Category Archives: Cerita Sore

Tidak Pernah Mau Gerakin Leher Sampai Terdengar Bunyi Krek!

Kejadian nahas yang menimpa Allya Siska Nadya, 33 tahun, terduga korban pengobatan gelap salah satu klinik chiropractic membuat saya semakin awas. Saya tidak akan pernah membiarkan tukang cukur atau siapa saja memijat lalu menggerakan leher saya ke kanan dan ke kiri sampai muncul bunyi krek. Rupanya, dua kasus yang terlihat berbeda punya satu kesamaan: gerakin leher sampai terdengar bunyi krek itu bahaya.

Baik itu tukang cukur di bawah pohon rindang, tepi jalan, sampai tukang cukur berpengalaman di barber shop yang terletak di dalam mall pasti akan menawarkan ‘jasa’ meringankan beban di kepala kita, bukan? Sebagian orang senang melakukannya. Sedangkan saya selalu menolak tawaran itu. Cukup dipijat saja. Begitu juga saat saya potong rambut usai menjalankan Tawaf ibadah umrah setahun lalu.

Saya menolak karena saya trauma. Setelah melihat sendiri salah seorang teman satu SMP di Kepulauan Riau yang lehernya sulit sekali dikembalikan ke posisi normal setelah diputar-putar lalu terdengar bunyi krek. Meski kata banyak orang kepala jadi lebih ringan dan tidur di malam hari lebih nyenyak tetap saja saya takut.

Kasus Allya yang baru heboh tiga hari lalu mengharuskan saya menghubungi sejumlah dokter ortopedi, bedah saraf, dan dokter spesialis tulang lainnya. Banyak informasi yang saya terima. Selain metode chiropractic yang ternyata belum layak disebut sebagai pengobatan medis, kasus ini tidak dapat disebut malapraktik, saya juga diberitahu bahwa bunyi krek menunjukkan telah terjadi manipulasi pergerakan sendi secara berlebihan.

https://www.youtube.com/watch?v=tQjqtupgUck

Kayaknya enak banget gerakin leher sampai terdengar bunyi krek. Kepala jadi terasa ringan, katanya. Padahal itu bahaya

 

Informasi terakhir itu saya dan teman-teman jurnalis kesehatan lainnya dapatkan dari secarik keterangan pers dari dokter spesialis bedah saraf TNI AU dengan kompetensi di bidang spine (tulang belakang), Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP yang kami terima via surat elektronik pada Sabtu (9/1/2016)

Memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher pada pelanggan yang suka melakukan itu sehingga tidak mengalami kejadian apa-apa. Namun, jelas dr Wawan, semakin sering menggerakan leher sampai terdengar bunyi krek, baik itu dilakukan oleh orang lain atau dengan tangan sendiri, sendi leher bisa semakin melemah dan dapat menyebabkan instabilitas tulang leher di kemudian hari yang bisa sebabkan nyeri leher kronis yang sering timbul ketika usia semakin menua.

Leher adalah salah satu bagian tubuh dengan struktur anatomi yang cukup kompleks, banyak ragamnya, dan memiliki fungsi yang sangat vital. Menurut dia, risiko kematian intai mereka yang terlalu sering menggerekan leher secara berlebihan. Sebab, di dalam leher terdapat beragam organ dan fungsi yang sangat penting. Ada kelenjar tiroid yang menyimpan hormon tiroid, ada trakea yang merupakan saluran masuk udara dari mulut ke hidung ke bronkus lalu masuk ke paru-paru. Tak ketinggalan pembuluh darah utama ke dan dari otak. Itu baru bagian depan saja.

Bagian belakang terdapat struktur tulang belakang bagian leher. Di dalamnya ada sumsum tulang belakang dan pembuluh darah ke otak bagian belakang. Saking pentingnya, tak salah jika ada yang menyebut leher adalah ‘jembatan kehidupan’ antara kepala dan tubuh bagian bawah.

Ini juga yang melatarbelakangi mengapa hukuman mati yang masih lazim dilakukan hingga saat ini adalah hukuman gantung dan hukuman penggal leher. Itu karena keduanya menjadikan leher sebagai area tercepat di tubuh untuk bisa mematikan terpidana mati tersebut.

Beliau berpesan, siapa saja yang mempunyai masalah nyeri leher, nyeri punggung, atau nyeri pinggang apa pun penyebabnya; kaku otot, saraf terjepit, skoliosis, kifiosis, dan lain-lain, dianjurkan mendatangi ahli profesional yang terdidik di rumah sakit pendidikan kedokteran seperti spesialis saraf, spesialis bedah saraf, spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Yang memijat wanita cantik juga tak ada gunanya

Terinspirasi dari iklan minyak kayu putih, dr Wawan mengatakan, untuk tubuh kita yang fungsinya sangat-sangat penting kok coba-coba?

Tak cuma saya yang dibuat bergidik karena penjelasan mereka. Si Kawan yang tidak mau bangkit dari kursi pangkas rambut jika lehernya belum digerakkan jadi berpikir ulang untuk mempertahankan kebiasaan itu. Kalian yang suka melakukan itu bagaimana menanggapi masalah ini?

Mungkin keinginan untuk mencoba sekali saja akan segera saya hilangkan. Kemarin-kemarin, setiap kali melihat ada orang gerakin leher sampai terdengar bunyi krek kayaknya beban jadi ringan banget, kali ini harus saya yakini bahwa cara seperti itu hanya merugikan diri sendiri.