Category Archives: Kesehatan

Tidak Pernah Mau Gerakin Leher Sampai Terdengar Bunyi Krek!

Kejadian nahas yang menimpa Allya Siska Nadya, 33 tahun, terduga korban pengobatan gelap salah satu klinik chiropractic membuat saya semakin awas. Saya tidak akan pernah membiarkan tukang cukur atau siapa saja memijat lalu menggerakan leher saya ke kanan dan ke kiri sampai muncul bunyi krek. Rupanya, dua kasus yang terlihat berbeda punya satu kesamaan: gerakin leher sampai terdengar bunyi krek itu bahaya.

Baik itu tukang cukur di bawah pohon rindang, tepi jalan, sampai tukang cukur berpengalaman di barber shop yang terletak di dalam mall pasti akan menawarkan ‘jasa’ meringankan beban di kepala kita, bukan? Sebagian orang senang melakukannya. Sedangkan saya selalu menolak tawaran itu. Cukup dipijat saja. Begitu juga saat saya potong rambut usai menjalankan Tawaf ibadah umrah setahun lalu.

Saya menolak karena saya trauma. Setelah melihat sendiri salah seorang teman satu SMP di Kepulauan Riau yang lehernya sulit sekali dikembalikan ke posisi normal setelah diputar-putar lalu terdengar bunyi krek. Meski kata banyak orang kepala jadi lebih ringan dan tidur di malam hari lebih nyenyak tetap saja saya takut.

Kasus Allya yang baru heboh tiga hari lalu mengharuskan saya menghubungi sejumlah dokter ortopedi, bedah saraf, dan dokter spesialis tulang lainnya. Banyak informasi yang saya terima. Selain metode chiropractic yang ternyata belum layak disebut sebagai pengobatan medis, kasus ini tidak dapat disebut malapraktik, saya juga diberitahu bahwa bunyi krek menunjukkan telah terjadi manipulasi pergerakan sendi secara berlebihan.

https://www.youtube.com/watch?v=tQjqtupgUck

Kayaknya enak banget gerakin leher sampai terdengar bunyi krek. Kepala jadi terasa ringan, katanya. Padahal itu bahaya

 

Informasi terakhir itu saya dan teman-teman jurnalis kesehatan lainnya dapatkan dari secarik keterangan pers dari dokter spesialis bedah saraf TNI AU dengan kompetensi di bidang spine (tulang belakang), Dr. dr. Wawan Mulyawan, SpBS, SpKP yang kami terima via surat elektronik pada Sabtu (9/1/2016)

Memang tidak terjadi dislokasi atau patah tulang leher pada pelanggan yang suka melakukan itu sehingga tidak mengalami kejadian apa-apa. Namun, jelas dr Wawan, semakin sering menggerakan leher sampai terdengar bunyi krek, baik itu dilakukan oleh orang lain atau dengan tangan sendiri, sendi leher bisa semakin melemah dan dapat menyebabkan instabilitas tulang leher di kemudian hari yang bisa sebabkan nyeri leher kronis yang sering timbul ketika usia semakin menua.

Leher adalah salah satu bagian tubuh dengan struktur anatomi yang cukup kompleks, banyak ragamnya, dan memiliki fungsi yang sangat vital. Menurut dia, risiko kematian intai mereka yang terlalu sering menggerekan leher secara berlebihan. Sebab, di dalam leher terdapat beragam organ dan fungsi yang sangat penting. Ada kelenjar tiroid yang menyimpan hormon tiroid, ada trakea yang merupakan saluran masuk udara dari mulut ke hidung ke bronkus lalu masuk ke paru-paru. Tak ketinggalan pembuluh darah utama ke dan dari otak. Itu baru bagian depan saja.

Bagian belakang terdapat struktur tulang belakang bagian leher. Di dalamnya ada sumsum tulang belakang dan pembuluh darah ke otak bagian belakang. Saking pentingnya, tak salah jika ada yang menyebut leher adalah ‘jembatan kehidupan’ antara kepala dan tubuh bagian bawah.

Ini juga yang melatarbelakangi mengapa hukuman mati yang masih lazim dilakukan hingga saat ini adalah hukuman gantung dan hukuman penggal leher. Itu karena keduanya menjadikan leher sebagai area tercepat di tubuh untuk bisa mematikan terpidana mati tersebut.

Beliau berpesan, siapa saja yang mempunyai masalah nyeri leher, nyeri punggung, atau nyeri pinggang apa pun penyebabnya; kaku otot, saraf terjepit, skoliosis, kifiosis, dan lain-lain, dianjurkan mendatangi ahli profesional yang terdidik di rumah sakit pendidikan kedokteran seperti spesialis saraf, spesialis bedah saraf, spesialis ortopedi, spesialis kedokteran fisik dan rehabilitasi.

Yang memijat wanita cantik juga tak ada gunanya

Terinspirasi dari iklan minyak kayu putih, dr Wawan mengatakan, untuk tubuh kita yang fungsinya sangat-sangat penting kok coba-coba?

Tak cuma saya yang dibuat bergidik karena penjelasan mereka. Si Kawan yang tidak mau bangkit dari kursi pangkas rambut jika lehernya belum digerakkan jadi berpikir ulang untuk mempertahankan kebiasaan itu. Kalian yang suka melakukan itu bagaimana menanggapi masalah ini?

Mungkin keinginan untuk mencoba sekali saja akan segera saya hilangkan. Kemarin-kemarin, setiap kali melihat ada orang gerakin leher sampai terdengar bunyi krek kayaknya beban jadi ringan banget, kali ini harus saya yakini bahwa cara seperti itu hanya merugikan diri sendiri.

Berkunjung ke Kampung Djamoe Organik Martha Tilaar

Sabtu (2/2/2013) saya berkunjung ke Kampoeng Djamoe Organik (KaDO) milik Martha Tilaar yang ada di daerah Cikarang Selatan, Bekasi.

Sebenarnya di undangan sendiri tertulis kalau acara ini diperuntukkan bagi para wanita. Berhubung acara ini masih ada kaitannya dengan kerjaan saya, saya meminta izin untuk ikut serta supaya bisa bertemu dengan si empunya tempat, Martha Tilaar, untuk bisa saya wawancarai.

Ternyata saya diizinkan untuk ikut dalam rombongan, alhasil pas hari H di dalam bis sayalah yang paling ganteng seorang diri di antara para rombongan wanita tersebut. 😆

Singkat cerita. Setelah menempuh perjalanan 1,5 jam dengan menaikki bus ‘burung biru’, sampailah saya bersama rombongan di tempat tersebut.

Saya sendiri baru tahu kalau ternyata di daerah Cikarang sana ada tempat untuk bercocok tanam. Saya pikir di sana cuma ada pabrik doang, ternyata ada juga tempat sekeren ini.

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar luasnya sebesar 9Ha. Di sana ditanam tanaman obat-obatan yang nantinya akan diproduksi menjadi jamu, kosmetik, dan hal-hal menyehatkan lainnya.

Sampai di tempat tersebut, kami semua langsung disambut oleh para karyawan Kampung Djamoe Organik, dan langsung diperlihatkan tanaman yang sudah kering, sebelum akhirnya kami semua dibawa ke tempat yang lebih luas lagi.

Tanaman yang Sudah Kering

Setelah selesai perkenalan tahap awal, kami semua diajak untuk masuk ke dalam rumah Manado, dan kami semua diberikan minuman ucapan selamat datang berupa jamu.

Rumah Manado ini tempat persinggahan bagi seseorang yang ingin masuk dan menjelajah kampung secara menyeluruh. Di rumah Manado ini, bagi wanita yang memakai sepatu hak tinggi, bisa dilepas dan mengganti dengan memakai sandal jepit yang tersedia di tempat itu.

Oia, ngomongin soal jamu, ternyata jamu yang saya minum adalah jamu untuk para wanita. Saya baru tahu itu, pada saat mendengar rombongan lain yang ngomong, “Jamunya enak, ya.. Katanya jamu ini bisa bikin kulit mulus, lho!”. Nah, lho! 😀

Rumah Manado

Minuman Selamat Datang

Setelah masuk ke rumah Manado, dikasih minuman selamat datang, dan dibagikan kelompok, kami semua akhirnya di menjelajah Kampung Djamoe Organik (KaDO) tersebut.

Asli, tempatnya keren banget. Di tempat seluas itu, bukan hanya ada tanaman obat-obatan, tapi juga danau buatan yang berfungsi untuk menampung air, dan air itu nantinya akan digunakan untuk menyiram seluruh tanaman obat-obatan yang ada di kampung itu. Di samping danau itu, terbentang luas sawah yang ditanami padi-padi organik yang hijau banget.

Sawah Padi Organik

Danau Buatan

 

Tanaman obat-obatan di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar jumlahnya banyak banget. Lebih dari 100 tanaman kali, ya. Dan semua itu benar-benar enak dipandang mata.

Yang saya ingat, di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar ada tanaman gingseng Indonesia, pohon Jayanti atau Jati Cina, dan Jati Belanda.

Jati Cina dan Jati Belanda ini bermanfaat untuk kamu-kamu yang obesitas. Buat kamu yang ingin langsing, rajin-rajin aja minum jamu olahan yang terbuat dari Jati Belanda dan Jati Cina ini.

Selain itu ada tanaman daun prasmanan, daun kentutan, sekar sari tanjung, pandan wangi, pandan toang, kecibiling, dan lain-lain.

Daun kentutan biasanya digunakan untuk orang-orang yang tidak bisa kentut selama beberapa hari.

Sekar sari tanjung biasanya dipakai untuk membuat bedak para wanita. Pandan wangi biasanya dipakai untuk perawatan di SPA.

Kecibiling apabila dikeringkan dan diracik sebagai minuman biasa dipakai untuk mengobati batu ginjal.

Karena banyak tanaman dan bunga-bunga, kupu-kupu pun tak mau ketinggalan untuk senantiasa meramaikan kampung itu.

Kupu-kupu

 

Kami semua bukan hanya diajak untuk melihat tanaman obat-obatan saja, lho. Kami juga diajak untuk melihat proses bagaimana Jati Belanda diproduksi. Dan juga diperlihatkan jamu-jamu yang sudah dikeringkan dan sudah dimasukkan ke dalam lemari kaca.

Jenis-jenis jamu yang dikeringkan dan dimasukkan ke dalam lemari adalah:

  • Majakan
  • Temu Giring
  • Saga Manis
  • Rosela
  • Beluntang
  • Remujung
  • Temu Luwak
  • Salam

Proses 1

Proses 2

 

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

 

Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

 

Puas. Itulah yang saya rasakan ketika melihat keseluruhan tanaman obat-obatan itu. Ilmu saya pun bertambah karena penjelasan yang sangat jelas yang diberikan oleh karyawan Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar.

Selesai melihat keseluruhan tanaman, kami rombongan diajak masuk ke dalam rumah bamboe untuk mengikuti sebuah acara dan diujung acara kami semua menyantap makanan yang telah disediakan oleh pihak penyelenggara.

Oia, bagi narablog yang ingin mengajak keluarga, terutama anak Anda, main ke tempat ini juga bisa, lho.

Soalnya di Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar menyediakan sebuah program yang diberi nama Training and Learning Program.

Beberapa program pelatihan singkat juga disediakan bagi Anda seperti perlindungan alam, proses pembuatan kompos, teknik menanam dan perawatan tanaman organik sebelum dan sesudah hasil panen, cara membuat produk jamu atau herbal untuk perawatan kesehatan keluarga, dan juga pelatihan perawatan kesehatan dan kecantikan dengan menggunakan bahan-bahan alami.

Alamat Kampung Djamoe Organik (KaDO) Martha Tilaar

Jl. Raya Cibarusah, EJIP Pintu II, Cikarang Selatan, Bekasi

Telepon: 021-70110076, 91828384

 

Misteri Dibalik Kerupuk Beracun

Beberapa hari ini beredar kabar kalau kerupuk putih, kerupuk pelangi, dan kerupuk-kerupuk lainnya yang biasa kita makan, mengandung bahan plastik sehingga kerupuk tersebut dapat terbakar.

Sampai pada akhirnya, tadi pagi semua reporter mendapat pesan teks dari Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) untuk menghadiri diskusi terkait dengan berita yang masih simpang siur tersebut.

Menurut BPOM, pada saat mendengar kabar ini beredar di masyarakat luas, pihaknya langsung melakukan investigasi dan mencari tahu apa benar atau tidak kabar tersebut.

Dan, Ketua BPOM, Dra. Lucky. S. Slamet mengatakan kalau semua itu tidak benar. Pihaknya sudah memeriksanya dan menguji, dan hasilnya memang tidak ada. Ini hanya isu yang membuat masyarakat resah saja.

Karena rasa penasaran tingkat dewa, akhirnya tadi iseng nyuruh OB untuk beli kerupuk putih, dan setelah berada di tangan saya, langsung saja saya bakar. Hasilnya, terbakar.

Kerupuk Terbakar

Banyak dugaan sih, sebenarnya. Apa benar kerupuk itu benar-benar mengandung plastik, atau minyak yang ditugaskan untuk menggoreng kerupuk-kerupuk tersebut dicampur dengan plastik. Wallahuwa’alam!

Yang jelas, bukannya segala makanan yang digoreng itu tidak baik, ya. Terlepas dari siapa yang menggorengnya. Ya, kalau mau yang sehat, goreng sendiri saja kerupuknya.

Tapi, masa iya, mau makan harus goreng kerupuk dulu. Ribet, ‘kan?

Jadi, bagaimana, masih mau makan kerupuk atau malah parno? 😀

Kalau saya sih, tetap memakannya. Kalau kondisi tubuh baik sih, aman-aman saja. 😆

Program Sadar Diri #2 : Lakukan Kegiatan Yang Kita Senangi.

Narabalog sekalian, kali ini saya mau melanjutkan cerita tentang proses penurunan berat badan saya, ya. Nah, buat narablog yang baru “bergabung” dan ingin membaca cerita penurunan berat badan saya, silahkan baca ini : Program Sadar Diri #1 : Keluar Dari Zona Nyaman. Biar nyambung sama yang sekarang. Hehehe 🙂

Setelah saya memosting cerita pertama itu, banyak orang yang masih belum percaya kalau saya melakukan proses itu dengan cara alami. Yah, teman-teman saya –khususnya teman-teman dekat– banyak yang mengira kalau saya menggunakan proses cepat. Macam obat-obatan, suntik, jamu, dan lain sebagainya.

Apalagi waktu saya bilang, saya melakukan proses ini diimbangi dengan berolahraga. Yah, makin banyak yang ga percaya. “Adit olah raga? OLAH RAGA? Mimpi apa itu anak?!?!” itulah komentar yang sering banget saya dengar. Wajar, sih. Dulu saya orangnya anti sama yang namanya olah raga. Saya lebih suka nge-dance. 

Nah, kesempatan kali ini saya akan membocorkan olah raga apa saja yang saya lakukan demi proses penurunan berat badan ini.  Olah raga ini adalah kegiatan yang  menyenangkan bagi saya. Soalnya, apabila kita tidak menyenangi kegiatan ini, sekeras apa pun tak akan berhasil. Intinya, lakukanlah kegiatan yang kamu senangi. Jangan sampai kegiatan itu membebanimu.

1 . Jalan Kaki

Jujur. Pertama kali saya sempat underestimate sama kegiatan satu ini. Saya banyak membaca artikel soal manfaat berjalan kaki. Ada yang bilang dengan berjalan kaki umur bertambah persekian tahunlah. Dengan jalan kaki tandanya kita sudah menghindari diabetes tipe 2 lah. Lalu, ada yang mengatakan, dengan berjalan kaki kita berfikir lebih enak. Plong aja gitu. Bahkan ada yang mengatakan, dengan berjalan kaki dapat mengurangi bobot tubuh.

Memang dasarnya malas, mau manfaat dari A sampai Z dipaparin, pun ga akan mempan.

sumber : google

Perlahan-lahan saya coba. Ga usah jauh-jauh dulu. Cukup dari kosan ke kampus aja. (FYI, sebenarnya kalau saya ga malas, dari kosan ke kampus yang jaraknya ratusan meter dapat saya tempuh dengan berjalan kaki. Cuma karena malas, saya memilih naik angkot). Saya coba seminggu pertama, berhasil. Saya lanjut, lanjut, lanjut, sampai akhirnya saya merasakan kalau jalan kaki itu enak. Sampai pada akhirnya, setiap ada kelas di kampus B yang memang cukup jauh jaraknya, terkadang saya memilih berjalan kaki. Dan, alhamdulillah, sampai detik ini saya masih suka berjalan kaki.

Waktu saya masih berkantor di Kalibata, saya lebih memilih angkutan umum yang arahnya bukan ke Kalibata. Melainkan ke arah Cawang. Saya turun di gedung Bidakara, saya jalan deh, sampai kantor.

Sampai di gedung kantor, saya tidak menggunakan lift untuk ke ruangan saya yang berada di lantai 3, melainkan menggunakan tangga.

Lumayan. Pagi hari tidak sempat olah raga, saya siasati dengan berjalan kaki. Alhasil, saya pun ketagihan.

2. Bersepeda

Kalau yang satu, awalnya, kenapa saya enggan untuk melakukannya adalah lutut saya selalu mentok ganggang sepeda tiap kali saya bersepeda. Lagian ya, saya malu (awalnya) karena pasti akan diolok-olok.

Tapi, ketika badan, dan terutama bokong sudah agak mengecil, barulah saya bersepeda lagi. Kenapa dengan bokong? Ukuran bokong saya kala itu tidak sinkron dengan ukuran joknya. Ga asik.

sumber: google

Setahun saya memiliki hobi berjalan kaki, saya memiliki hobi baru yaitu bersepeda. Saya nekat minjem uang sama orang tua untuk penambahan biaya membeli sepeda (yang kebetulan sepeda yang mampu mengangkut bobot saya ini harganya cukup mahal) yang saya inginkan . Walaupun orang tua sendiri sempat ga yakin akan hobi baru anaknya, akhirnya keinginan memiliki sepeda pun tercapai. Orang tua saya sempat berujar “paling juga ga sampai 6 bulan sepeda ini ditaruh di gudang.” “pokoknya, kalau sampai sepeda ini ditaruh di gudang, papa minta uang papa kembali”. Alhamdulillah, saya bertahan sampai hari ini. Jadinya, orang tua saya tidak meminta uangnya kembali *cium mama dan papa*

Jadi tiap pagi, saya kadang-kadang jalan kaki, kadang-kadang bersepeda. Lain halnya di hari Minggu. Saya lebih memilih bersepeda berkeliling Ciputat-Bintaro.

 

3. Berenang

Sebenarnya berenang ini termasuk hobi lama saya. Walaupun ga jago-jago banget, saya selalu excited tiap kali diajak melakukan kegiatan air ini. Saya tidak terlalu suka sama kolam renang yang terlalu banyak wahananya seperti yang sedang trend saat ini. Saya suka sama kolam renang yang luas tanpa banyak “ornamen-ornamen” di sana-sini. Semakin luas kolam renangnya, semakin banyak gerak yang kita keluarkan. Nah, karena gerak itulah kegiatan ini masuk kategori “olah raga”.

Sudah pada tahu manfaat dari berenang, ‘kan? Salah satunya dapat menambah tinggi badan.

Tapi, amat disayangkan. Kegiatan satu ini tidak lagi menjadi rutinitas saya. Ibu marah kalau saya kebanyakan berenang. Tiap kali saya izin untuk berenang, ibu selalu berujar seperti ini “KAMU MAU SETINGGI APALAGI, BANG? GA BOLEH MARUK SAMA TINGGI. KASIH KESEMPATAN YANG LAIN UNTUK TINGGI. ENGGAK, ENGGAK BOLEH BERENANG!!!!”

4. Dance

Sama seperti renang, dance juga merupakan hobi lama saya. Dari kecil (kata ibu dan orang-orang yang pernah merawat saya), setiap kali mendengarkan lagu yang berirama beat, kepala dan badan saya pasti gerak. Tak heran, ketika memasuki bangku sekolah, dari dasar, menengah, sampai akhir, saya selalu menonjol dibidang tari dan kesenian lainnya untuk nilai ekstrakulikuler.

Sekarang? Masih, dong.

Coba, deh.. Putar lagu-lagu yang kamu sukai. Lalu, kamu bergerak bebas mengikuti irama. Tanpa kamu sadar, keringat akan keluar sedikit demi sedikit dari tubuhmu, lho. 

Makanya, saya sering banget nge-youtube buat melihat gerakan-gerakan yang nantinya akan saya praktikan. Bersyukurlah, saya tidak memiliki tubuh yang kaku. Sejauh ini, banyak gerakan yang bisa saya ikutin dan kuasai. Alhasil, dance saya masukan dalam kategori “olah raga” yang saya lakukan.

Mungkin orang akan aneh ketika melihat saya sedang mendengarkan lagu melalui pemutar musik masa kini lalu kelapa saya ikut bergoyang-goyang. Karena, ya, itu tadi. Saya ga bisa diam kalau sudah mendengarkan sebuah lagu. Hehehe ..

Nah, mungkin hanya itu yang bisa saya share ke teman-teman semua. Semoga bermanfaat , ya.

Blogger Bicara Vaksin Dan Imunisasi Bersama Bio Farma

Jumat kemarin, saya dan teman-teman Depok Blogger lainnya mendapatkan undangan dari Bio Farma untuk hadir dalam acara Launching Info Imunisasi Dan Workshop “Tentang Vaksin Dan Imunisasi Untuk Blogger” Yang diselenggarakan di Kantor Bio Farma yang terletak di Jl. Pasteur No. 28 , Bandung.

Diundangan tertera kalau acara ini dimulai pukul 09.00 WIB. Rombongan Depok Blogger sampai tepat pada waktunya. Setelah semua peserta yang jumlahnya cukup banyak duduk rapi di tempat yang telah disediakan, workshop pun dimulai. Sebelumnya diberitahukan bahwasanya acara Jumat itu akan cukup panjang. Mulai dari workshop, launching website, mengelilingi kantor Bio Farma, masuk ke pabrik produksi, mengunjungi museum Bio Farma, sampai yang terakhir talkshow bersama pakar marketing.

Pertama-tama dijelaskan sejarah mengenai Bio farma. Ternyata, PT Bio Farma merupakan Badan Usaha Milik Negara yang sahamnya 100% dimiliki oleh pemerintah Indonesia. Dan, Bio Farma merupakan satu-satunya produsen Vaksin yang berkualitas Internasional di Indonesia. PT Bio Farma juga merupakan perusahaan terbaik di Asia yang menangani soal kesehatan, yang sudah mengadikan diri sejak tahun 1890.

KANTOR BIO FARMA

Sebelum mendirikan perusahaan di kota kembang Bandung, Bio Farma sendiri pertama kali ada di kota Batavia, Jakarta. Katanya, tempatnya dulu itu kini sudah berubah fungsi menjadi RSPAD Gatot Soebroto.

Bagi siapa yang bekerja di Bio Farma, paling tidak, kesehatan sudah dijamin 100%. Bayangkan saja, luas kantornya ini 9 hektar. Yang terdiri dari kantor dan beberapa laboratorium.  Ditambah lagi, para pekerja (sepertinya) diberikan vaksin yang membuat tubuh pekerjanya kebal terhadap penyakit. Jadi, tidak alasan “sakit” untuk bolos kerja. Hahaha …

Ngomongin laboratorium di Bio Farma, para blogger diizinkan untuk masuk dan melihat isi dalaman dari laboratorium yang dimiliki PT Bio Farma , lho. Keren. Sayangnya, tak ada aktifitas “narsis-narsisan” di dalam lab. Dilarang keras soalnya. Hihiihi …

Oia, satu yang harus diingat. Bio Farma merupakan salah satu dari 30 perusahaan yang telah mendapatkan prakualifikasi Badan Kesehatan Dunia dari World Health Organization (WHO) dari total 200 perusahaan produsen vaksin di dunia.

Kemarin juga sempat menyinggung soal logo baru yang terdapat pada PT Bio Farma. Banyak kabar yang beredar, kalau logo tersebut ada sangkutpautnya dengan Yahudi. Karena logo yang dipakai perusahaan itu merupakan LAMBANG ZIONIS. Bisa dipastikan bahwasanya itu keliru. Itu tidak benar sama sekali.

LOGO BARU BIOFARMA (sumber: GOOGLE)

Pada kesempatan kali itu dijelaskan bahwasanya logo tersebut merupakan bentuk dari Glicoprotein. Itu menekankan bahwasanya Bio Farma merupakan perusahaan yang bergerak dibidang vaksin dan serum.

Pendar bintang sendiri dimaknai sebagai semangat dan dinamika Bio Farma yang memiliki masa depan yang cemerlang. Kalau untuk warna-warna yang terdapat pada logo, HIJAU sendiri kalau dilihat secara psikologis artinya suatu nilai higienitas dan kesehatan. Sedangkan JINGGA dan KUNING menyiratkan semangat progresif dan keberanian untuk berinovasi agar selalu menjadi yang terdepan.

Lagian ya, ada-ada aja sih, yang menyangkutpautkan sesuatu yang berbentuk bintang atau apalah yang menurut orang kita aneh dengan Yahudi? Hmmmm.. *mikir*

Oke, lupakan sejenak soal Yahudi dan Zionis dan sebangsanya. Topik pembicaraan selanjutnya yang dibahas adalah mengenai imunisasi dan vaksin.

Ngomongin soal imunisasi dan vaksin, siapa yang kecilnya dulu belum diimunisasi dan divaksin? Semoga tidak ada, ya. Kalau misalnya ada, hmmmmm.. seharusnya dijauhin, sih. Hahahah *jahat*.

Ilustrasi (sumber: GOOGLE)

Siapa diantara narablog yang sebentar lagi akan menjadi ibu? Ayo, tunjuk jari. Ingat ya, jangan lupa diimunisasi anaknya. Imunisasi itu perlu, lho. Karena, dengan berimunisasi secara otomatis ibu sudah mencegah penyakit menular masuk ke dalam tubuh anaknya. Untuk pencegahan penyakit menular pada bayi dan balita, disarakan untuk imunisasi lengkap. Kabarnya, dalam kurun waktu 4 sampai 6 minggu setelah melakukan imunisasi, akan timbul antibody spesifik yang efektif mencegah penularan penyakit.

Kalau ada yang beranggapan dengan ASI si anak sudah kebal akan penyakit, itu sepertinya rada keliru. ASI tidak selamanya bisa membuat anak kebal akan penyakit, lho. Makanya, diperlukan yang namanya imunisasi ini.

Para bayi dan balita yang telah diberikan imunisasi memiliki perlindungan tidak mudah tertular dan menularkan penyakit pada bayi dan balita lain. Hal ini mampu mencegah terjadi wabah dan kematian yang disebabkan oleh penyakit menular.

Tapi anehnya, banyak orang tua yang kekeuh tidak mau anaknya diimunisasi. Malah yah, kemarin itu saya sempat kesedeg (baca: keselek) waktu mendengarkan ada orang tua yang mengaku ragu memberikan imunisasi ke anaknya karena takut anaknya menderita AUTISME.

Nah, lho! Kok bisa sih, si ibu berfikiran seperti itu? Aneh. Memangnya autisme itu penyakit? Ugh.

Sampai saat ini, belum ada bukti konkrit yang menyatakan bahwasanya imunisasi – jenis apapun itu – dapat menyebabkan AUTISME. Baik dari WHO sendiri maupun dari Departemen Kesehatan dan Kesos RI merekomendasikan pemberian semua imunisasi sesuai jadwal yang sudah ditentukan.

Khawatir merupakan satu hal yang wajarlah (menurut saya). Tapi, yang harus diketahui bahwasanya vaksin yang diberikan telah  melalui suatu penelitian yang sangat panjang. Tidak 1, 2, 3 atau 5 tahun waktunya. Tapi, 15 tahun. Mulai dari tahapan pembuatan seed vaksin atau yang disebut dengan bibit vaksin, sampai vaksin dapat digunakan.

Soal kualitas, tak perlu diragukan lagi. Pasalnya, proses pembuatan vaksin dilakukan secara bertahap dengan proses yang sangat rumit. Tidak hanya sampai disitu. Apabila proses telah selesai, izin edari dari Badan POM kudu diperoleh dulu. Baru deh, vaksin bisa dipergunakan.

Buat narablog yang merasa sudah remaja dan bahkan dewasa, dianjurkan untuk melakukan vaksin Hepatitis B. Soalnya, vaksin hepatitis B rekombinan mengandung antigen virus hepatitis B, HBsAG, yang tidak menginfeksi yang dihasilkan dari biakan sel ragi dengan tekhnologi rekayasa DNA.

Nah, kalau karyawan Bio Farma sendiri nih, karena mereka hitungannya karyawan, disarankan untuk melakukan vaksin Flubio atau vaksin influenza HA. Vaksin influenza HA merupakan suspense jernih atau sedikit berwarna keputihan (slightly turbid), mengandung haemagglutinin dari antigen virus influenza. Dengan catatan, vaksin ini bersifat musiman. Suku virus yang diproduksi disesuaikan dengan rekomendasi WHO.

Makanya, karyawan Bio Farma kalau mau bolos tidak bisa dengan alasan sakit. Hihihi .. Kasihan. Yah, habisnya gimana lagi. Mereka kan divaksin dengan vaksin influenza HA ini. Efeknya, mereka akan kebal terhadap penyakit selama setahun. Kecuali, kalau ajal Tuhan sudah berbicara, ya. Puk puk karyawan Bio Farma. 😛

Oia, saya lupa. Dalam kesempatan kali  itu juga, diluncurkan website INFO IMUNISASI yang bertujuan membantu para orang tua yang ingin mengetahui soal imunisasi dan vaksin. Semuanya lengkap disitu.

Narablog bisa mengakses di http://www.infoimunisasi.com

Di website itu juga, para orang tua dalam melakukan interaksi berupa tanya jawab bersama dokter yang disediakan oleh bio farma. Ada 2 dokter. Yaitu, Dr Erwin dan Dr Novi. Mau berinteraksi sama mereka? Jangan lupa registrasi dulu ya, di sini.

Mau bertanya soal apa saja yang berkaitan dengan imunisasi, vaksin, dan kesehatan lainnya.. Insya Allah akan direspon oleh dokter-dokter itu. Mau baca artikel soal imunisasi dan vaksin, juga ada disitu.

Atau, kalau misalnya ibu serta bapak tidak sempat mengakses ke website tersebut, tinggal mention saja ke @infoimunisasi. Nanti adminnya yang ternyata masih muda dan single akan membantu menjawab pertanyaan maupun keluhan atau apa sajalah dari kalian semua.

Tunggu apalagi. Akses segera website tersebut. Ambil semua informasi soal imunisasi dan vaksin. Dan, jangan sampai tidak melakukan imunisasi ya, ibu-ibu sekalian. Kan, untuk anak ibu sendiri dan pastinya untuk orang banyak 🙂

Artikel terkait :

BANG ASWI : Imunisasi Untuk Rakyat

Kenikmatan Di Awal – Penyiksaan Di Akhir

Beberapa bulan terakhir ini, pencernaan saya sedang tidak OKE. Yang mengakibatkan saya susah BAB. Kalau pun bisa, itu karena saya paksakan. Akibatnya, pantat saya pun sering sakit. Setiap kali periksa ke dokter, entah kenapa saya tidak langsung percaya, punya trauma tersendiri terhadap jawaban dokter.

Bulan Februari, saya mencoba ke dokter untuk memeriksakan diri. Jawaban yang saya terima, bahwasanya saya bermasalah dengan usus. Hanya, bermasalah dengan usus tanpa keterangan lebih lanjut. Saya pun hanya menjawab “Ooo, gitu ya, dok? Hanya itu?”. Selang 3 bulan kemudian, ibu mengajak saya ke sensei yang ada di kawasan Mangga Dua. Tubuh saya pun kembali diperiksa dengan alat semacam palu yang disambungkan ke alat modern pendeteksi penyakit. Jawaban yang saya dapat “Saya lihat disini, bagian pencernaan kamu diagramnya berwarna merah, itu tandanya kamu susah BAB, ya?”. Dalam hati saya “Nah, kok bisa tahu, ya .. Saya kan belum cerita apa-apa”. “Eh, iya, sei.. Saya memang susah BAB”. Lagi-lagi jawaban dari sensei itu bikin saya menganga “Kamu dulu pemakan yang instan-instan dan berpengawet, ya? Plus, sering minum soda, ‘kan?”. Glek. Nusuk. Tebakan sensei itu tepat. Sang sensei pun memberikan saya madu cerna yang harus saya konsumsi sebelum saya makan.

Tidak sampai disitu.

Hari Kamis saya mengantarkan kakek untuk ditotok di kawasan Pondok Gede. Ketika melihat kakek ditotok, kok saya jadi pengen ditotok juga. Kebetulan pula, badan saya sedang pegel-pegelnya. Karena selama kerja saya harus menggendok tas yang cukup berat. Akibatnya sekujur tubuh saya pegelnya luar binasa.

Menit-menit awal saya sangat menikmati totokan itu. Tapi, begitu totokan itu masuk ke titik-titik inti, saya pun menjerit karena kesakitan. Di bagian pinggang, seperti ada benjolan. Lagi-lagi, jawaban yang saya terima membuat saya percaya ngga percaya.

“Ya ampun, dek .. Situ nimbun pengawet di dalam tubuh?” kata Mas Abdul, tukang totoknya. “Maksud Mas Abdul?” jawab saya penasaran. “Kamu itu doyan makan yang instan dan minuman bersoda, ya?”. Nah, kan … Jawaban itu lagi yang saya dengar. Akhirnya, saya pun menceritakan ke Mas Abdul. Saya ceritakan saja, kalau dulu, sebelum saya menjalankan program sadar diri, saya adalah fans garis keras dari mie instan dan minuman bersoda. Kalau sudah mengonsumsi “mereka” mulut ini ngga mau berhenti.

– GOOGLE –

“Tapi itu dulu kok, Mas Abdul. Terakhir saya mengkonsumsi itu semua penghujung 2008. Sudah hampir 3 tahun saya tidak mengkonsumsi itu lagi” kata saya coba menjelaskan. “Lagian ya Mas Abdul, berat badan saya saja sudah turun 40 kilograman”. “Memang berat kamu dulu berapa, dek?” tanya Mas Abdul sambil menekan pinggang saya. “Terakhir saya timbang di 2008 sekitar 125 kilogram, Mas. Sekarang sih, nimbang dibulan Mei kemarin sudah 75 kilo gram” senyum sambil menahan sakit.

“Nah, ini nih, hasil yang kamu dapatin dari hobi kamu mengkonsumsi ‘mereka-mereka’ itu. Kamu susah BAB, karena didekat pencernaan kamu, pengawet-pengawet itu ngumpul semua. Jadi, kamu harus tahan, ya. Mau sehat, ‘kan?”. “Mau, mas!” jawab saya semangat.

Selesai melakukan totok tubuh bagian belakang, saya disarankan melakukan detoksisasi dengan mengkonsumsi beberapa butir pil herbal. “Tapi, dek.. Sebelum kamu minum obat itu, sampe rumah kamu juga moncor itu” kata Mas Abdul dengan muka serius.

Dan, ternyata benar. Selama perjalan pulang, hasil totok itu mulai menunjukan hasilnya. Sesampainya di rumah, tak henti-hentinya saya BAB. Ada kali 10 kali saya mondar mandir ke WC. Sampai saya memosting ini, pun saya masih mondar-mandir ke WC.

Buat teman-teman yang masih hobi mengkonsumsi “mereka”, pesan saya cuma 1. Berhentilah. Sesekali boleh, deh. Sekarang sih memang nikmat banget, efeknya akan kalian rasakan belakangan. Bukan nyumpahin, lho ! 🙂

Dan, mohon maaf apabila ada yang tidak mengenakkan dari postingan ini. Maksud saya hanya ingin berbagi. Tidak lebih 🙂

Program Sadar Diri #1 : Keluar Dari Zona Nyaman !

Saya sharing pengalaman saya menurunkan berat badan, boleh, ya? Hehe .. Sebenarnya, postingan ini adalah janji saya ke beberapa orang yang menanyakan bagaimana cara saya bisa turun drastis gitu.

FYI, berat badan saya di penghujung 2008 adalah 119-120 kilogram dengan tinggi 170cm. Sekarang, berat badan saya sudah 80 kilogram, dan tinggi saya 184cm. Wait.. Itu bisa terjadi tanpa obat-obatan, dan prosesnya tidak cepat, lho. Butuh kesabaran dan kerja keras serta kemauan yang kuat.

Sekitar 2008

Akhir 2008, entah mimpi apa saya malamnya, tiba-tiba saja saya ingin menurunkan berat badan yang sudah dibatas kenormalan itu. Mungkin mulai sadar kali, ya, capek jadi bahan olok-olokan mulu. Walaupun menjadi olok-olokan, tak jarang juga sebagian teman-teman menganggap saya lucu dan menggemaskan. Tapi, tetap saja kalau menjadi bahan olokan rasanya sakit banget.

Tapi, yang saya fikirkan kala itu, bagaimana caranya supaya berat badan saya turun? Fitnes? Agh.. trauma! Tahun 2007 pernah ikutan fitnes, belum lagi ada 1 jam saya fitnes, saya memilih untuk tidak melanjutkan dikarenakan tragedi memalukan diatas mesin treadmil. Ugh.. Menyebalkan. Mau diet ngga makan nasi, juga trauma. Pas berhenti fitnes, saya memutuskan untuk diet cara salah ini. Memang, dalam sebulan berat badan saya turun 6 kilogram, begitu masuk bulan baru, saya jatuh sakit, dan nafsu makan pun menjadi menggila. Segala makanan saya hembat, sebagai pembalasan. Yang terjadi, berat saya malah naik 10 kilogram.

Sekitar 2010

Saya pun mencoba konsultasi sama ahli urat tubuh. Beliau menyarankan saya jangan melakukan olahraga semacam lari. Karena, badan saya yang besar tidak pas untuk mengimbangi kaki saya yang kecil. Beliau bertanya kepada saya, selama di kosan, makanan apa saja yang saya konsumsi. Saya pun menjawab, mie instan, susu full krim, es, gorengan, sampai makanan bersantan. Saya merasa nyaman dan bagaikan di surga kalau sudah ketemu “mereka”. Lantas, beliau kembali menyarankan saya untuk keluar dari zona nyaman saya itu. Dalam artian, mengkonsumsinya agak dikurangi porsinya, jangan berlebihan juga.

Awal-awalnya memang agak susah menghilangkan kebiasaan bercengkrama sama mereka yang enak-enak itu. Tapi, harus tetap saya lakukan. Saya ingin membuktikan, kalau saya bisa menurunkan berat badan.

Pertama kali yang saya lakukan adalah, tidak berbelanja bulanan mie instan, susu full krim, dan coklat serta es krim. Haha.. Soalnya, selain belanja deterjen, sabun, odol dan tetek bengek lainnya, selalu terselip cemilan-cemilan enak di dalamnya. Gorengan pinggir jalan pun sudah tidak sentuh sama sekali. Sebenarnya tidak dilarang untuk tidak mengkonsumsinya, hanya diminta untuk mengurangi porsinya.

Setelah sebulan melakukan itu, saya mencoba menimbang kembali berat badan saya. Yang terjadi adalah, berat saya turun 1 kilogram. Yeah, saya berhasil, walaupun cuma 1 kilogram. Karena saya tahu berhasil, bulan-bulan berikutnya saya tambah semangat. Yang tadinya mengkonsumsi itu tengah malam, saya lebih memilih untuk makan sayur, dan lebih banyak mengkonsumsi air putih.

Bulan demi bulan saya lewati masih dengan proses yang sama. Tanpa terasa saya sudah menjalankan hingga Agustus 2009. Berat badan saya pun turun sekitar 7 kilogram. Masih belum drastis banget, sih, dikarenakan saya suka ngebandel. Masih suka kebablasan. Maklumlah, saya juga manusia biasa yang nafsu makannya suka naik tiba-tiba. Haha 😀

2012

Java Jazz 2013


Program sadar dirinya belum kelar, ya, masih ada kelanjutannya. :p