Tragedi Lele Goreng

Kalau sedang tidak meliput atau selesai meliput sekitar pukul 12:00, saya berusaha untuk selalu makan siang dengan teman-teman kantor dari kanal Tekno, Oto, Bola, dan Citizen.

Makan siang bersama mereka selalu seru, dan selalu ada aja cerita yang mampu membuat saya ketawa geli, ketawa miris, atau bahkan membuat saya bertukar pikiran dengan mereka.

Siang itu, seminggu menjelang keberangkatan umrah, saya dan teman-temannya memilih tempat makan siang yang agak jauh dari kantor, di sekitar Hang Lekir. Nggak jauh dari Universitas Moestopo, ada warung tenda yang menjual beragam jenis makanan, salah satunya pecel ayam.

Si pelayan yang siang itu warungnya lagi padat-padatnya menanyakan kepada kami ingin pesan apa? Karena bertanya sambil cengengesan, kami anggap saja si abang bisa diajak bercanda. Namun ternyata, si abang menanggapi candaan itu dengan serius.

Saya dan Gesit pesan seporsi ayam dada lengkap dengan tahu dan tempenya, dan tentu saja sambalnya jangan lupa. Setelah mengiyakan pesanan kami, si abang bertanya pada Denny mau pesan apa? Si Denny, menjawab, “Lele goreng, paha.”. Maksudnya, lele bagian paha yang digoreng.

Setelah menunggu sekitar 15 menit, pesanan saya dan Gesit datang, kami pun siap menyantapnya. Satu menit kemudian, datanglah pesanan Denny. Ternyata, candaan Denny itu ditanggapi serius! Disajikanlah lele goreng plus paha ayam! Sokorin!

Seporsi lele dan paha ayam goreng

Melihat pesanannya itu, Denny hanya bisa geleng-geleng kepala. Sedangkan kami, ketawa geli. Kalau sudah seperti ini, siapa yang mau disalahkan?

Nggak salah Denny juga kalau pesan makanan sambil bergurau. Wajar, bukan? ‘Kan buat mencairkan suasana. Tapi, si abangnya nggak bisa disalahin juga, karena siang itu warung tendanya lagi ramai.

Ha ha ha.. Baru kali itu seorang Denny bercanda di waktu yang tidak tepat. Tapi, tetap saja, ulah Denny siang itu mampu cairkan suasana.

Advertisements

Tagged: , , , , ,

10 thoughts on “Tragedi Lele Goreng

  1. Zizy Damanik February 25, 2015 at 12:28 am Reply

    Terpaksalah bayar dobel kan hahah….

    • Adiitoo March 2, 2015 at 11:49 am Reply

      Double banget. Hahaha. Anehnya anak itu masih kelaparan

  2. Ani Berta February 25, 2015 at 3:00 am Reply

    Hahaha….jadi kenyang dong, cadangan buat makan sore :))

    • Adiitoo March 2, 2015 at 11:49 am Reply

      Apaan, si Denny mah perut karet. Belum apa-apa udah lapar lagi

  3. Melly Feyadin February 26, 2015 at 6:37 am Reply

    Hahaha..porsi dobel dong mas 😀

    • Adiitoo March 2, 2015 at 11:49 am Reply

      Porsi double yang nggak ngenyangin

  4. Jogja Ready February 27, 2015 at 5:51 am Reply

    Wah kenyang nih, lauknya dobel…

    • Adiitoo March 2, 2015 at 11:49 am Reply

      Kagak. 10 menit kemudian dia kelaparan

  5. Ponsel baru March 6, 2015 at 10:31 am Reply

    hahaha….klo gt makannya ga usah pake nasi aja bang. ayam ma lele doang aja

  6. cumilebay.com March 21, 2015 at 4:03 am Reply

    Message*Makan 2 lauk itu menyedihkan hahaha tapi temen ku bisa lho pesen ayam goreng + soto ayam 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: