Category Archives: Kopdar

Alasan Jadikan Eat and Eat Food Market Tempat Nongkrong Favorit

Eat and Eat – Food Market yang ada di lantai 5 FX Sudirman adalah tempat nongkrong favorit saya dan teman-teman jurnalis lain jika lokasi liputan dekat atau memang berada di kawasan Sudirman. Enaknya jadi jurnalis seperti itu, jika malas balik ke kantor, pulang liputan bisa cari tempat yang nyaman untuk ketik berita. Tentu enak buat kumpul-kumpul juga.

AC yang dingin. Kursi yang empuk. Colokan di mana-mana. Tidak salah jika kami betah berlama-lama di Eat and Eat – Food Market

Eat and Eat ini pada dasarnya adalah food court dengan konsep yang modern dan unik. Pertama kali dibuka pada 15 September 2008. Selama delapan tahun sudah memiliki 13 cabang. Cabang terakhir adalah Eat and Eat – Food Market di One Belpark Fatmawati pada Kamis (7/1/2016)

Ada sejumlah alasan kami menjadikan Eat and Eat – Food Market sebagai tempat nongkrong favorit:

1. Cocok buat orang-orang yang kalau ditanya mau makan di mana jawabnya terserah. Pergi beramai-ramai kerap membuat kita bingung menentukan tempat makan yang cocok buat semuanya. Apalagi kalau kelamaan mikir karena mikirin harganya. Harga seluruh makanan di Eat and Eat – Food Market ini sesuai dengan kantong kaum-kaum yang jumlah saldo di rekening tidak lebih besar dari jumlah followers Raditya Dika ketika memasuki pertengahan bulan.

2. Kursinya empuk. Jumlah mejanya banyak. Ada colokan di setiap sudutnya. Sinyal Wi-Fi di sini memang hidup segan mati ogah, tapi kalau pakai jaringan 4G apalagi 4Gplus dari IM3 Ooredoo, lancar kayak sepanjang jalan Kuningan ketika lebaran hari ke-2. Jadi, kirim-kirim berita berjalan lancar.

3. Masalah kebersihan jangan ditanya. Bersih banget. Kerja petugas kebersihan cekatan sekali. Pelayannya juga ramah-ramah.

4. Konsep interior masing-masingcabang dirancang khusus untuk para pecinta kuliner. Seperti sebutannya ‘Creating Food Adventure’, semuanya dikemas dalam suasana santai, khas, unik, dan penuh petualangan. Pun cabang ke-13 dari Eat and Eat – Food Market di One Belpark Fatmawati, pengunjung bisa menemukan konsep yang berbeda. Bergaya arsitektur di pusat-pusat kota Eropa dengan taman-taman kecil yang menggambarkan suasana street market atau shooping street di Eropa.

Kurang lebih Pak Bondan mengatakan, jajanan pasar yang ada di Eat and Eat Food Market One Belpark Fatmawati dan seluruhnya sudah disesuaikan dengan lidah orang Jakarta

5. Paling penting makanannya. Bermodalkan kartu prabayar yang harus kita isi, kita bebas memilih makanan apa saja. Mulai dari makanan khas barat, timur tengah, china, tradisional Indonesia seperti soto betawi, mie medan, bakmie kepiting pontianak, sampai jajanan kaki lima seperti asinan juhi, cakue, siomay, tahu gejrot, wedang, kue cubit, pancake durian.

Khusus di Eat and Eat – Food Market One Belpark Fatmawati, menyajikan lima menu baru tradisional yang tidak ada di cabang lainnya. Seperti nasi Aceh, lontong Medan, bebek Madura, soto mie Bogor, dan masakan Nusantara. Karena ke lima ‘warung’ ini saat peluncuran hari itu ramai sekali dan kebetulan pula saya sudah lapar sekali, pilihan jatuh pada nasi khas Bali. Rasanya pas. Begitu juga porsinya. Kurangnya satu, sambalnya tidak pedas.

Kekurangan dari menu nasi komplit khas Bali ini cuma satu, sambalnya tidak pedas. Masa iya saya kudu gigit lidah sendiri?

Jus kedondong kayak ketiak pacar. Asam-asam kecut bikin ketagihan. Maksa! ūüė¶

Yang berhasil mencoba menu terbaru itu adalah kak Sabai dan simbok Venus. Mereka berdua jajal lontong Medan. Kalau lagi kumpul sama teman-teman jurnalis, makanan yang paling sering kami pesan adalah cakue dan jus kedondong.

Lontong Medan yang dipesan simbok Venus. (foto milik simbok Venus)

6. Pelaku diet kayak saya tidak perlu khawatir jika diajak meeting atau kencan di Eat and Eat di mana saja. Seperti di FX Sudirman, ada sejumlah ‘warung’ berisi menu makanan yang dapat disebut sehat. Sayur-sayuran rebus. Gado-gado juga ada. Kurang lengkap jika tak ada buah? Di sini juga tersedia buah. Coba cek menu makanan kak Rere di blognya, dia pesan buah-buahan segar.

7. Letaknya strategis. Di FX Sudirman berdekatan dengan musholla. Bisa nongkrong lama tanpa meninggalkan ibadah. Sedangkan di Eat and Eat – Food Market One Belpark Fatmawati, satu lantai dengan tempat bermain anak-anak. Capai habis main-main, ajak makan di sini, deh.

Kayaknya cukup tujuh saja. Kalau kalian punya alasan lain ‘menjadikan Eat and Eat – Food Market sebagai tempat nongkrong’ favorit, boleh di-share di kolom komentar. ūüėČ

Advertisements

Memanah Hati di Hotel Harris Sentul City

Panitia Blogger Camp Indonesia panahan ketika piknik #plusOne di Hotel Harris Sentul City, Bogor, Minggu kemarin. Seru dan mau lagi. Biayanya murah, cuma 30K. Pelatihnya sabar dan telaten pula.

Awalnya kaku, tembakan kami banyak yang keluar jalur. Lama kelamaan kami berhasil menancapkan anak panah di garis kuning. Yang berhasil bakal dapat bonus dua kali menembak.

Supaya seru, kami bikin grup berisi dua orang anggota. Kak Chika sama Wandy, saya sama Sandy. Sedangkan Ochoy mendokumentasikan kegiatan kami. Waktu itu Mas Indra lagi nge-gym, jadinya Ochoy sendirian. Sad!

Poin tertinggi diraih kak Chika sama Wandy, mereka pemenangnya. Semenjak fitnes dan diet, kak Chika semakin lincah saja. Di antara kami, kak Chika yang paling sering menancapkan anak panah di garis kuning. Karena ketagihan, #gengmemanahati ini berencana panahan di Senayan. PIC kegiatan ini Wandy tapi maunya di hari kerja. Hih!

Kalian harus percaya kalau Mamah Wiwik panahan juga

 

Muka-muka pemenang. Salahin Ochoy kalau ada yang salah dengan foto ini

Piknik di Sabtu hingga Minggu kemarin benar-benar menyehatkan. Tak hanya jiwa dan raga, otak juga. Tiba di hotel yang berlokasi tak jauh dari pintu TOL Sentul City dan Sentul International Convention Center (SICC) ini, peserta piknik #plusOne makan siang terlebih dahulu, sebelum bermain dua games dengan hadiah voucher menginap yang disiapkan pihak hotel.

Gamesnya gampang-gampang-susah banget, a la Eat Bulaga yang sempat booming di SCTV itu. Cuma menebak clue dari lawan, beres. Bisa jawab, lawan yang dapat nilai. Inilah beberapa kata yang harus ditebak; pastry, carte, pre weeding, dan entrance.

Di games kedua, peserta piknik #plusOne #TAUZIAtourblogger disuruh tebak gambar. Satu orang menggambarkan kata yang diberikan panitia di kertas putih, yang lain menebak gambar yang dimaksud itu. Coba kamu gambar beberapa clue yang panitia kasih ini; Eco Friendly, Bali, Tebet, dan Pastry. Sebenarnya gancil banget. Mendadak jadi sulit karena siang itu Sentul City diguyur hujan sangat deras. Bawaannya pengen cepat-cepat masuk kamar, tidur.

Maka itu, salut sama timnya Mas Indra dan Sandy yang berhasil jadi juara pertama. Duo pedang ini membuktikan, berdua saja cukup melawan tim-tim beranggotakan banyak. Kuncinya percaya, komunikasi, jujur, dan pasrah.

Minggu pagi,  di saat peserta #plusOne masih kekepan di bawah selimut, ngulet-ngulet lucu malas beranjak dari kasur super empuk, Mbak Nuniek sudah lari-lari centil sejauh 6 kilometer. Sisanya, bangun agak siangan, sekitar pukul 07:00. Iya, itu kesiangan, seharusnya kami bangun lebih pagi lagi. Lalu sarapan dengan kondisi masih muka bantal.

Selepas sarapan, sebagian pilih panahan, bermain kuda, nge-gym, dan ada yang balik ke kamar melanjutkan tidur. Seingat saya cuma kak Eva yang kudaan. Kirain bakal jauh gitu, nggak tahunya keliling lapangan yang sudah terisi orang-orang main futsall dan panahan.

Inilah kami penyebur andal. Berusaha tegap kok susah amat

Melihat kolam renang cukup sepi, #gengmemanahhati yang cowok nyebur sebelum balik ke kamar untuk mandi, packing, dan pulang ke Jakarta. Kami memang bukan pemanah andal, tapi kami penyebur yang tak usah diragukan lagi. Gaya katak, bisa. Gaya dada juga bisa. Bahkan Wandy bisa berenang dengan gaya anjing. Pernah lihat anjing berenang? Nah, dia bisa menirukannya. Gaya anjing berenang sungguh melelahkan.

Review Hotel Harris Sentul City, Bogor.

Suka sama konsep healthy lifestyle yang diusung Hotel Harris ini. Seluruh kamar adalah non smoking area, makanan di restorannya pun (sepertinya) tak menggunakan banyak garam. Sedikit hambar, tapi saya suka. Ada jamu tradisional juga.

Selain kolam renang, gym center, sepeda yang bisa digenjot sesuka hati, serta halaman yang bisa dipakai untuk panahan, futsal dan bermain kuda, disediakan juga tempat bermain anak. Cocok buat para orangtua yang ingin mengajak si Kecil yang masih balita berlibur. Lokasinya juga tidak jauh, cuma 40 menit dari Jakarta, dan lima menit dari exit TOL Sentul City. Belum cukup? Orangtua dapat mengajak si Kecil ke wahana bermain Jungle Land atau wisata kuliner di A Poong.

Mendadak badan tidak enak atau demam tinggi, tak jauh dari Hotel Harris Sentul City ada Rumah Sakit Pertamedika. Rumah sakitnya nyaman, dokternya ramah, dijamin tidak mau pulang. Oke, ini sedikit promosi! :p

Nggak suram kok sekamar sama Mas Indra :p

 

Perintilan dalam kamar Hotel Harris Sentul City, Bogor

 

Mau ngasih guling ini ke Mas Indra tapi takut fitnah

 

Cuma Hotel Harris Sentul City, Bogor ada minuman mabuk tapi menyehatkan

Secara keseluruhan, saya mau kok balik lagi ke hotel ini. Pelayannya ramah, kamarnya tidak terlalu luas (ini poin penting buat saya yang penakut), kamar mandinya bersih (handuk bersih dan sampo serta sabunnya wangi), kasurnya empuk, ada sofa bed, pas buat liburan ramai-ramai tanpa perlu biaya tambahan :p

Mau kamar dekat kolam renang, tambah 200K atau 300K sudah bisa pindah!

Cuma yang disayangkan, akses menuju Hotel Harris Sentul City ini rusak parah. Masa kudu lewat SICC? Riweuh. Satu lagi, kalau bisa langganan saluran berbayarnya diganti. Nggak semua channel ada dan sinyalnya jelek banget.

Address: Komplek SICC, Jl. Jendral Sudirman No. 1, Sentul City, Jawa Barat 16810
Phone: (021) 28689999
Website: http://sentulcity-bogor.harrishotels.com/
Poin 4 dari 5
Baca juga :

Blogger Camp Indonesia, Belajar Konten Sambil Kemping

Dua tahun vacum, acara kumpul-kumpul blogger hadir lagi dengan konsep berbeda. Bernama blogger camp Indonesia 2015 , delapan puluh blogger dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi, dan Bandung diangkut menggunakan bus Big Bird dari Hotel Harris Tebet ke Hulu Cai di Bogor lalu kemping untuk merayakan Hari Blogger Nasional 2015 pada Selasa, 27 Oktober 2015.

Blogger camp diadakan serentak di empat kota; Jakarta, Purwokerto, Surabaya, dan Makassar. Tak heran jika selama satu hari kemarin taggar #bloggercampid merajai trending topic Indonesia. Apakah #lovekonten juga? Sebentar, saya tanya adminnya!

Tidak sekedar kumpul, api unggunan, nyanyi-nyanyi, dan bagi-bagi hadiah dari sponsor; Blue Bird Group, Tauziah, dan Sunpride, blogger juga diberi pembekalan mengenai konten blog yang kredibel oleh Ndoro Kakung, Iman Brotoseno, serta budayawan Nirwan Dewanto.

Peserta blogger camp Indonesia 2015 tidak hanya blogger kemarin sore. Hadir juga mereka yang mulai menulis blog di platform tidak ada kolom komentar, pasang foto selfie dianggap tabuh, tidak ada tempat buat nge-share hasil tulisan. Sebut saja mbak Nuniek, pakde Mbilung, Ndoro Kakung si pria wangi, Tikabanget duta lipen Indonesia, Nico Wijaya, dan mbak Nyai Wiwiek.

Menurut Nirwan Dewanto, pada dasarnya semua orang bisa menulis, cuma butuh konsistensi. Dia juga bilang, menulis itu sarana bercakap-cakap yang membutuhkan kedisplinan. Kamu blogger? Blogger yang seperti apa? Fokus pada satu topik atau campur-campur macam gado-gado seperti adiitoo.com yang hari ini berulangtahun ke-empat?

Hati-hati buat blogger macam saya ini. Jika blogger menulis satu topik A lalu menulis topik lain, bisa-bisa tulisan lain tidak bakal dipercaya oleh pembacanya. Sedangkan yang fokus pada satu topik, lebih dipercaya karena blogger tersebut sudah membangun reputasi diri selama bertahun-tahun.

Jika kalian blogger campur-campur tapi menulisnya ‚Äėtidak asal‚Äô, saya rasa nasibnya bisa sama seperti blogger yang fokus pada satu topik seperti Ariev Rahman, Trinity Traveler, dan Iman Brotoseno yang kerap menulis tentang sejarah di halaman blognya.

Terpenting, menulislah, tak usah cemas apa kata orang. Kitalah yang menentukan standar diri kita sendiri. Dan tulisan itu bisa dipertanggungjawabkan.

Mas Iman Brotoseno, penulis mengenai sejarah terutama tentang mantan Presiden RI Pertama Soekarno ini mengatakan, sudah saatnya para blogger membangun kredibilitas diri di blognya supaya personal brandingnya semakin ciamik. Sebab, ke depan blog yang kita urus itu bisa jadi personal branding untuk dirinya sendiri.

Kata Mas Iman lagi, blogger itu akan mengunjungi ke blog yang tulisannya sesuai dengan mintanya.

Dari workshop berdurasi satu jam di Hari Blogger Nasional 2015 ini, para blogger juga diberitahu kalau konten tak selalu tulisan. Gambar dan video juga bisa digunakan untuk menggambarkan siapa kita. Nah, yang sering di-endorse brand-brand besar, jangan asal ambil saja. Ketahui dulu seluk beluk brand tersebut.

Aneh dong, ketika blogger menulis tentang brand A tapi tidak tahu apa saja produk dari brand tersebut. Ketika ditanya malah melempem!

Kalau mau blognya selalu dikunjungi orang lain, cantumkan di biodata Twittermu.

Semalam, saat api unggunan, Ndoro Kakung sempat memberikan tips supaya jumlah pengunjung blog kita banyak. Kalau bisa sih, kaedah penulisan harus diperhatikan. Harus EYD. Perhatikan juga jenis, ukuran, dan warna font. Campur-campur cukup blognya saja, warna tulisan kalau bisa jangan campur-campur, bikin sakit mata. Selain itu, jangan lupa mencantumkan gambar yang dapat dijadikan jedah antara baris satu dan baris kedua. Itu adalah hal-hal standar yang seringkali dilupakan para blogger yang hadir ke blogger camp Indonesia 2015, termasuk adiitoo.com .

Selamat Hari Blogger Nasional 2015, sejawat. Ingat, pembayaran itu dilakukan 90 hari kerja plus kalau pihak pemakai jasa tidak lupa. Sabar saja, anggap itu tabungan. Salam!

Terimakasih sponsor utama untuk acara ini, Indosat.

Habiskan Sabtu Sore di Coffee Breath Kafe Kemang

Sabtu kemarin saya, Dita `Peri Gigi` dan Arie `Goiq` Pitax diundang JakartaVenue.com untuk icip-icip makanan dan minuman yang ada di Coffee Breath, yang terletak di kawasan Kemang, Jakarta Selatan. Kurang lebih, 6 jenis minuman dan 4 jenis makanan berhasil masuk dengan sempurna ke perut kami masing-masing.

Tampak Depan

Berderet mesin kopi dan biji kopi serta berderet cemilan manis

 

Kalau dilihat dari nuansa dan tema yang diusung, Coffee Breath ini sangat cocok disinggahi bagi kamu yang ingin nongkrong, kencan, meeting, atau kopdar dengan nuansa yang sedikit berbeda. Terlebih, buat kamu para penikmat kopi. Sebab, di Coffee Breath kamu dapat memilih aneka macam kopi lokal berkualitas dari berbagai daerah di Indonesia.

Kamu mau kopi dari daerah mana? Toraja? Ada! Wamena? Ada juga! Misalnya kamu mau menyicipi kopi Luwak, di Coffee Breath juga tersedia, lho! Selain itu, kamu juga dapat melihat secara langsung para barista meracik biji-biji kopi menggunakan mesin khusus yang didatangkan dari negeri Paman Sam, Amerika.

Begitu kamu memasukin kafe yang cukup luas itu, akan disambut dengan hiasan berupa pohon yang di atasnya bertengger banyak burung-burung. Di sisi kiri, kamu akan melihat lemari cukup besar yang berisikan buku-buku, mesin mini kopi, dan scrappbook. Selain itu juga, di dinding kafe itu–baik kanan atau kiri–kamu juga akan melihat banyak lukisan yang keseluruhannya dapat kamu beli. Sebab, semua lukisan itu bersifat konsyinyasi.

Ornamen di dinding

Sore itu yang disajikan empunya kafe, Lita Juswandani, bukanlah yang berbau kopi. Melainkan, jenis minuman lain seperti Mango Mint, Mojito Blossom Buble, Strawberry Bland, Ginger Coffee, Taro Bland, Choco Mint Bland. Sedangkan untuk makanannya sendiri, yang disajikan kepada kami ada Sup Buntut Saus Tiram, Prata Manis, Pisang Goreng Keju, dan Chicken Tartein. 

Oke, saya akan mulai memberikan pendapat mengenai makanan ini satu per satu.

1. Mango Mint dan Mojito Blossom Bubble

Mango Mint dan Mojito Blossom Buble

Untuk Mango Mint-nya sendiri, menurut saya rasanya STD BGT alias standar banget. Rasanya ya gitu, cuma rasa mangga dan mint-nya pun hanya sedikit terasanya. Buble yang ada di Mango Mint pun, rasanya juga mangga. Jadi, mangga ketemu mangga, tidak ada yang spesial. Pointnya, 6 dari 10.

Berbeda jauh dengan Mojito Blossom Buble, yang rasa dan kesegarannnya berbeda jauh dari Mango Mint. Minuman satu ini terdapat dua rasa dalam satu gelas. Rasa asam dari buah Pome dan rasa asam dari markisa. Rasa markisanya itu terdapat di dalam buble-nya. Bila kamu gigit buble-nya itu, akan lebih terasa lagi markisanya. Apalagi, kalau kamu menyicipi bublenya bersamaan dengan Mojito Blossom-nya itu. Sebab, rasa asam segar dari buah pome akan bergabung dengan rasa asam markisa, dicampur rasa mint. Sumpah, segar banget. Point-nya, 8 dari 10.

2. Strawberry Bland

Strawberry Bland

Sebenarnya Strawberry Bland ini sama seperti Mango Mint, yang hanya memiliki satu rasa dalam satu gelas itu. Tapi bedanya, terdapat di bubble-nya yang meletup-letup di mulut, ketika kamu menggigitnya. Ya, walaupun bubble-nya itu rasanya tetap strawberry, ya ūüôā Point-nya, 7 dari 10.

3. Taro Bland & Choco Mint Bland

Taro Bland

Choco Mint Bland

  1. Menurut saya, dari kedua jenis minuman ini yang paling saya rekomendasikan adalah Choco Mint Bland. Kenapa? Soalnya, Taro Bland itu ‘kan, terbuat dari talas, sedangkan saya sendiri tidak terlalu familiar terhadap talas itu sendiri. Jadinya aneh saja. Cuma, Taro Bland pun tidak bisa begitu saja dibilang tidak enak, ya. Enak. Dua-duanya segar, cuma saya lebih jatuh hati sama Choco Mint Bland.¬†Cokelat dan mint-nya itu berhasil menyatu dalam satu gelas, dan cream yang ada di atasnya pun tidak terlalu berlebihan dan tidak membuat saya eneg.
  2. Biasanya, kalau minum yang terlalu manis gigi saya akan nyut-nyutan. Entah kenapa, ketika menyicipi kedua minuman itu gigi saya aman-aman saja. Itu pertanda, manis yang ditawarkan pas, tidak berlebihan.
  3. Pointnya, 8 dari 10 untuk Choco Mint Bland dan 7 dari 10 untuk Taro Bland.

 

 4. Ginger Coffee

Ginger Coffee

Eh, kopi yang ini saya belum menyicipinya. Karena saya kurang suka kopi, sore itu sudah terlalu eneg sama minuman manis. Jadinya saya skip. Mending tunggu review-an dari Arie Pitax saja, ya.. Soalnya dia yang ngabisin ini. :p

Makanan

1. Sup Buntut Saus Tiram

Sup Buntut

Biasanya kalau saya makan sup buntut di mana pun itu–termasuk di rumah sendiri–seringkali dagingnya itu nyelip di gigi dan kurang empuk. Tapi Sup Buntut Saus Tiram ala Coffee Breath ini, berhasil bikin saya jatuh hati padanya. Dagingnya, empuk banget. Sumpah. Saus tiramnya juga berada di dagingnya. Sangking empuknya, dagingnya itu lepas sendiri dari tulangnya.

Untuk kuahnya sendiri, segar banget. Tidak terasa asin, dan kaldu dari daginya itu berasa banget. Apalagi kemarin disajikan dalam keadaan yang masih hangat gitu, jadinya keduanya ini terpadu sempurna.

Point-nya, 8,5 dari 10 ūüôā

2. Prata Manis & Pisang Goreng Keju

Prata Manis

Pisang Goreng Keju

  1. Antara Prata Manis dan Pisang Goreng Keju, saya paling suka yang prata manis-nya. Biasanya, saya makan prata ala Melayu yang disiram kuah kari. Saya hampir tidak pernah tahu bagaimana rasanya prata manis itu. Kecuali, roti canai manis, ya. Saya tidak tahu, resep apa yang digunakan empunya menu terhadap makanan satu ini. Soalnya, kulitnya itu tidak terlalu kering, dan manis dari susu yang ada di atasnya juga tidak terlalu manis. Kemarin saja, saya dan yang lainnya menyicipi ketika prata sudah mulai dingin. Andaikan saja dalam keadaan panas, pasti lebih enak dan terasa garingnya.
  2. Untuk Pisang Goreng Keju, saya tidak terlalu banyak menyicipinya. Menurut saya, pisangnya hari itu rada keras dan terlalu besar. Tapi, coba tanya yang lain, mungkin pendapatnya beda.
  3. Point-nya, 9 dari 10 untuk Prata Manis dan 7 dari 10 untuk pisang goreng keju.

3. Chicken Tartein

Chicken Tartein

Mendadak saya lupa bagaimana rasanya. Saya bahkan lupa, apakah kemarin saya memakannya atau tidak!? –*#dikeplak

Itu tadi pendapat saya mengenai makanan dan minumannya, berikut pendapat saya mengenai tempat dan lain-lainnya.

  1. Coffee Breath yang terletak di Jalan Benda, Kemang menurut orang yang sering ke sana katanya sangat strategis. Berhubung kemarin itu saya baru pertama kali ke daerah Kemang, saya merasa agak jauh. Bahkan sempat nyasar. Tapi menurut Bang Arie dan Kak Dita, justru jalan Benda itu kawasan paling strategis dan mudah untuk dicari.
  2. Coffee Breath ini terdiri dari 3 lantai, tapi yang digunakan hanya 2 lantai. Lantai 1 biasa digunakan untuk umum, sedangkan lantai 2 bisa dijadikan tempat untuk ngumpul-ngumpul besar. Misalnya saja, acara komunitas.
  3. Coffee Breath sama sekali enggak sumpek. Malah adem, sangking luasnya. Walaupun ada banyak AC, saya yakin AC-nya disetel tidak terlampau tinggi. Tapi tetap, berasa adem dan tidak kedinginan gitu.
  4. Kamar mandi di Coffee Breath bersih. Airnya mengalir dengan sangat lancar.
  5. Pelayan di Coffee Breath, juara ramahnya. Baik-baik banget. Oia, satu lagi. Pelayan di sana paham bagaimana caranya mengambil gambar yang bagus, ketika dimintai tolong untuk memoto saya dan kawan-kawan ūüėõ #inipenting, yes!?
  6. WiFi? Sudah jelas ada. Kencang atau enggaknya, wah, kurang tahu. Soalnya kemarin paket data masih banyak. Sorry, kalau paket data masih banyak, anti menggunakan WiFi :p
  7. Parkir? Luas!
  8. Mau merokok? Bisa, tapi di luar.
  9. Intinya, kalau mau nyantai sambil ngopi-ngopi centil memang paling nyaman di Coffee Breath, deh. Homey banget. Paduan warna wine dan hijau tidak membuat mata sakit.
  10. Di lantai atas  meja panjang serasa sedang di kedai, dan dapat menghadap langsung ke jalan.
  11. Soal harga, tidak terlalu menguras kantonglah. Apalagi buat para jomblo! Yakinlah. Harga dibandrol mulai Rp. 15 ribu sampai Rp. 50.000.

Salah satu spot di lantai 2.Dindingnya penuh quote gitu

Masih di Lantai Atas

Kak Dita Fokus Banget, sih!

 

Coffe Breath – The Broadway Kemang Building,
Jalan Benda No.46, Cilandak Timur,
Jakarta Selatan 
Jam Operasi : From 07:00 WIB until 22:00 WIB (last order)
 

Seru-seruan di Social Media Festival 2013

Sabtu (12/10/2013) dan Minggu (13/10/2013) kemarin saya menyempatkan diri untuk hadir di Social Media Festival 2013, yang tahun ini diadakan di fX Sudirman. Sehari sebelumnya, saya sempat melihat daftar acara yang ada di SocMedFest, yang mana tahu dapat saya jadikan berita.

Ternyata, di hari pertama pelaksanaan, ada seminar kesehatan gitu yang diselenggarakan berkat kolaborasi Milis Sehat, Ayah ASI Indonesia, dan Mama Memerah (kalau tidak salah). Setelah seminar yang mengangkat tema ‘Pemberian Antibiotik yang Benar ke Anak’, acara selanjutnya kolaborasi Milis Sehat dan Indonesia Berkebun, yang mengangkat topik ‘Berkebun itu Mengasyikkan dan Sehat’. Di seminar itu, yang menjadi moderatornya salah satu member Kopdar Jakarta yang super nge-hits, @Indrayust.

Penampakan Indrayust

Di daftar acara, acara pertama dimulai pukul 12 siang. Berhubung Jumatnya saya pulang agak larut, alhasil di hari Sabtunya, setelah sholat subuh saya hajar tidur lagi. Bangun-bangun jam 10.30, mandi, dan langsung bergegas menuju fX menggunakan commuterline. Sampai di Palmerah, saya bantai naik ojeg, begitu sampai fX lari pontang panting mengejar acara pertama–yang awalnya saya tidak tahu diadakan di mana, secara fX luas banget. Setelah tanya sana-sini, acara seminar gitu diadakan di lantai 6, sedangkan booth komunitas berada di lantai 1 dan lantai 3.

Sudah capek-capek naik tangga, lari, eh, begitu sampai di lantai 6, dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 12:45, acara belum juga dimulai. #Wesbiyasa!

Setelah selesai mengikuti dua seminar, saya turun ke lantai 3, untuk melihat keramaian apa yang sedang terjadi. Di situ ketemu Mas Pitra, Teddy Oom 48, Kak Dimas, Mamah Wiwiek, Kang Caplang dan pasangan, dan member kojak lainnya.

Kaki yang terasa lemasnya, mendadak harus lemas lagi. Soalnya, saya enggak tahu kalau di lantai 3 itu ada booth setan-setanan, yang setannya itu memang setan! Setan-setanan itu jalan dong, muterin lantai 3. Saya berusaha untuk kalem, dan tidak menunjukkan rasa takut. Sikap seperti itu tidak bertahan lama ternyata. Pas saya lagi ngobrol sama cicih Lionda, tiba-tiba 1 dari setan-setanan itu ada di samping saya. Bangkenya, setan-setanan itu yang megang kepala dan mukanya seram gila itu ngejutin saya. Alhasil, teriakan pun tak dapat ditahan lagi.

Saya teriak sekencang-kencangnya, dan lari pontang panting nyari tangga. Karena panik, yang seharusnya turun, saya malah naik ke lantai 4. Dafuk!

Karena kantor buka booth di acara itu, istirahatlah saya di sana. 30 menit kemudian, saya naik lagi ke lantai 3. Coba untuk memberanikan diri, soalnya ada acara seru di panggung utama. Untungnya, pas saya naik ke lantai 3, setan-setanannya lagi enggak ada. Saya langsung bablas saja masuk ke area panggung. Aman!

Beberapa jam kemudian, setelah seminar A, B, dan C kelar, tepat di pukul 8 malam, acara yang saya tunggu-tunggu mulai juga, acara musik yang menghadirkan (lagi-lagi) Yovie and His Friends. Malam itu yang dibawa sama Yovie cuma Kahitna, 5 Romeo, dan Dygta. Tak ada Raisa, Andien, dan lain-lain. (yaialah… kalau mau lengkap nonton Konser Irreplaceable #TakkanTerganti Yovie 3 minggu lalu, dong)

5 Romeo

Ya, sekitar 4 apa 5 lagu gitu dibawain sama mereka. Puas sing a long, saya memutuskan untuk pulang. Eh, enggak langsung pulang, ding. Kopdar singkat dulu sama Mbak Siwi, Nona Merah dan pasangan, Mbak Eno dan TTM-an, dan cicih Lionda. Baru, setelah ngobrol 30 menit saya pulang.

Hari ke-2 Social Media Festival 2013

Di hari kedua ini, saya datang lebih pagi. Berangkat pukul 5, sampai di fX sekitar pukul 6.30 . Sampai di fX Sudirman, sudah ada Mas Umen menanti kedatangan pasukan semutnya. Hari itu, pasukan semut dari Operasi Semut bertugas mengumpulkan sampah-sampah di sekitar fX Sudirman.

Pasukan Semut

Dan di pagi itu juga, ada acara seru yang dipersembahkan oleh Ayah ASI Indonesia, `Ayah ASI Run 1 K`. Acara itu, lomba lari ayah sambil bawa anaknya. Ada yang menggunakan troli, ada juga yang menggendongnya. Sebagian ada juga yang membiarkan anaknya lari tanpa menggunakan troli dan digendong. 1 K sendiri, bukan 1 kilometer, tapi 1 keliling. Mulai di depan fX Sudirman, finish-nya di halaman mall.

Lucu melihat aksi ayah dan anaknya itu. Mereka semangat banget. Untungnya, anak-anak mereka enggak riwil. Sang pencetus, mas Shafiq Pontoh, berencana akan mengadakan lomba lari ini lagi. Kapan akan dilaksanakannya, masih belum tahu. ūüėÜ

Lomba Lari 1 K

Lucu, ya

Selesai dari acara ini, ngederin mall di pagi-pagi buta sama cicih Lionda dan Mas Umen, istirahat sebentar, lalu cabut ke Ratu Plaza sama cicih, untuk menemani saya membeli sesuatu dan kami berdua belanja. Setelah dari Ratu Plaza, balik lagi ke fX, rencananya mau melihat beberapa acara. Tapi, saya memutuskan untuk pulang, setelah setan-setanan yang setan bangke itu ngeder ke booth lantai bawah.

Pret!

Secara keseluruhan, Social Media Festival 2013 cukup baiklah. Ya, walaupun rada apa-banget-sih-ini gitu! Kayak setan-setanan yang ada baiknya enggak usah ngider sana-sini. Kalau ada orang yang jantungan, bagaimana? Kalau ada yang teriak dan reflek nendang mereka, bagaimana? Untungnya saya cuma nyikut doang, enggak sampai nendang.

Untuk boothnya sendiri, enakan tahun lalu. Tahun ini berasa sempit. Dan seminarnya, karena memakai satu ruangan, harus cepat-cepat gitu. Lagi enak dengerin si dokter ngomongin soal kesehatan, tiba-tiba harus dicut. Begitu juga ketika lagi ngomongin tanaman, harus cepat-cepat juga.

Menurut kabar, Social Media Festival di tahun ini adalah tahun terakhir, dan tidak akan ada di tahun depan, (kemungkinan juga) di tahun-tahun berikutnya. Sayang banget, ya? Padahal, kan, seru!

Saya sih berharap, ada acara serupa yang tidak kalah seru dari ini.

Hadir Ke Peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar

Masih di hari yang sama dimana #Opsem28 dilaksanakan. Hari itu, selepas mengikuti bersih-besih seputaran Bundaran HI bersama prajurit operasi semut, saya tidak serta merta pulang ke rumah. Tapi, menunggu waktu untuk dapat hadir ke peluncuran “Gerakan Indonesia Berkibar”.

Pukul 14 lebih 40 menit, saya sudah menginjakkan kaki di Gedung Arsip Nasional yang terletak di jalan Gajah Mada, Jakarta Pusat. Menurut undangan yang saya terima, acara dimulai pukul 15:00 WIB. Dan, ternyata yang tertera di undangan tidak melesat sama sekali, tepat pada waktunya.

Acara peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar dibuka dengan menyanyikan lagu kebangsaan Republik Indonesia, Indonesia Raya. Segenap tamu yang berada di ruangan itu, diminta untuk berdiri dan menyanyikan lagu tersebut secara bersama-sama diiringin dengan suara merdu anak-anak paduan suara Bina Vocalia.

Paduan Suara Bina Vocalia

Selesai itu, acara dilanjutkan dengan kata sambutan dari sang Ketua Umum Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Mas Shafiq Pontoh.

Selain menjabat sebagai Ketua Umum Komite Gerakan Indonesia Berkibar, Mas Shafiq Pontoh juga merupakan salah satu juri dari Gerakan #BeraniMengubah nya Coca Cola.

Dalam sambutannya, beliau mengatakan bahwasanya Gerakan Indonesia Berkibar sendiri adalah sebuah gerakan yang mengusung kerjasama Pemerintah Swasta, BUMN, Media serta Komunitas untuk sama-sama membantu dan turut peduli akan perbaikan kualitas pendidikan, khususnya pendidikan di Indonesia ini.

Shafiq Pontoh

Seperti yang kita ketahui bersama, pendidikan Indonesia masih perlu perhatian khusus kita dan juga pemerintah. Banyak anak-anak di luar sana, yang mempunyai tekat serta niat untuk bersekolah, tapi terhalang yang namanya biaya.

Lebih lanjut beliau mengatakan, “sesuai dengan Hari istimewa dimana hari diluncurkan Gerakan Indonesia Berkibar ini, sejalan dengan semangat hari Sumpah Pemuda. Melalui pendidikan, kami ingin mewujudkan bangsa Indonesia menjadi bangsa yang cerdas”.

Buku Program

Oia, di peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar ini juga hadir Mentri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhammad Nuh. Dan juga, Wakil Menteri Agama Prof. Nazaruddin Umar MA.

Selesai Mas Shafiq Pontoh memberikan kata sambutannya, selanjutnya giliran Bapak M. Nuh memberikan kata sambutan.

Yang saya ingat dari kata-kata sambutannya beliau adalah, Pemerintah khususnya Kementrian Pendidikan sangat mendukung dengan tercetusnya Gerakan Indonesia Berkibar ini. M. Nuh juga mengungkapkan, kalau Pemerintah tidak dapat berjalan sendiri untuk memperbaiki kualitas pendidikan yang ada di Indonesia. Maka dari pada itu, beliau mengajak segenap lapisan masyarakat demi memenuhi kebutuhan pendidikan yang lebih berkualitas lagi.

Pembacaan Deklarasi

Dalam acara peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar hari itu, hadir juga tiga pemuda-pemudi yaitu Iman Usman, Allisa Wahid dan Alexandra Asmasoebrata. Mereka bertiga membacakan isi deklarasi dari Gerakan Indonesia berkibar ini.

Ada pun isinya, sebagai berikut:

Kami Putera-Puteri Indonesia, bertekad untuk memajukan:
  1. Pendidikan yang menciptakan manusia Indonesia yang cerdas dan berakhlak mulia.
  2. Pendidikan yang menyejahterakan bangsa dan negara Indonesia.
  3. Pendidikan yang menyetarakan bagnsa Indonesia di kancah internasional.


Usai kata sambutan dari Mas Shafiq Pontoh & Bapak M. Nuh, serta pembacaan deklarasi Gerakan Indonesia Berkibar, saatnya peresmian dan peluncuran Gerakan Indonesia Berkibar itu sendiri.

Seharusnya –sesuai dengan apa yang tertera di undangan– yang meresmikan Gerakan ini adalah Bapak Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhyono. Tapi, apa daya, karena beliau berhalangan hadir jadinya yang meresmikan adalah Bapak M. Nuh, selaku Mentri Pendidikan dan Kebudayaan.

M. Nuh

Sebelum acara resmi ditutup, ada pembacaan doa yang dipimpin oleh Prof. Nazaruddin Umar MA.

Pukul 15:45 WIB acara pun ditutup dengan foto bersama antara Mas Shafiq Pontoh, Bapak M. Nuh, Bapak Poetra Sampoerna, dan juga beberapa orang perwakilan Komunitas.

Kojakers Beraksi (Indra Yust, Cerita Eka, Putri, Adiitoo)

***

Note:

Ingin mengetahui lebih jelas soal Gerakan Indonesia Berkibar ini? Silahkan cek di http://indonesiaberkibar.org/ . Di website itu, dibahas semua soal gerakan ini.

4040 orang telah mendukung Gerakan Indonesia Berkibar. Kamu ingin menjadi pendukung gerakan ini? Follow twitter nya: @IDBerkibar  . Atau like facebook nya di Fanspage GIB.

 

Serunya Kopdar Malam Itu

Beberapa hari yang lalu, Ivan Prakasa, blogger asal Indonesia yang kini sedang merampungkan pendidikan S2 nya di Jepang, sedang menghabiskan masa liburannya di Jakarta. Karena jauh-jauh hari saya sudah mengetahui kalau Ivan bakal ke Jakarta, sebuah janji pun dibuat untuk bertemu secara langsung. Pasalnya, selama ini kami hanya berinteraksi melalui jejaring sosial, dan whatsapp.

Janji itu pun dibuat dalam rangka ingin merealisasikan apa yang pernah kami omongin di whatsapp. Yaitu, bergabung di Kopdar Jakarta !

Syarat untuk bergabung menjadi penghuni Kopdar Jakarta, adalah bertemu/kopdar bersama para “juru kunci” kojak itu sendiri. Yah, minimal 3 orang lah. Berhubung kala itu saya tak ada nyali untuk bertemu mereka-mereka itu, saya pun mengutarakan kepada Ivan akan bertemu mimid momodnya berbarengan sama Ivan saja. Ivan pun mengiyakan. Makanya itu, bertemu mereka itu berbarengan dengan kopdar bersama Ivan.

Singkat cerita …

Hari Senin, 6 Agustus 2012, Ivan menghubungi saya via whatsapp kalau iya akan bertemu sekaligus kopdar bersama mimid momodnya kojak esok harinya di salah satu mall di kawasan Jakarta Selatan. Karena kala itu jadwal saya kosong, ajakan Ivan pun saya iyakan.

Selasa, 07 Agustus 2012 .

Pagi harinya Ivan memberitahukan kepada saya kalau iya akan ke mall itu dari jam 11 siang. Saya tidak tahu apa yang Ivan lakukan dijam segitu di dalam mall itu. Saya rasa mengakrabkan diri kali, ya. Tapi, entahlah. Saya janji ke Ivan akan sampai ke mall itu sekitar pukul setengah 5 sore.

Pukul 15:00 WIB saya keluar dari rumah untuk mengejar commuterline pukul 15:30 WIB. Tapi, kenyataannya berkata lain. Commuterline yang saya tumpangi mengalami gangguan. 15 menit kemudian commuterline kembali berfungi. Pejalanan pun dilanjutkan.

30 menit kemudian saya sampai di stasiun Palmerah. Ternyata disitu sudah padat akan kendaraan. Ojek saya sampai bingung mau menembus jalan yang mana sangking rapatnya.

Yah, sekitar pukul 17.00 WIB saya pun sampai di depan mall tersebut, dan tidak langsung menghampiri Ivan yang sudah lama menunggu. Melainkan saya melipir ke mesjid untuk melaksanakan sholat ashar.

Selesai sholat, baru deh saya menghampiri Ivan di sebuah cafe yang sepi pengunjungnya. Ivan duduk dipojokan sambil sibuk membereskan pesenan orang-orang yang menitip sesuatu ke dia.

Sembari menunggu yang lain dan menunggu waktu berbuka, yang kami lakukan adalah ngobrol ngalur ngidul. Mana si Ivan sempat-sempatnya mengukur tinggi saya lagi. sigh. Ivan pun menceritakan kehidupannya selama di Jepang.

Ngobrol-ngobrol, eh, waktu berbuka pun tiba. Saya minum sebotol air mineral, lalu bergegas meninggalkan Ivan untuk melaksanakan sholat maghrib. Balik lagi ke cafe itu setelah melaksanakan sholat maghrib, ngga tahunya 1 juru kunci kopdar Jakarta sudah hadir dan berbincang-bincang dengan Ivan. Juru kunci (momod) itu adalah Kak Dimas Novriandi.

Hooreeeee.. Saya ketemu orang terkenal. Horeeee… Ah, yang ga kenal sama Kak Dimas, pasti jarang nonton TV, deh. Hihihi *digeplak Kak Dimas*

Kak Dimas ini orangnya baik. Baik karena mau berbagi cerita. Ga sombong gitu. Kadang kan ada orang yang udah terkenal, kalau ketemu orang baru, pasti sok. Nah, Kak Dimas itu jauh deh dari sifat seperti itu.

Tak lama kemudian, muncul sosok blogger yang tulisan-tulisannya sangat saya kagumi. Dan, dia adalah Mas Applaus Romanus. Mas Applaus ini orangnya juga baik. Dan, beliau mau berbagi soal kehidupannya dia ketika sekolah dulu. Mendengar ceritanya seru dan bikin gregetan. Ada gitu orang yang tamat SMA langsung kabur ke Australia, padahal beberapa hari lagi akan melaksanakan semacam SPMB. Gila, kan? Nah, itu tuh Mas Applaus. Ternyata, eh, ternyata, Mas Applaus ini adalah senior dari Mas Donny Verdiant. Pantes.

Sembari ngobrol sama Kak Dimas dan Mas Applaus, kami pun mencicipi coklat yang dibawa Ivan dari Jepang. Lumayanlah, ada cemilan gratis. Secara, mau mesen cemilan di cafe itu harganya ngga saya banget. Hahaha ūüėÜ . Sebelum ngemil, saya isi perut dulu dengan seporsi nasi goreng yang lumayan enak.

Porsinya Passss!

Kit Kat Green Tea Dari Ivan. Horay !

Cemilan Lain Dari Ivan. Thank you, Van

 

Semakin malam, satu persatu juri kunci yang cantik-cantik pun hadir. Dimulai dari Kak Dita Firdiana, blogger yang juga dokter gigi, yang  malam itu datang bersama pasangannya. Gila ya, hidung pacaranya Kak Dita mancungnya ga nyantai. Sebagai pemilik hidup pesek, saya pun jadinya minder. Allah. *sungkem Kak Dita*

Tak lama setelah Kak Dita dan pacarnya hadir, datanglah sosok wanita (yang terlihat masih) muda, ChicMe atau Kak Cici atau Makcik. Narablog tahu personel SNSD yang bernama Yuri? Nah, Makcik ini (cukup) mirip sama Yuri itu. Serius. *berharap dibawain pempek dari Palembang sama Makcik*

Kalau dihitung-hitung, mimid/momod yang hadir sudah 3 orang. Bisa dikatakan cukup. Tapi, masih ada yang kurang. “bintang” dari momod/mimid ini belum menampakkan batang hidungnya. Siapa lagi bukan Chikastuff (Chika Nadia). Kurang lengkap rasanya kalau tak bertemu langsung dengan dengan Kak Chika. Berasa ada yang kurang. Kurang gigitlah.

Bidadari Kopdar Jakarta : Kak Dita, Kak Chika, Makcik

Tak lama kemudian, sosok yang ditunggu hadir juga. Dengan menggenggam obat maag , Kak Chika pun menghampiri kami.

Ternyata, yang ada di foto sama aslinya ga ada bedanya. Sama-sama chubby, dan menggemaskan. Kalau Kak Chika bayi, pasti habis pipinya ku cubitin. Hehehe. Bercanda. *salim*

Sebenarnya personel mimid/momodnya Kopdar Jakarta masih kurang 1. Yaitu Kak Imam.

Sembari menunggu Kak Imam, kami semua pun mengobrol bersama. 1 yang pasti. Kak Chika ini orangnya rame. Seru. Dari 4 mimid/momod yang sudah hadir, Kak Chika lah yang paling rame. Tapi, seru.

Fans berat SuJu ini tak habis-habisnya membuat kami tertawa terpingkal-pingkal ketika mendengar ceritanya. Yah, ceritanya tak lain tak bukan berkisar soal SUJU. Tapi, ya.. Karena Kak Chika sering ngomongin SUJU di linimasa, saya pun jadi penasaran sama lagu-lagunya SUJU. Akhirnya, saya pun meminta beberapa lagu SUJU ke teman-teman saya yang memang memiliki hobi yang sama seperti Kak Chika.

Eits, bukan berarti yang lain ga seru lho, kaka-kaka. Sumpah, semuanya seru-seru, kok *kedipin mata*

Setelah cukup lama mengobrol, dan ketawa-ketiwi bersama, barulah muncul sosok mimid/momod yang dari tadi ditunggu-tunggu juga. Yaitu, Kak Imam.

Hmmmm.. Kak Imam itu orangnyaaaaaaaaaa… Hmmmmm… Gimana, ya. Hmmmm… Gitu deh, pokoknya. Ga terlalu banyak “buka suara”, soalnya baru bergabung. Bergabungnya pun di menit-menit terakhir. Kalau di linimasa sih, Kak Imam orangnya seru.

Overall, acara malam itu seru banget banget nget nget. Kaka-kaka dari Kopdar Jakarta baik-baik. Tidak sombong. Dan, yang pasti lucu-lucu.

Saya pribadi beruntunglah bisa mengenal orang beken seperti mereka-mereka ini secara langsung.

Terima kasih untuk malam itu.

Yang Hadir Kopdar (jepretan : Kak @Aralle)