Monthly Archives: October 2014

Selamat Hari Blogger Nasional dan HUT adiitoo.com

Hari ini, 27 Oktober 2014 adalah Hari Blogger Nasional. Agar dianggap blogger, dan tidak malu ditanya kapan terakhir ngeblog, maka di sela-sela waktu bekerja saya gunakan untuk update blog. Sekalian mau cerita awal mula ngeblog.

Awal ngeblog pada 2007, tahun di mana saya masih gaptek banget. Friendster, email, dan Facebook saja dibuatin sama teman yang saya anggap jago banget dalam urusan ini. He he he.. Jadi, kalau dihitung-hitung sudah 7 tahun juga ngeblog, tapi baru benar-benar serius ya 3 tahun. *jomplang*

Waktu itu fungsi blog hanya untuk tugas kampus. Dalam seminggu, pasti ada satu atau dua tugas kampus yang harus dikerjakan di blog. Yasudah, saya bikinlah blog di Blogspot. Karena enggak niat, entah sudah berapa kali saya ganti-ganti alamat blognya! :p

Barulah setelah saya mantapkan dalam hati untuk rajin ngeblog, email dan password blog jangan sampai hilang. Tapi, isinya galauan semua. 😆

Beberapa tahun kemudian, saya tergiur untuk punya domain sendiri, biar intim gitu. Kayak orang berumahtangga, kalau bisa punya rumah sendiri, biar enak dipolesnya. Mau nambah ini itu bisa sesuka hati. Akhirnya, muncullah blog adiitoo.com ini, yang dua hari bakal berulangtahun ke-3.

Banyak hal yang saya dapatkan berkat ngeblog. Dua pekerjaan saya sebelum ini, atasan saya blogger semua. Kenalnya pun via Twitter dan blog. Blog jugalah yang mengantarkan saya menjadi seorang wartawan.

Waktu interview saya ditanya, sering atau pernah nulis di (media) mana, saya bilang saja blog. Blog saya diperiksa dan dibaca, keesokan harinya saya keterima di sini. Hehehe..

Ngeblog juga yang membuat saya kenal dengan banyak orang, karena saya bergabung di dunia komunitas blogger, Kopdar Jakarta dan Depok Blogger. Beda komunitas, beda juga isi dalamannya.

Kebahagian dari ngeblog adalah di saat tulisan kita dibaca dan dikomentari orang lain. Apalagi kalau sampai mendapatkan side job gitu, ya senang bangetlah. Sampai saat ini juga, saya masih belajar bagaimana menulis blog yang membuat pembacanya tidak merasa bosan.

Oia, karena blog adiitoo.com sebentar lagi berulangtahun ke-3, saya ingin membagi kebahagian dengan kalian. Caranya sederhana, jawab pertanyaan di bawah ini di kolom komentar.

‘Ceritakan pada saya, hal apa yang paling kamu sebalkan dan paling kamu benci dari ngeblog?”

Hadiahnya? Ada, dong! Kita kopdar. yuk. Yang traktir makanan dan minumannya saya. Bagaimana?

*nyomot dari Twitter IndosatMania*

Advertisements

Grand Aston City Hall, Penginapan `Murah` di Jantung Kota Medan

Apartemen Grand Aston City Hall Medan menjadi pilihan menginap bagi keluarga ayah saat berkunjung ke Medan, hampir sebulan lalu. Lokasinya yang berada tepat di jantung kota Medan, memudahkan saya untuk mengingatnya ketika bepergian ke mana pun.

Maklum, 16 tahun tidak ke Medan, banyak perubahan terjadi di sana. Walaupun dua tahun lalu ke Medan, tapi tidak terlalu banyak menghabiskan waktu di kota Medannya, melainkan di Kota Tebing.

Apartemen Grand Aston City Hall Medan merupakan salah satu jenis kamar yang ada di hotel bintang lima tersebut. Percayalah, meski berembel-embel `apartemen`, sejatinya ini sangat cocok bagi pelancong yang ingin menekan biaya perjalan semurah mungkin. Apalagi yang perginya beramai-ramai, klop banget.

Alasan lain memilih Apartemen Grand Aston City Hall, karena jatuhnya lebih murah! :p

Sebulan lalu harga sewa satu kamar di Hotel Grand Aston City Hall Medan mencapai Rp 950.000 per kamar, sedangkan kami perginya berempat, tidak mungkin hanya pesan satu kamar. Ditambah pula, bakal banyak teman ayah dan ibu, saudara yang lama tak jumpa, bakal mengunjungi kami. Secara otomatis, kami harus memesan dua kamar. Dananya, hampir Rp 2 juta untuk satu malam. Sedangkan kami akan menginap selama 3 hari. Mahal, `kan?

Pas ngecek harga sewa apartemennya, kalau dihitung jatuhnya lebih murah, hanya Rp 1,5 juta per malam dikalikan 3 hari. Harga tersebut untuk apartemen yang terdiri dari 2 kamar tidur, 2 kamar mandi (1 di dalam kamar tidur utama dan satu lagi di luar kamar tidur), dapur lengkap dengan peralatan dan kompor, serta kulkas, ada meja makan yang terdiri dari 4 kursi, dan juga 1 televisi LCD plasma layar datar, sofa yang empuk, dan 3 pendingin ruangan. Paling penting sih, ketika ada tamu berkunjung, yang berantakan cuma wilayah ruang tamu, dapur, dan sekitarnya, tidak kamar tidurnya.

Foto-fotonya di bawah ini;

Meja Makan dan Dapur akan dijumpai pertama kali saat penghuni kamar membuka pintu apartemennya

Saking nyamannya, hampir kebablasan Jumatan. :p

Kamar Tidur Utama untuk Ayah dan Ibu

Kamar Tidur Utama single bed!

Ruang bersolek

Pendingin Ruangan di dalam kamar

Apartemen Grand Aston City Hall benar-benar menawarkan kenyamanan. Mau berenang ada kolam renang, doyan ajojing ada clubbingnya (buka pukul 21:00 WIB), mau olahraga ada fitness centre dengan sejumlah alat olahraga terbaru, mau internet gratisan ada WiFi yang super kenceng pakai banget. Aslik, kenceng. Mau pijat dan relaksasi atau karaoke, tinggal turun saja ke lantai 3. Benar-benar nyaman, kan?

Hmmm.. Apalagi, yah? Oh, iya, pelayannya jempolan, sopan, dan mengerti tata krama. Sama turis enggak pilih kasih, semuanya diberikan masukan yang sebaiknya itu seperti apa. Seperti saya tempo hari yang ingin ke salah satu jalan di Kota Medan. Saya tanya ke mereka, kalau saya menaiki becak bermotor, sampainya kira-kira berapa lama dan biayanya berapa. Mereka menganjurkan saya untuk naik taksi Blue Bird saja, karena harganya jauh lebih murah, dan lebih aman. Konon kabarnya, tukang becak di sana ada yang `berteman` dengan pencopet di sana.

Lalu seprai diganti setiap hari, dan yang patut diacungin jempol adalah barang-barang keluarga saya tidak ada yang hilang satu pun, padahal kami menaruhnya asal-asalan (karena tak sempat membereskannya). Hehehehe…

Terpenting adalah akses dari Grand Aston City Hall Medan ini mudah dicapai. Depan persis adalah Merdeka Walk. Jalan berputar sedikit saja, sudah sampai di Stasiun Kereta Kota Medan, yang merupakan akses tercepat menuju Bandara Udara Kuala Namu. Tak jauh dari situ juga, ada es krim Bata yang tersohor itu, dan juga soto Medan yang wajib dikunjungi di pagi hari.

Pokoknya, top, deh!

Meski begitu, bukan berarti tidak ada minusnya, lho! Paling yang agak disayangkan adalah lahan parkirnya yang harus gabung sama hotel, yang mana letaknya cukup jauh. Hotel di bagian depan, dan apartemen di bagian belakang. Buat yang muda mungkin tak masalah, buat orangtua kan rada-rada kasihan.

So, far, Grand Aston City Hall Medan patut untuk dicoba, dan saya sangat merekomendasikannya.

Grand Aston City Hall Medan, Sumatera Utara
Balai Kota No. 1, Medan 20112, Indonesia