Ketika Orangtua Kepo Sama Kerjaan Anaknya

Papa itu orang yang paling jarang ngajak ngobrol empat mata anak-anaknya kalau nggak penting banget. Begitu papa ngajak saya ngobrol empat mata usai subuh tadi, tandanya itu penting pake banget.

Awalnya papa nanya, bagaimana kerjaan saya? Ada niatan mau pindah, nggak? Pindah ke teve mungkin, atau geluti pekerjaan lain. Saya bilang, nggak… So far, saya baik-baik saja, walau saat ini tengah berada di titik jenuh.

Lalu papa melanjutkan pertanyaan berikutnya, selama tiga tahun menjadi jurnalis di bidang kesehatan, apa saja yang sudah ditulis? Ya, saya bilang banyak. Menurut database kantor, (belum genap) tiga tahun kerja, jumlah tulisan saya sudah 4.500 artikel. Saya penasaran dong, kok tumben papa kepo kayak gini. Kemarin-kemarin kayaknya nyantai aja.

Memang sih, papa ini kalau baca berita gitu lebih nyaman di koran atau majalah, bukan dari portal berita. Bukan gaptek, tapi kurang greget aja kalau nggak nyium bau kertas. Maklum, orang lama.

Rupanya, kemarin itu papa penasaran sama artikel apa saja yang saya tulis. Beliau search-lah nama saya di Google. Eh, yang nongol artikel soal seks. Ya, mampus aja kalau kayak gitu.

Begini percakapan yang terjadi di meja makan;

Papa : Bang, abang nggak mau nikah aja? Usia sudah 27.

Saya : Eh, papa ngigau?

Papa : Kok ngigau? Papa beneran nanya.

Saya : Enggak, ah.. Masih lama!

Papa : Tapi, bang, dari pada kebanyakan berfantasi, itu dosa juga, lho.

Saya : AH??? Maksudnya papa apaan, deh?

Papa : Kata abang, kalau liputan ke Kementerian Kesehatan, soal kanker, soal anak… Tapi, kok artikel abang yang papa temukan paling banyak soal seks?

Saya : (dalam hati: MAMPUS GW!) papa sok tahu. Memangnya papa pernah baca berita abang *cari pembelaan*. Katanya malas baca berita online.

Papa : Memang papa nggak baca. Cuma iseng aja pengen baca tulisan abang. Coba buka google, dan search nama abang.

Saya : *ambil hape* *buka google* *search nama sendiri* JEDDERRRRR! Taraaaa… Isinya artikel yang saya tulis kemarin, di mana isinya kebanyakan mengenai begituan. Ya, habisnya nggak ada liputan, dan dokter lagi susah dihubungin.

Papa

*siul siul*

 

Seks

*siul siul lagi*

 .

Ya ampun pa, cuma artikel begini doang kok, nggak gimana-gimana banget.

Papa : Nggak gimana banget? *lalu papa menceramahi saya menggunakan dalil* *di situ kadang saya merasa kotor*

Sial! Kenapa papa kepikiran mau baca artikel saya di saat-saat seperti ini. Kemarin, di saat saya lagi malas bikin berita begituan selama sebulan, nggak ada pula papa penasaran. Giliran begini, pas banget si papa kepo, matilah saya.

Untunglah mama nggak berkomentar banyak, cuma, “`kan cuma nulis doang, jangan diseriusin gitu, ah!” . Thank you, mama, sedikit ngebela anaknya. Hahaha :p

Advertisements

Tagged: , , ,

10 thoughts on “Ketika Orangtua Kepo Sama Kerjaan Anaknya

  1. Michael April 8, 2015 at 1:36 pm Reply

    Hahahahaha. Papa lu mulai khawatir, dit. :)))

    • Adiitoo April 18, 2015 at 11:02 pm Reply

      kayaknya begitu, Mich! *jitak*

  2. Zizy Damanik April 16, 2015 at 1:53 pm Reply

    Aku setuju sih dengan papamu Dit. Kalau tulis artikel kesehatan, jangan ambil seksnya melulu.
    Maybe you already found your fave niche… Hmm… atau ingin jadi pakar seks kayak dr.Boyke. No problem with that as long as you are truely expert…

    • Adiitoo April 18, 2015 at 11:04 pm Reply

      Haha.. sebenarnya nggak melulu soal seks kok, kak. Hanya saja, kami dituntut untuk menaikan pageview. Makanya, pas hari itu untuk mendongkraknya dengan berita seks. Dan kebetulan pula, yang urat malunya udah putus sejauh ini cuma aku. Hahaha *disepak*

  3. Nikita April 17, 2015 at 2:50 am Reply

    Mas adit buruan tuh , biar bukan cuma teori tapi setidaknya tau lapangan Hahahahah

    • Adiitoo April 18, 2015 at 11:05 pm Reply

      Pengen juga sih, Mbak. cuma belum ada jodohnya

  4. cK April 19, 2015 at 4:36 am Reply

    Untung orangtuaku gak pernah ngecek anaknya nulis apaan. =))))

  5. Una April 22, 2015 at 2:54 am Reply

    Hahahaha… mana di artikelnya pakai nama lengkap gitu pula.

    • Adiitoo April 28, 2015 at 9:53 am Reply

      Iya, menyesal cantumin nama lengkap gitu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: