Monthly Archives: July 2014

Aquarius Itu …

Postingan kali ini saya ingin membahas soal kicauan Lexy, @aMrazing, tentang karakter seseorang berdasarkan zodiaknya, yang dicuit tahun lalu, dan diposting oleh kaskusker, dan beberapa hari yang lalu heboh lagi di Path. Berhubung zodiak saya Aquarius, maka yang akan saya bahas adalah Cancer! *menurut ngana!?*

Kata aMrazing: Aquarius itu quirky, banyak yang bilang mereka; aneh.
Kata saya: aneh enggaknya, silahkan menilai sendiri. Lexy dalam kicauannya mengatakan ‘banyak yang bilang’, jadi, nilai sendiri, ya :p

Kata aMrazing: Aquarius gampang banget terdistraksi sama hal-hal kecil. Lagi sibuk ngerjain A, bisa mendadak pindah ngerjain B.
Kata saya: ada benarnya juga. Dan ini terjadi di zaman ‘menempuh pendidikan 16 tahun`. Eh, sampai ke dunia kerja juga masih seperti itu, sih. Misal, ngerjain A merasa mentok dan enggak ketemu hasil yang diinginkan, bisa ngerjain B yang dianggap lebih gampang. Lalu, pindah lagi ke A, kalau enggak bisa ngerjain C. Begitu seterusnya.

Kata aMrazing: impulsifnya aquarius enggak ada yang ngalain.
Kata saya: sering terjadi, baru menyesal kemudian. “Kok bisa-bisanya, ya, gw menerima tawaran ini, padahal lagi ngerjain (tugas) ini yang mana ini tanggung jawab gw. Duh, entar kalau ketahuan bagaimana, nih? Kalau yang bayar gw saat ini tahu gw menerima proyek lain, marah, enggak, ya?”. Kurang lebih begitulah.

Kata aMrazing: Aquarius itu enggak judes, mulutnya enggak jahat. They don’t tell you what you wanna hear. They tell you what they think is the truth.
Kata saya: HAHAHAHA.. Inilah yang disebut nyinyir(?). Nyinyir tanda sayang, kok 😀

Kata aMrazing: Aquarius itu deep thinker. Mikirin hal sepele enggak penting sampai ke detail-detailnya. Akibatnya, nyusahin diri sendiri.
Kata saya: INI SAYA ANGGAP SEBAGAI KUTUKAN YANG INGIN SEKALI DIHILANGKAN. Please, help! Sering banget mikirin yang sebenarnya tidak perlu dipikirkan, tapi terjadi di sekeliling saya, jadilah saya pikirin banget. Akibatnya, mencret-mencret. True! Saya sering banget, malah hampir setiap mencret atau diare bukan karena salah makan, tapi pikiran.

Dokter kerap mengatakan,”Ini, sih, bukan karena salah makan. Coba lebih bisa memaafkan, kasihan pencernaannya” atau “Sudah, enggak usah dipikirin. Mau mencret lagi? Enggak kasihan apa?”.

Bahkan dalam sebuah percakapan dengan seorang teman, saya sempat mengatakan,”Please, elo jangan melakukan sesuatu hal yang membuat gw memikirkannya terlalu dalam, ya?”, dan dia pun menjawab,”Apa yang gw lakuin tidak mungkin bikin pencernaan elo kambuh. Karena di alam bawah sadar lo, alam paling bawah kesadaran elo, bukan gw dan lainnya yang membuat pencernaan lo kambuh, tapi dia, `kan?”. Dasar kampret!

Soal mencret ini, akan saya bikin versi panjangnya! HAHAHA… Karena ini terjadi bukan baru-baru ini, tapi saat saya masih SD dulu! 😆

Kata aMrazing: adu argumen sama aquarius hebat kalau bisa menang. Mereka akan nguber sampai ke point elo enggak bisa ngomong lagi.
Kata saya: terkadang. 50:50 lah. Kalau dari awal memang niat ngeladenin, akan nguber sampai ke point-point terdalam. Kalau enggak, sekenanya saja.

Kata aMrazing: Aquarius itu egois dan gengsi satu kesatuan alias sepaket.
Kata saya: HAHAHAHAHA… Lexy monyet. Ya, seringkali saya melakukan suatu hal untuk kepentingan saya sendiri (entah itu untuk pekerjaan atau kehidupan sehari-hari), demi sebuah gengsi biar saya dapat mengatakan,”Gw dapat ini, dong. Elo enggak, kan? Gimana, sik, katanya hebat, masa hal kayak gini aja enggak dapat.”. Kurang lebih begitulah.

Nah, gengsi tanpa egois juga hampir kerap terjadi. Sampai-sampai, si diare itu kumat. Gengsi mau ngomong “Gw kangen sama elo, masa elo enggak peka?” itu susah banget. Padahal pengen banget ngomong itu. Eh, iya, kalau ini kayaknya hampir semua mengalaminya, yah?

Kata aMrazing: Aquarius itu paling cuek sedunia.
Kata saya: cuek? Engggg…. Berujung cuek, itu mungkin. Tapi, kalau cuek dari awal, enggak. Lah, deep thinker begitu.
Awalnya mungkin saya pribadi yang peduli banget. Pakai banget-banget-bangetlah. Saking pedulinya, sering mendadak panikan kalau terjadi hal-hal yang tidak diinginkan sama orang yang pedulikan itu. Akan tetapi, kalau suatu waktu saya dibuat (pada akhirnya) harus menjadi orang yang cuek, bye, saya akan cuek banget. Dia mau jungkir balik, dia mau kayang, kepalanya di bawah kakinya di atas, I don’t care. (ya, meskipun rasa kasihan itu masih ada. Sok cuek, tapi mikirin. Tapi, tapi, ada gengsi di dalamnya. Ya, selesek!)

Misalnya, orang yang saya peduliin lalu melakukan kesalahan yang membuat saya menjadi cuek itu kecelakaan, sebenarnya saya panik juga. Panik setengah mati malah. Sudah terketik, nih, kalimat “Enggak papa? Ada yang patah? Berobat, kan? Kejadiannya kayak gimana? Yang nabrak tanggung jawab? Obat dimakan, dan jangan lupa makan. Istirahat dulu sana.”. Eh, gengsi ini tiba-tiba muncul, dan semua kata-kata itu saya hapus dan diganti dengan “OH. Kecelakaan. Cepat sembuh!”. Selepas itu dikirim, memikirkannya itu masih berlanjut.

DRAMA ABEIS!

Kata aMrazing: Aquarius itu pemaaf. Tapi, dia akan menggunakan kesalahan elo sebagai senjata. Karena mereka identik dengan manipulator.
Kata saya: benar banget! Tapi, biarkan teman-teman yang menilainya.

Kata aMrazing: Aquarius itu cemburuan banget. Tapi kan gengsian dan cuek, jadi, cemburunya diam-diam.
Kata saya: HAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHAHA… Yes! CEMBURUAN BANGET. Asli, cemburuannya tingkat dewa. Gondok banget. Dongkol banget. Kalau sudah cemburuan, dan itu terjadi ketika sedang ngumpul-ngumpul, sindiran pun dikeluarkan. 😆

Bahkan, nih, saking cemburuannya, saya pernah melakukan hal-hal yang sebenarnya malesin banget. Misalnya, saya dan teman-teman terlibat dalam satu kegiatan yang sama, dan di situ ada orang yang saya cemburuin, bisa-bisa si pengganggu itu tidak saya masukin ke dalam kelompok. Hahaa..

Pernah juga, si pengganggu tidak saya ajak dalam acara apa pun yang melibatkan saya dan seseorang itu. Beberapa kali gagal, sih, karena ujung-ujungnya seseorang itu ngajak si pengganggu juga. Jika sudah seperti itu, dongkol, vroh!

Kata aMrazing: kalau aquarius nanya-nanya kesannya enggak tahu apa-apa, bisa jadi mereka lagi mancing. Jadi, hati-hati saja.
Kata saya: hmmmmmmmm…. ini salah satu trik untuk mengungkap dari seseorang tentang suatu hal yang sudah saya ketahui dari orang lain tentang dia, atau saya tebak dari gerak-geriknya, cuma dianya aja enggak mau jujur. Jadi, sok-sokan enggak tahu gitu. Masang muka polos. (maaf, ya, gaes!)

Kata aMrazing: selamat bila memiliki sahabat seorang aquairus. Karena akan sangat menghargai dan menjaga persahabatan itu. You’re lucky!
Kata saya: saya berusaha untuk menjadi sahabat yang baik, dan menjaga persahabatan itu sampai mati (kalau bisa). Bagi saya, mencari seorang sahabat itu susah, sedangkan mencari musuh itu gampang banget. Sesuatu yang didapat dengan cara susah dan butuh perjuangan, sudah pasti akan saya jaga dengan sebaik-baiknya. Terimakasih, atas kepercayaan itu.

“That awesome moment when you lie your ass off and I know it and I decide to play dumb to hear more lies from you.. Awesome” — aMrazing.

Itu menurut aMrazing dan pembenaran dari saya. Bagaimana pun, semua dikembalikan kepada kalian, wahai teman-temanku. Kalianlah yang bisa menilainya. Maaf atas kekurangan yang saya miliki :’)

Advertisements

Ucapan yang Benar Saat Bersalaman di Idul Fitri

Horay! Tanpa terasa dua hari lagi umat muslim akan berlebaran. Itu berarti, bulan Ramadan pergi meninggalkan kita. Semoga tahun depan masih dipertemukan dengan bulan suci ini, dan ibadahnya jauh lebih baik lagi. Amin!

Ngomong-ngomong soal lebaran, ada satu kebiasaan yang tidak mungkin terlewatkan di hari istimewa itu, yaitu bersalam-salaman. Pas bersalaman, pasti kita mengucapkannya `Minal Aidin Wal Faidzin`, dong, ya? Ternyata, itu keliru. (Saya yakin ini sudah banyak yang tahu)

Ah, padahal orangtua saya sudah sejak lama mengatakan jangan pernah mengucapkan itu, karena artinya berbeda jauh dari apa yang kita ucapkan juga `Maaf Lahir Bathin`. Memang dasar otak ini bebal, suka lupa aja sama peringatan tersebut. He he he …

Biar enggak salah kaprah, mulai besok ucapinnya `Mohon Maaf Lahir Batin` saja, tanpa didahului dengan ucapan `Minal Aidin Wal Faidizn` itu. Atau biar gampang, ucapkan saja `Selamat Hari Raya`, ya! #beres.

Jadi, jangan salah ucap lagi, ya!

Bertebaran di Path

[Trailer] 50 Shades of Grey

50 Shades of Grey menjadi film yang begitu saya tunggu kemunculannya. Film yang dibintangi si cantik Dakota Johnson yang berperan sebagai Anastasia Steele, dan Jamie Dornan sebagai Grey, rencananya beredar pada Valentine`s day 2015. Tahu, deh, film ini bisa tayang di Indonesia apa tidak. Saya berharap, bisa!

Rasa penasaran saya akan cerita cinta Anastasia dan Grey berawal dari berita-berita yang saya tulis, sejak 2012. Kebanyakan kasus seksual di luar negeri, dikarenakan pelakunya kerap melakukan hubungan seksual persis seperti yang dilakukan Anastasia dan Grey. Akibatnya, ada yang kejepit borgollah. Harus dikeluarkan dari dalam kamar menggunakan pemadam kebakaranlah. Sampai hal-hal tidak masuk akal lainnya.

Disuruh baca novelnya, rada malas, karena berbahasa Inggris. Hahaha *alasan klasik*. Tapi, langsung sumringah begitu tahu akan difilmkan. Yasudah, 50 Shades of Grey menjadi film yang kudu saya tonton. Semoga saya tidak harus ke Singapura hanya untuk menonton film ini.

Saya enggak habis pikir, kenapa E.L James bisa nulis novel sevulgar ini!

Nah, trailer film ini sudah keluar! Nonton trailernya saja, bikin badan panas dingin. Merinding. Semacam orang habis kencing. Ditambah lagi, soundtrack-nya diisi dengan Crazy In Love dari Beyonce.

 

 

Mac and Cheese `The Goods Diner`

Sebenarnya tidak ada niatan memosting review `The Goods Diner` Jakarta pas bulan Ramadan gini. Namun, apa daya, saya kelupaan mau memosting tentang ini setelah saya pulang malam harinya. Hehehe, maafkeun!

Jadi, ceritanya, beberapa hari menjelang bulan puasa saya harus liputan di kawasan SCBD. Ya, lokasi liputannya di bawah restoran The Goods Diner, yang terletak di kawasan elit SCBD, komplek Fairgrounds. Ternyata, eh, ternyata, pemilik acara yang mengundang saya, tidak menyediakan makan siang, hanya ada cemilan. Dan, itu pun baru diberikan sekitar pukul 15.30. Sedangkan waktu yang tertera di undangan, disebutkan bahwa acara dimulai pukul 14.00. Saya tiba di lokasi, pukul 13.00. *alah, blunder* Intinya, begitu saya tiba, panitianya belum selesai beberes, bahkan baru mau mulai beberes.

Saya juga sih, yang salah. Sudah tahu acara dimulai pukul 14.00, bukannya makan dulu di kantor, malah pede banget bakal dapat makan. Ya, maaf!

Begitu tiba di lokasi dan melihat kenyataan pahit tersebut, saya pun mulai kebingungan mau  mencari makan di mana. Melihat sekitar, enggak ada warteg, dong! *menurut ngana, Dit?*. Jangan `kan, warteg, pedagang bakso atau siomay tak ada yang memperlihatkan batang hidungnya.

Karena frustasi, saya jalanlah ke bagian atas lokasi liputan itu. Bingung, soalnya di situ kebanyakan bar-bar terkenal gitu. Ada Potato Head Garage, Lucy in the Sky, dan bar-bar lainnya *langsung kekep dompet* Beruntung, mata ini cepat menangkap keberadaan The Goods Diner ini.

Saya suka suasana Chill and laid back yang ditawarkan The Goods Diner. Tempatnya nyaman, tidak terlalu ramai, dan musik yang disajikan membuat pantat ini enggan bergerak dari tempat itu.

The Goods Diner

The Goods Diner

Untuk pilihan makanannya, berhubung saya belum pernah ke sini sebelumnya, jadilah saya minta rekomendasi dari waitersnya. Katanya, untuk pasta, yang paling banyak diminati adalah Mac and Cheese. “Yasudah, saya pesan ini saja, Mbak. Jangan pakai lama, ya,” kata saya langsung mengiyakan kata-kata si waiters yang mungkin dalam hatinya bertanya-tanya, saya ini cowok apa cewek. 😆

Sedangkan untuk minumannya, saya memesan Pomegranate Ginger. CMIIW, yes! Saya lupa soalnya.

Bagi penyuka campuran keju dan susu, Mac and Cheese adalah menu yang wajib dicoba. Serius, deh. Enak banget. Melihat tampilan awalnya, saya memang sempat eneg duluan. Tapi, begitu saya mencobanya, enggak eneg sama sekali tuh. Ditambah pula ada sayurannya, saya campurkan saja.

Mac and Cheese dan Pomegranate

Pomegranate

Nah, salah strategi pemesanan justru terjadi saat memesan minuman. Anjrit, minuman yang aneh. Awalnya terlihat menyegarkan, tapi menyesatkan ketika kita meminumnya. Uwek, pedas banget. Rasa pedasnya itu baru berasa saat sudah di tenggorokan. Enggak ada kesan segar-segarnya. Perut saya malah eneg. Berhubung perut sudah merespons dan siap-siap bergejolak, langsung pesan air mineral. Untunglah, rasa yang berantakan itu cepat hilang.

Intinya hari itu, jangan melihat sesuatu (dalam hal ini makanan dan minuman) dari tampilan awalnya saja. Bisa saja yang terlihat menyegarkan justru menyesatkan, dan sebaliknya.

Plus dan Minus:

So far, saya suka makanannya, tapi tidak dengan minumannya. Poin 90 untuk Mac and Cheese, dan poin 50 untuk Pomegranate Ginger. Tempatnya, seperti yang saya katakan di atas, membuat pengunjung enggan cepat-cepat beranjak dari restoran itu. Pelayannya ramah, murah senyum, jujur, dan cekatan. Satu yang pasti, WiFi-nya JUARA UMUM!

Harga:

Mac and Cheese : 68K
Pomegranate Ginger: 30K
Air mineral (Aqua Reflections Sparkling)  : 25K

Total kerusakan+PPn =  149K

The Goods Diner
Fairgrounds SCBD Lot 14, Jakarta Selatan
(021) 5152969
Twitter dan Website

Es Krim Nitrogen Ron’s Laboratory

Akhir-akhir ini Grand Indonesia (GI) menjadi mall yang sering saya singgahi. Entah untuk liputan atau sekedar temu kangen dengan seorang teman.

Akibat dari keseringan itu menjadikan saya lebih banyak tahu tentang tempat nongkrong apa saja yang ada di dalamnya. Termasuk outlet es krim yang lagi terkenal saat ini, Ron’s Laboratory!

Saya cukup penasaran dengan rasa es krim yang disajikan di Ron’s Laboratory. Kata teman se-tim yang pernah meliput langsung di outlet tersebut, es krimnya dibuat dengan nitrogen dan cara pembuatannya dikenal cukup unik.

Beruntung, rasa penasaran itu terjawab 3 pekan lalu, sewaktu menemani Winda, sepupu dari Medan, main-main ke Jakarta.

Berasa di Lab

Tulisan di Kaca

Repot banget, Mas

Sore itu outlet berukuran kecil ini diserbu banyak pengunjung. Saya, Winda, Dya, dan Vini mengantre hampir 30 menit. Meski begitu, saya cukup menikmati suasana yang ada di outlet tersebut. Soalnya, para pengunjung dapat melihat langsung proses pembuatan es krimnya. Serta dapat menikmati wajah-wajah pembuat es krimnya, yang mana semuanya tampak menarik mata ini. He he he …

Masuk ke Ron’s Laboratory berasa masuk ke dalam laboratorium beneran. Semua pegawainya mengenakan jas putih lengkap, layaknya petugas di lab, dan peralatan untuk membuat es krim menggunakan aneka gelas dan botol-botol kimia.

Mungkin bagi kalian yang menyukai seni graffiti, serasa dimanja habis-habisan ketika masuk ke outlet es krim tersebut. Soalnya, graffitinya tersebar hampir di seluruh penjuru outlet. Cantik, karena outlet itu sungguh berwarna.

Saya lupa nama es krim yang dipesan Winda dan Viny. Kalau es krim yang saya dan Dya pilih adalah Green Tea Mochi dan Cotton Candy Bubble Gum. Ya, berhubung saya suka yang berbau teh hijau, tak ada masalah ketika menyicipi es krim yang saya pesan. Sedangkan kata mereka bertiga, es krim yang saya pilih rada aneh. Ha ha ha .. Beda orang, beda selera, yes!

Intinya, es krimnya tidak bikin eneg, dan tidak terlalu manis. Pelayannya super ramah sekali. Melayani penuh kesabaran, macam dokter gigi yang mendapat kunjungan pasien yang takut ke dokter gigi. #alah.

Ini Es Krim yang Kami Pesan

Green Tea Mocha

Cotton Candy Bubble Gum