Monthly Archives: September 2014

Kalau Memang Jodoh Tak `kan Lari ke Mana

Sekarang saya percaya akan pepatah yang mengatakan `Kalau memang jodoh tak `kan lari ke mana`. Sebab saya sendiri baru mengalaminya. Enam bulan lalu di blog ini saya bercerita, kalau baru kehilangan iPod di Bandung, sewaktu sedang liputan. Dan kini, iPod itu telah kembali ke saya!

Drama kembalinya barang berharga ini cukup panjang. Percaya enggak percaya, awalnya. Tapi kalau Tuhan sudah campur tangan, mau bilang apa?

Sebulan lalu, sekitar pukul 11:23 WIB sepenggal pesan sampai di WhatsApp saya, `Assalamualaikum.. Maaf Mas Adit, apakah Anda pernah kehilangan sesuatu?`. Membaca pesan itu membuat saya kebingungan. Selain bingung siapa yang mengirimkan pesan itu, saya juga bingung barang apa yang hilang.

Sepanjang obrolan via WhatsApp itu si pengirim pesan tidak mengatakan barang apa yang ditemukannya. Saya terima alasan beliau, karena takut saya mengaku-ngaku barang itu milik saya, padahal bukan. Tapi karena si pengirim pesan itu masih main rahasia-rahasian sama saya, sayanya jadi malas, dan akhirnya menjawab pesan-pesan itu `asal kena` saja. Karena jujur, saya tidak kepikiran kalau arah obrolan itu ke iPod.

Sebenarnya saya juga tidak enak hati waktu si penemu barang itu mengirimkan pesan ke saya, `Saya orang baik-baik kok, tenang saja`. Berhubung drama ini muncul di saat ISIS lagi merajalela, saya jadinya ketakutan. Saya pun hanya bisa membalas `Saya lupa pernah kehilangan atau tidak. Kalau nanti saya sadar ada yang hilang, setidaknya saya tahu harus menghubungi siapa. Tolong pegang saja barang yang ditemukan itu`.

Obrolan masih bergulir, dan si penemu barang berusaha membuat saya ingat akan barang saya itu. Sampai pada akhirnya saya mengatakan, `Saya pernah kehilangan iPod, tapi bukan baru-baru ini, sudah cukup lama dan di Bandung. Sedangkan ibu kan di Cikarang`. Ketika saya menjawab itu, si penemu bertanya lagi kronologis hilangnya iPod saya itu. Saya ceritakanlah yang sebenarnya terjadi.

Setelah itu, tiba-tiba saja si penemu barang mengirimkan foto iPod saya berwarna putih, dengan background foto saya! JEDDARRR! Percaya enggak percaya, dong. iPod yang sudah saya ikhlaskan ternyata ditemukan oleh orang lain. Jujur, saat itu kaki saya langsung lemas.

 

iPod yang sempat hilang itu, kembali lagi ke saya. Tanpa ada yang kurang satu pun!

Ngobrol panjang lebar terjadi. Saya bertanya, bagaimana cara supaya iPod itu kembali ke tangan saya? Saya berinisitif mengundang mereka untuk bertemu saya di Sency, semacam makan malam gitu. Karena ada kesibukan yang tak dapat diganggu gugat, akhirnya si penemu itu menyerahkan proses pengembalian iPod ke keponakannya yang tinggal di Jakarta.

Akhirnya, Kamis kemarin si keponakan mengembalikan iPod ini ke saya. Dia bercerita, kalau iPod saya ini ditemukan di dalam mobil tantenya yang baru saja kebobolan dan iPadnya raib. Lah, saya langsung enggak enak hati gitu. Wajar kalau pada awalnya keponakannya semacam `introgasi` saya. Untungnya, setelah saya cerita panjang lebar, tampang bak polisi itu sedikit mereda, dan dia pun dapat bergabung bersama teman-teman saya yang kebetulan hari itu memang sedang ngumpul.

Saya lega iPod ini telah kembali. Cuma masih enggak habis pikir, kok ya maling yang ngebobol mobil si penemu iPod ini segitu jahatnya. Sialannya, dia malah meninggalkan iPod saya sebagai jejak! Ish, enggak ridho saya. Saya cuma bisa berharap, semoga si pencuri sadar, dan keluarga yang menemukan iPod saya ini diberi tambahan rezeki yang banyak.

Beneran, deh, hari Kamis kemarin itu menjadi hari paling membahagiakan buat saya. Pengembalian iPod ini terjadi bersamaan dengan acara makan-makan ulangtahun Image Dynamic yang ke-10. Ditambah pula, yang hadir teman-teman biasa ngumpul.

Terimakasih untuk semuanya. Helmi, Rendra, Mbak Ana, Mbak Lilis, Qalbi, dan Uno yang telah menampung uneg-uneg gw, dan coba meredakan gw agar tidak panik. Plus, Rizky, Mbak Widhi, dan Puthi dari Image Dynamic yang sudah mengadakan acara ini, dan mau turut mentraktir `saudara baru` saya itu.

Uh. Kalau jodoh memang tak kan lari ke mana, ya :*

Saudara baru saya yang pakai topi. Ini bersama Warkesnyir dan ID team