masa depan Republik ini. 

Sebagai profesional yang telah rasakan manfaat pendidikan, kami undang Anda untuk turun tangan. Bukan mengajar matematika, Ilmu alam, atau Ilmu sosial tapi bagilah pengalaman kerja Anda pada adik-adik kita. 

Ceritakan karier Anda sebagai bibit buat mereka bermimpi. Biarkan anak-anak SD itu berbinar matanya mendengar cerita tentang karier Anda. Biarkan mereka pulang cerita pada orang tua-nya, bahwa mereka ingin lebih sukses, ingin punya masa depan yang gemilang. Biarkan mereka jadi pendorong kemajuan di keluarga-nya dan hadirnya Anda sebagai inspirasi akan langgeng dalam ingatan anak-anak itu.

Ceritakan profesi anda bukan untuk menyombongkan diri, melainkan untuk menginspirasi adik-adik kita sendiri, saudara kita sebangsa, sekota. Hadirnya Anda di ruang kelas itu akan merangsang tumbuhnya cita-cita tanpa batas pada diri mereka.

Kebahagiaan saat di ruang kelas itu, adalah kebahagiaan yang tak ternilai harganya. Ya, Anda mengajar satu hari tapi inspirasinya hidup sepanjang umur mereka.

Anda akan lihat dari dekat saudara sebangsa yang sedang mulai meniti tangga pendidikan yang berasal dari keluarga amat sederhana, di SD sederhana tapi Anda tanamkan keyakinan pada mereka untuk bermimpi dan untuk bekerja merealisasikan mimpinya. 

Indonesia Mengajar mengundang Anda para profesional untuk ambil langkah terhormat, turun tangan, ikut peduli masa depan, dan jadi inspirasi!

Daftarkan diri Anda di salah satu kota Kelas Inspirasi (hingga 18 Agustus): http://kelasinspirasi.org/?page=form_pendaftaran.

Info lebih lanjut: www.kelasinspirasi.org

Twitter:  @klsinspirasiTNG

Ratusan binar mata calon penerus bangsa menunggu kehadiran Anda! 

Beh, surat ini seperti doa dan harapan yang terkabul. Beberapa bulan lalu,  ketika membaca postingan blog kak Sabai di sini, saya memanjaatkan doa dan harapan, agar saya dapat merasakan hal yang sama seperti yang dirasakan kak Sabai.

Membaca undangan itu, sempat membuat saya gusar. Bukannya apa-apa, pihak Kelas Inspirasi meminta kepada para inspirator untuk cuti selama 1 hari. Sempat terpikirkan oleh saya, apa mungkin saya mendapatkan cuti selama 1 hari, mengingat status saya yang masih baru di kantor ini. Dengan rasa percaya diri yang cukup tinggi, saya langsung mengirimkan pesan lewat BBM ke redaktur pelaksana saya, Mbak Irna.

Ternyata, saya diberikan cuti selama 1 hari, asalkan cutinya itu benar-benar untuk acara ini.

“Beneran boleh, Mbak?” tanya saya lagi untuk lebih yakin.

“Iye, boleh. Udeh, ikutan gih,” jawab Mbak Irna.

Nah, untuk lebih lanjutnya, besok saja ya. Ini semacam pembukaan, mengingat saya sudah lama tidak memosting sesuatu di blog ini. *sapu-sapu debu*

Bersambung …

Horeeeee !